The Hidden and The Sacred Chapter 6

The Hidden and The Sacred

The Hidden and The Sacred

Title : The Hidden and The Sacred

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • EXO Member
  • Lee Taemin SHINee
  • Choi Minho SHINee
  • Other

-Chapter Six-

Summary :

“Itu artinya jika kita masih belum menemukan Tao dalam empat puluh hari, maka aku dan dia akan mati…”

-***-

“Ini semua salahmu! Kau kakak yang tidak berguna!!!”

BUGG

Suho melayangkan tinjuannya ke pipi Kris hingga membuat pria tinggi itu terhuyung, darah segar mengalir dari sudut bibir Kris namun dia hanya diam, sama sekali tidak berniat mengusapnya atau membalas pukulan Suho kepadanya.

Suho mencengkram kerah baju Kris kuat, kedua bola matanya berubah menjadi sehitam kolam renang di malam hari, “Apa kau masih tetap menuduh Hill, heuh? Kembalikan adikku atau kau yang akan ku bunuh!!”

Suho melepaskan cengkramannya kasar kemudian melenggang meninggalkan Kris yang kini mengusap darah segar yang mengalir di sudut bibirnya akibat pukulan Suho tadi.

“Hyung…”

Kris mendongakkan wajahnya menatap seseorang yang memanggilnya, “D.O?”

D.O berjalan menuju Kris, dia mengusap bekas darah Kris yang masih terlihat, “Pipi hyung membiru…” Ujarnya pelan.

Kris tersenyum tipis, “Biar saja, aku memang pantas mendapatkannya…”

D.O menghela nafas panjang, “Hyung selalu seperti ini… Selalu mengalah dan membiarkan diri hyung yang terluka…”

“Bukankah itu memang sudah kewajibanku?”

“Tapi tetap saja-”

“Sudahlah… Tapi aku merasa sangat gagal kali ini, aku gagal karena telah membuat Hill membenci sekaligus memisahkan mereka dariku…”

D.O menggeleng, “Tidak hyung, ini semua hanya kesalahpahaman, aku yakin cepat atau lambat semuanya akan terselesaikan…”

Kris lagi-lagi menyungging senyuman tipis, dia menepuk bahu D.O sebagai ungkapan terima kasihnya.

“Argh…” Kris mengeram dan memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sakit, mata D.O membulat, dengan segera dia memegangi Kris.

“Hyung, Hyung tidak apa-apa?”

Kris menatap D.O dengan pandangan yang sulit di artikan, “D.O, apakah kau ingat tentang Ipswich adalah makhluk setengah jiwa?” Tanya Kris tiba-tiba.

D.O mengangguk kemudian membulatkan matanya lagi, “Hyung… Bukankah hyung…” D.O tidak mampu melanjutkan kata-katanya.

Kris mengangguk, “Setengah jiwaku ada di Tao, itu artinya jika kita masih belum menemukan Tao dalam empat puluh hari, maka aku dan dia akan mati…”

-***-

BRAKK

Suho membanting pintu kamarnya keras, membuat Lay yang kamarnya berada di samping kamar Suho langsung berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi dengan Suho, Lay melihat Suho sedang meringkuk di salah satu sudut kamarnya, dia menekuk kedua kakinya sambil menangis, hati Lay terasa sakit, ini pertama kalinya dia melihat Suho seperti ini.

Lay melangkahkan kakinya pelan dan menepuk bahu Suho, Suho hanya diam dan terus menangis walaupun tanpa suara, Lay menghela nafas berat, dia menyandarkan punggungnya ke tembok dan sedikit menengadahkan wajahnya ke atas.

“Suho, aku tau kalau kau sangat menyayangi Tao karena dia adalah adik kandungmu, tapi kau tau sendiri bukan kalau Kris hyung lebih menyayanginya darimu? Setengah jiwa Kris ada di dalam Tao begitu pun sebaliknya… Aku yakin Kris akan melakukan apapun untuk menemukannya kembali…”

Akhirnya Suho menolehkan wajahnya menatap Lay, “Jika dia begitu menyayangi Tao, kenapa dia malah menuduhnya hingga membuat Tao pergi?” Suara Suho bergetar, butiran bening di sudut-sudut wajahnya kembali mengalir.

Lay menepuk bahu Suho pelan, “Aku yakin Kris melakukan itu karena menyayanginya, tidak hanya Tao, tapi seluruh keluarga kita, kau tau ‘kan kalau penggunaan sihir terlarang itu bisa mengurangi usia kita? Aku rasa Kris tidak ingin kita mati sebelum kita tua…”

Suho terdiam, namun dalam hatinya dia membenarkan ucapan Lay.

-***-

Sehun dan Minho hanya diam setelah mendengar cerita Luhan, dalam hati Sehun dia merasa ada yang aneh, untuk seorang Hill, mereka terlalu polos untuk melakukan sihir terlarang, Suho, Tao, dan Kai adalah sederet keturunan Ipswich yang polos dan takut untuk melanggar peraturan keluarga, apalagi resiko dari penggunaan sihir terlarang adalah setiap mereka melakukan sihir maka usia mereka akan semakin berkurang.

“Luhan hyung, apa kau tidak merasa ada yang aneh?”

Luhan menatap Sehun dengan mata melebar, “Apanya yang aneh?”

“Seorang Hill tidak mungkin melakukan itu hyung…”

“Apanya yang tidak mungkin? Buktinya ketika Suho menyentuh lambang Grandeur yang terukir di pohon itu dia tidak merasa apa-apa, malah lambang itu makin bersinar…”

Sehun diam, keningnya mengekrut pertanda dia sedang berfikir.

“Luhan, apa kalian tidak punya saudara yang masih ada hubungan darah dengan Ipswich?” Tanya Minho.

Luhan menggeleng, “Tidak ada, kami sama sekali tidak mempunyai kerabat…” Jawab Luhan.

Sehun menghela nafas panjang, “Kenapa hal ini terasa begitu janggal? Siapa sebenarnya pelaku di balik seluruh serangan ini?”

“Serangan?” Ulang Luhan meyakinkan pendengarannya tidak salah.

Sehun mengangguk, “Tentu saja ini adalah sebuah serangan, aku rasa ada seseorang yang mendalangi semuanya, orang itu adalah orang yang terus mengirimi kita ‘yang mulai gelap’ dan aku yakin dia juga yang mengukir lambang Grandeur di pohon mint itu…”

Minho menatap Sehun dengan kening mengerut, “Bagaimana mungkin kau bisa berfikir seperti itu?”

“Sederhana… Karena tidak ada satupun dari keluarga kita yang bisa mengukir lambang Grandeur di pohon yang paling di hindari Werewolf…”

Luhan membulatkan matanya, “Kau benar, Sehun!! Aku lupa jika seorang Werewolf menggoreskan sesuatu di pohon mint bahkan tanpa di sengaja maka itu akan membuat mereka tidak bisa kembali ke wujud manusia mereka sebelum terjadi tiga kali gerhana bulan!” Seru Luhan yang baru mengingat peraturan paling dasar seorang Werewolf.

“Sebaiknya kalian segera mengatakan itu pada keluarga kita…” Ujar Xiumin yang entah dari mana datangnya. “Kalian harus segera mengingatkan keluarga kita tentang peraturan itu sebelum pertikaian antara kita semakin runyam…” Lanjutnya, Luhan dan Sehun hanya mengangguk.

-***-

“Shall I take you to your apartment?” Tanya Kai yang telah berbincang lama dengan Taemin di taman belakang rumah keturunan Ipswich.

Taemin menggeleng, “I can go home by myself… Beside, I’ve to go to someplace…”

“Are you sure?”

“Mm”

“Okay then, be careful on your way…”

“Of course, thanks for today, Kai… You’ve made me felt that I’ve brother…”

Kai tersenyum tipis dan memeluk Taemin sejenak, sekalipun perkenalan mereka singkat tapi kedekatan mereka kini melebihi seorang saudara. Kai pun mengantarkan Taemin ke depan rumahnya dan menunggu Taemin hingga dia benar-benar pulang, saat Kai berbalik dia terlonjak ketika mendapati Chen yang menatapnya dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada.

“Bagaimana dia mengetahui alamat rumah kita?” Tanya Chen dingin.

Kai mengendikkan bahunya, “Aku sendiri tidak tau hyung, dia tiba-tiba muncul ketika aku berada di taman belakang tadi…”

Kening Chen mengerut, “Bagaimana bisa?”

Sekali lagi Kai mengendikkan bahunya pertanda dia benar-benar tidak tau dengan hal itu, Chen menghela nafas panjang, “Sudahlah, yang jelas sekarang kau masuk ke dalam, ada yang harus kita bicarakan di ruang bawah tanah…”

-***-

“Sejak kapan Tao menghilang?” Ujar Chanyeol panik sesaat setelah dia sampai di ruang bawah tanah, Baekhyun menatapnya dan meletakkan jari telunjuknya di bibir Chanyeol, mengisyaratkan saudaranya itu untuk diam.

“Kau diamlah, nanti juga pasti akan di jelaskan…” Ujar Baekhyun lemah, wajar saja, dia baru bisa berhenti menangis setelah dua jam, Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali. Kedua orang itupun mendudukkan diri mereka di salah satu kursi.

Tidak lama Kris pun datang bersama D.O, memar di pipi Kris makin terlihat jelas dan membuat Suho menundukkan kepalanya merasa bersalah, namun Kris malah menepuk bahu Suho dan menyuruhnya untuk duduk di sebelahnya.

Kris menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya sebelum mulai berbicara, “Seperti yang sudah kalian ketahui kalau keluarga kita bukanlah pelaku dari sihir terlarang itu… Dan aku meminta maaf dengan tulus jika kemarin aku sempat menuduh kalian atas sesuatu yang tidak kalian lakukan… Aku harap kalian juga mau memaafkanku dengan tulus…”

“Tanpa hyung meminta maaf kami akan selalu memaafkan hyung, kami tau kalau hyung melakukan itu karena menyayang kami…” Ujar Baekhyun masih lemah.

Kris tersenyum tipis, “Terima kasih…”

“Hyung, bagaimana dengan masalah Tao?” Tanya Chanyeol tiba-tiba dan langsung membuatnya mendapat pukulan lembut dari Baekhyun dan Chen yang duduk di kanan-kirinya.

“Hey, tidak bisakah kau mengerti situasi saat ini? Ada saatnya kita membahas itu, tapi nanti bukan sekarang!” Desis Chen.

Kris tersenyum, “Chen, jangan marahi dia, Chanyeol benar, kita memang seharusnya membahas masalah Tao saat ini… Aku tidak tau kapan tepatnya Tao pergi, tapi dia meninggalkan ini…” Ujarnya sembari menyodorkan selembar kertas yang langsung menjadi rebutan Chanyeol dan Chen.

Melihat kedua kakaknya yang berebut secarik kertas seperti anak kecil membuat Sehun tidak tahan melihatnya, dia langsung mengambil kertas itu dan di bacanya sendiri.

“Sehun Tvez!!!” Chanyeol dan Chen berteriak kesal, namun Sehun hanya mengamati kertas itu dan mengerutkan keningnya bingung.

Sehun mengangkat wajahnya menatap Kris, “Kris hyung… Ini bukan tulisan tangan Tao…”

-***-

“Siapa sebenarnya dirimu?! Kau pengecut!!”

Masih dalam keadaan terikat di tangan dan kakinya, Tao meneriaki penculiknya keras, namun sosok bertudung itu hanya memberinya sebuah seringaian menyeramkan.

“Kau benar-benar ingin melihat wajahku?” Ujar sosok itu lagi, Tao diam.

Sosok itu menyeringai dan mulai membuka tudungnya perlahan, mata Tao membulat ketika melihat wajah asli sosok bertudung hitam itu.

“Kau… Bukannya kau pria berkaca mata tebal itu?”

JLEB

Seseorang menusuk sosok bertudung itu dari belakang dan membuat darahnya terciprat mengenai wajah Tao, perlahan sosok itu terjatuh dan kini sosok bertudung hitam lain muncul sambil membawa pisau yang terlumuri darah.

“Memang benar dia adalah pria yang kata saudaramu itu hidup di tahun ’70, namanya adalah Seok JinAh dan sekarang akhirnya aku bisa membunuhnya karena sudah terlalu banyak kesalahan yang dia lakukan, salah satunya adalah menunjukkan wajahnya kepadamu…”

“Siapa kau?”

“Aku adalah The Hidden One yang sebenarnya Tao Hill… Aku yang membawamu ke sini… Dia hanya penggantiku untuk mengawasimu selagi aku menjalankan rencanaku yang lain, aku yang mengirimi keluargamu yang mulai gelap, aku juga yang mengukir lambang Grandeur di pohon mint itu… Dan kau tau… Aku telah mengurung Lucifer di pintu neraka…”

Sosok itu membuka tudungnya, menunjukkan wajahnya yang selama ini ia sembunyikan dari orang lain, mata Tao membulat lebar melihat siapa yang ada didepannya, sosok itu memberikan seringaian setan kepada Tao yang langsung membuat Tao bergidik.

“Kau…”

“Benar Tao Hill… Ini aku…”

-***-

-TBC-

Iklan

22 thoughts on “The Hidden and The Sacred Chapter 6

  1. hua, makin seru chingu…
    apakah orang bertudung itu taemin??
    wah, penasaran bgt nih sama kelanjutannya…
    next chingu.. ^^

  2. Author…ini sukax membuat para raedersx galau. Kalo bkn krna apdatex ya karna ceritax buat penasaran tp kali ini q yakin pasti itu taemin kan thor ya thor….hayo ngaku pasti dia….cpat dah tbor biar q ga’ galau gara2 pensaran

  3. Ping-balik: The Hidden and The Sacred Chapter 7 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s