History of MAMA II Chapter 2

HoM II

History of MAMA” II

Title : History of MAMA II

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Main Cast :

  • EXO Member

Support Cast :

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA

Summary :

“Yixing-ah, apa kau merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan dirimu?”

-***-

A/N:

Readersdeul…

Mian ya kalo saya lama ngepost, abis sakit kemarin solanya, keke~

Part Before : 1

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Kyungsoo hanya terdiam di depan meja dapur tanpa melanjutkan masakannya, tatapannya terlihat begitu kosong, seakan tubuh dan pikirannya berada di demensi berbeda. Kyungsoo teringat bagaimana dia menahan pilar beton yang di saksikan para pengunjung restoran, dia tidak bisa membayangkan bagaimana nanti jika dia ke restoran dan di cecar dengan berbagai macam pertanyaan yang tidak mungkin bisa di jawabnya. Begitu sibuknya Kyungsoo dengan pikirannya sendiri sehingga dia tidak menyadari bahwa Jongin telah ada disampingnya sejak lama dan menatapnya dengan kening mengerut.

“Hyung…” Jongin memanggil Kyungsoo pelan, namun Kyungsoo masih tidak bereaksi, dia masih terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri. Menghela nafas panjang, Jongin memegang bahu Kyungsoo dan membalikkan tubuh Kyungsoo agar menatapnya.

“Eh? Jonginie? Ada apa?” Kyungsoo tergagap, sedikit terkejut ketika mendapati Jongin ada disampingnya.

Jongin kembali menghela nafas panjangnya, “Apa hyung ada masalah?”

Kyungsoo menggeleng pelan kemudian kembali membalikkan tubuhnya menatap masakannya yang belum terselesaikan, “Aniya, hyung baik-baik saja, kau ke ruang tamu saja, hyung akan melanjutkan masakan hyung…”

“Hyung, hyung bukan orang yang pintar berbohong, siapa saja yang melihat hyung pasti bisa menyimpulkan kalau hyung sedang mempunyai masalah, tidak bisakah hyung jujur dan membaginya denganku?” Ujar Jongin sedikit memelas, dia memang orang yang paling tidak bisa melihat Kyungsoo bersedih.

Menghela nafas panjang, Kyungsoo membalikkan badannya menatap Jongin, dia tersenyum tipis, “Jongin-ah, ini hanya masalah kecil, hyung bisa menyelesaikannya sendiri, kau tidak perlu khawatir…” Kyungsoo menepuk-nepuk bahu Jongin pelan.

Jongin menyerah, dia menghela nafas panjang dan masih menatap Kyungsoo dengan tatapan khawatir, “Baiklah kalau hyung tidak ingin menceritakannya, tapi aku harap hyung mau membagi beban hyung denganku jika hyung memiliki waktu yang berat…”

Kyungsoo kembali tersenyum tipis, “Mm, aku akan melakukannya…” Kyungsoo mengelus-elus rambut Jongin perlahan, “Sudah, kau sebaiknya ke ruang tamu, aku akan meneruskan masakanku…” Ujarnya kemudian mendorong Jongin menjauh.

Jongin hanya menuruti Kyungsoo malas, setelah Jongin tidak ada, ekspresi Kyungsoo kembali berubah menjadi sendu, dia menghela nafas beratnya sekali lagi sebelum melanjutkan masakannya yang sempat terbengkalai.

-***-

Baekhyun terlihat kebingungan, dia sedari tadi mondar-mandir di lantai tiga rumah Sehun dan sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Haishh… Berapa tahun aku tinggal disini tapi aku masih saja tersesat?” Runtuknya kesal.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya, dia melihat sekeliling dan tanpa sengaja mendapati Tao yang sedang melatih wushunya di balkon, senyuman lebar langsung mengembang di wajahnya.

“Tao-yah!!!” Baekhyun memanggil Tao dengan bersemangat, segera saja dia berlari dan mendekati Tao yang hampir saja memukul Baekhyun dengan tongkatnya jika saja Baekhyun tidak cepat menghindar ke pojok balkon.

“Ya!!! Hati-hati kalau berlatih!!” Baekhyun berteriak keras.

Tao menghentikan latihannya dan menatap Baekhyun malas, “Seharusnya kau yang jaga jarak!! Sudah tau aku sedang berlatih dengan tongkat kau malah berlari ke arahku!!” Balas Tao tak kalah sengit.

“Ya!! Aku ini lebih tua darimu!! Seharusnya kau menghentikan latihanmu saat mendengar aku memanggil namamu!!”

“Aku bukan orang Korea! Aku tidak perlu mengikuti aturan disini!!”

“Ya!! Kau-”

“Bisa tidak kalian berdua diam??!!” Suara nyaring Jongdae memotong ucapan Baekhyun dan membuat Baekhyun maupun Tao menutup kedua telinga mereka.

“Ya!! Jongdae-yah, tidak bisakah kau menggunakan nada tinggi saat menyanyi saja? Telingaku bisa tuli jika kau berbicara seperti tadi!!” Baekhyun berteriak kesal.

“Kau juga sama!!” Balas Jongdae juga berteriak.

“Kalian semua hentikan!!” Dan satu ucapan tegas dari Kris yang terbang di atas balkon pun menghentikan pertengkaran mereka yang seperti anak kecil.

Kris melayang mendekati ketiga orang itu dan akhirnya menapakkan kakinya di balkon, Kris memandang ketiga orang itu dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada, dia menggelengkan kepalanya pelan, “Apa yang membuat kalian bertiga berdebat? Apa kalian tidak tau kalau suara kalian bahkan terdengar sampai lantai dasar?”

“Hah? Lantai dasar? Tidak mungkin” Tao menyangkal, karena memang tidak mungkin suaranya bisa terdengar ke lantai dasar, yang memungkinkan adalah Baekhyun dan Jongdae.

Kris mengalihkan perhatiannya kepada Tao, “Apa kau tidak sadar jika kau berteriak suaramu hampir menyamai mereka?”

Tao membulatkan matanya lebar namun sesaat kemudian ekspresinya kembali terlihat biasa, “Sekalipun suaraku hampir menyamai setidaknya suaraku tidak membuat telinga orang yang mendengar berdengung seperti mereka” Tao menunjuk Baekhyun dan Jongdae bergantian.

“YA!!!” Baekhyun dan Jongdae berteriak bersamaan, secara refleks Kris dan Tao langsung menutup telinga mereka.

“Ouch… Telingaku berdengung” Ujar Kris yang kini sibuk mengusap-usap telinganya yang sakit, Kris menatap Baekhyun dan Jongdae bergantian, “Baekhyun-ah, Jongdae-yah, jangan berteriak lagi dirumah, suara kalian mengerikan” Ujarnya pelan, baik Jongdae maupun Baekhyun hanya bisa mendengus tanpa membantah jika Kris yang bicara.

“Oh iya, sebaiknya kalian semua turun karena Kyungsoo sudah menyiapkan sarapan untuk kita” Ujarnya sekali lagi sebelum akhirnya kembali terbang dan turun ke bawah.

Setelah Kris tidak ada, Tao memicingkan matanya menatap Baekhyun dan Jongdae bergantian, tanpa mengatakan apapun dia langsung pergi meninggalkan kedua orang yang masih diam di tempat mereka masing-masing. Kini hanya tinggal Baekhyun dan Jongdae, kedua orang itu saling menatap sebelum sama-sama membalikkan badan mereka membelakangi satu sama lain dan pergi.

-***-

Para MAMA berkumpul di ruang makan, semuanya lengkap berdua belas, sumpit mereka sibuk bergerak antara makanan dan mulut mereka, mereka diam ketika saat-saat seperti ini, hingga akhirnya satu persatu dari mereka telah mengosongkan isi piring mereka. Chanyeol yang meminum susu hangatnya tiba-tiba tersedak, membuat para MAMA menoleh ke arahnya dengan tatapan bingung.

“Chanyeol-ah, kau kenapa?” Suho bertanya.

Chanyeol tidak menjawab, dia hanya menatap Yixing dengan kening mengerut dan membuat para MAMA mengikuti arah pandangan Chanyeol, mereka menatap Yixing.

Yixing menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri bingung, “Apa kalian semua melihatku?” Tanyanya polos.

“Yixing hyung, apa kau tidak apa-apa?” Chanyeol bersuara, membuat kening Yixing mengerut heran.

“Apa maksudmu?”

Chanyeol menunjuk kening Yixing, “Lambang unicorn di kening hyung berpendar”

“Hah?” Yixing mengusap keningnya, dia menatap MAMA lain dengan wajah polosnya, “Aku kenapa?”

Para MAMA sontak memejamkan mata mereka sejenak menghadapi kepolosan Yixing, mereka menatap Yixing dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.

“Yixing-ah, apa kau merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan dirimu?” Tanya Minseok.

Yixing menggeleng, “Memangnya kenapa aku harus merasa tidak beres?”

Lagi-lagi para MAMA harus menahan kesabaran mereka menghadapi Yixing yang tingkat kepolosannya berada di atas normal.

“Aniya, lupakan saja” Minseok menyerah karena dia bisa saja kesal kepada Yixing tanpa sebab yang jelas, dia kini mengalihkan tatapannya kepada Kris. “Kris, bukankah lambang yang berada di kening tidak bisa terlihat kecuali oleh peliharaan para MAMA?” Tanyanya.

Kris beringsut sejenak, menyandarkan punggungnya dan melipat kedua tangannya didepan dada, “Sejujurnya aku juga baru saja memikirkan hal itu, aku tidak tau kenapa lambang yang berada di kening Yixing tiba-tiba berpendar, Suho-yah, apa kau tau?” Kris melempar pertanyaan kepada Suho.

Suho mengendikkan bahunya pelan, “Aku juga tidak tau”

“Lebih baik kita bertanya langsung kepada Donghae hyung, lagi pula hari ini hari minggu, kita semua ada di rumah…” Usul Luhan yang dijawab dengan anggukan dari MAMA lain, Luhan kemudian mengalihkan tatapannya kepada Sehun yang duduk disampingnya, “Sehun-ah, bisakah kau meminta kedua orang tuamu kesini?”

“Mm, aku akan melakukannya”

Sehun memejamkan mata mengirim pesan kepada orang tuanya untuk menemui dirinya dan MAMA lain, tidak lama, cahaya berwarna biru muncul di kanan-kiri Sehun dan perlahan-lahan berubah menjadi dua sosok yang sangat mereka kenal, kedua sosok itu memberikan senyuman tipis kepada para MAMA, para MAMA pun membalasnya dengan senyuman yang sama kepada mereka berdua.

Yoona memeluk Sehun dari samping dan mengecup pipi anaknya sayang, Sehun sedikit menjauhkan wajahnya dan mendengus, “Ma, aku bukan anak kecil lagi, hentikan, aku malu jika hyungdeul melihat Mama memperlakukanku seperti ini…” Desis Sehun sedikit berbisik.

Baik Yoona dan Donghae terkekeh kecil melihat tingkah anak mereka, Donghae mengelus-elus kepala Sehun pelan namun Sehun terlihat berusaha menghindar.

“Sehun-ah, kau jangan berpura-pura dewasa di depan kami, kami tidak ingin melihatmu menangis hanya karena kau tidak sempat bermanja-manja dengan kedua orang tuamu ketika mereka sudah kembali ke Sanguinets” Celetuk Luhan yang langsung disambut gelak tawa dari MAMA lain, begitupun Yoona dan Donghae, sedangkan Sehun hanya memandang Luhan tajam dan mendengus.

Donghae kembali terkekeh, dia kemudian memandang para MAMA dengan mata teduhnya, “Ada apa kalian memintaku kemari?” Tanyanya.

“Kami ingin menanyakan kenapa lambang Unicorn dikening Yixing berpendar hyung…” Jawab Luhan yang langsung membuat Donghae dan Yoona mengalihkan perhatian mereka kepada Yixing yang masih setia dengan wajah polosnya.

Donghae mendekati Yixing dan meletakkan telapak tangannya di kening Yixing. Donghae memejamkan matanya merasakan apa yang sebenarnya terjadi, lama Donghae melakukannya hingga akhirnya dia membuka matanya kembali.

Donghae menatap para MAMA dengan mata sendunya dan tersenyum tipis, “Tidak ada apa-apa, semuanya baik-baik saja, hanya saja para Unicorn di Sanguinets ingin bertemu Yixing karena kemarin dia telah menyelamatkan seseorang dari kematian…” Jelas Donghae.

“Syukurlah…” Kris bergumam lega, sebagai pemimpin tanggung jawab terbesar ada di tangannya jika terjadi sesuatu kepada para MAMA.

Tiba-tiba ponsel Sehun bordering, Sehun pun mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau sebelum mendekatkan ponsel itu ke telinga.

“Yoboseyo?”

“…”

Mata Sehun membulat, “Apa?? Saya akan mengeceknya sekarang juga!!” Keterkejutan Sehun membuat para MAMA mengalihkan perhatian mereka kepada Sehun, begitupun Yoona dan Donghae.

Luhan menahan tangan Sehun ketika Sehun beranjak dari tempat duduknya, “Sehun-ah, ada apa? Kenapa kau terlihat begitu gusar?”

“Equinox terjadi hari ini”

-***-

-TBC-

 

Iklan

22 thoughts on “History of MAMA II Chapter 2

  1. Wah akhir nya di publish juga ni ff keren banget sehun oppa ga mau di manja-manjain sama orang tua nya next thor jangan lama-lama ya

  2. Ping-balik: History of MAMA II Chapter 3 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s