The Hidden and The Sacred Chapter 7

The Hidden and The Sacred

The Hidden and The Sacred

Title : The Hidden and The Sacred

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • EXO Member
  • Lee Taemin SHINee
  • Choi Minho SHINee
  • Other

-Chapter Seven-

Summary :

“Hyung… Lebih dari tidak merasakan keberadaan Tao aku malah merasakan kalau dia sudah tidak ada…”

-***-

A/N:

Happy Birthday buat uri kungfu Panda Tao :*

Part Before : 6

Be aware with typo(s)

Happy reading :*

-***-

“Bagaimana kita bisa menemukan Tao? Aku sama sekali tidak bisa merasakan keberadaanya!” Gerutu Kai sebal, dia langsung mendudukkan dirinya sembarangan dan mengacak-acak rambutnya frustasi.

D.O menghela nafas panjang kemudian mendudukkan dirinya di samping Kai, “Jangan cepat menyerah, Tao adalah saudara kandungmu, kau pasti akan bisa merasakan keberadaannya… Bersabarlah sedikit…”

Kai menoleh, “Hyung… Lebih dari tidak merasakan keberadaan Tao aku malah merasakan kalau dia sudah tidak ada…” Ujar Kai lemas, mata D.O yang bulat langsung membelalak lebar mendengar apa yang Kai ucapkan barusan.

“Kau serius?”

Kai mengangguk pelan, “Mm, aku merasa kalau Tao sudah mati…”

“Jangan bicara sembarangan!” Sergah Kris yang tanpa sengaja mendengar percakapan antara Kai dan D.O.

Kai mendongakkan wajahnya menatap Kris, “Hyung, aku tidak bicara sembarangan, aku memang benar-benar merasa kalau Tao sudah tidak ada, dia sudah meninggal…”

Kris memandang Kai tajam, “Aku tidak mempercayaimu, dia pasti hanya sedang bersembunyi di suatu tempat!”

Kai menghela nafas panjang, “Hyung… Sekalipun Tao berada di ujung dunia, aku pasti masih bisa merasakan keberadaannya dan merasakan sihirnya…” Kai beranjak dari duduknya dan menepuk bahu Kris, “Tapi kali ini sepertinya kita harus menerima kenyataan kalau Tao sudah tidak ada…”

-***-

Chen hanya mengaduk-aduk kopinya di kantin tanpa ada niatan untuk meminumnya, sesekali dia menghembuskan nafas berat dan menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.

“Sendirian?” Seseorang menepuk bahu Chen dan membuat Chen terlonjak.

“Taemin?” Ujarnya kaget ketika melihat siapa yang menepuk bahunya.

Taemin tersenyum manis, “Boleh aku duduk disini?” Tanyanya sambil menunjuk kursi yang ada di depan Chen.

“Mm, duduk saja” Jawab Chen singkat kemudian kembali mengaduk-aduk kopinya.

Taemin yang sudah duduk kini memandang Chen heran, “Kenapa kau tidak meminum kopimu?”

“Hanya malas…”

Taemin melipat kedua tangannya di depan dada, “Apa ada masalah di keluargamu?” Selidik Taemin.

“Sedikit” Jawab Chen masih singkat.

Taemin menghela nafas panjang, “Berceritalah kepadaku, aku akan mendengarkan seluruhnya…” Ujarnya sambil menggenggam salah satu tangan Chen.

Chen menatap Taemin yang memandangnya dengan tatapan yang sanggup membuat Chen percaya dengan pria yang ada di depannya saat ini, di tambah senyuman tipisnya yang menghangatkan seakan memberi healing effect kepada Chen yang sudah hampir gila karena masalah baru di keluarganya.

“Bisakah aku mempercayaimu dan menjaga apa yang aku ceritakan nanti sebagai rahasia?” Tanyanya kepada Taemin.

“Tentu saja!” Jawab Taemin bersemangat.

Akhirnya setelah menghela nafas panjang beberapa kali Chen menceritakan seluruh masalah keluarganya, begitupun tentang hilangnya Tao yang tiba-tiba, dan selama Chen bercerita, bola mata Taemin terus membelalak lebar, antara percaya atau tidak dengan apa yang di dengarnya barusan.

“A… Apakah semua yang kau ceritakan tadi itu nyata?” Tanyanya sedikit tergagap karena shock.

Chen menganggukkan kepalanya pelan, “Mm, di dunia ini… Sihir dan manusia serigala bukan hanya sekedar cerita dongeng untuk anak-anak, tapi itu juga merupakan sebuah kenyataan dengan segelintir orang yang di takdirkan untuk memiliki atau menjadi salah satunya…”

-***-

Sehun berjalan di sekitar kampus dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam saku celana, wajahnya yang tampak sangat dingin itu membuat beberapa orang menyisih untuk memberinya celah untuk berjalan, sampai akhirnya dia sampai ke fakultas Luhan, dia mencari ruang kelas Luhan dan setelah menemukannya, tanpa memberi salam atau mengatakan apapun kepada dosen yang ada di kelas itu Sehun langsung masuk dan menarik Luhan keluar, tentu saja itu mengundang tatapan heran dari seluruh mahasiswa yang ada di kelas tersebut, sedangkan Luhan hanya bisa tersenyum kikuk mendapat tatapan seperti itu dari teman-teman juga dosennya.

Sehun hanya diam dan terus menyeret Luhan sekalipun berkali-kali Luhan mencoba melepaskan genggaman tangan Sehun dan memborbardirnya dengan berbagai macam pertanyaan. Hingga akhirnya mereka sampai di bagian samping kampus yang sangat jarang di lewati mahasiswa, namun di samping kampus itu ada Minho, Baekhyun dan Chanyeol.

Luhan akhirnya berhenti meronta ketika melihat orang-orang tersebut, “Kalian? Sedang apa kalian disini?” Tanyanya ketika sampai.

“Kami ingin membicarakan sesuatu denganmu hyung…” Jawab Chanyeol.

Luhan mengerutkan keningnya dan mendudukkan dirinya di salah satu bangku, “Memangnya apa yang kalian ingin bicarakan denganku?” Tanyanya lagi.

“Tanya saja pada mereka” Ujar Baekhyun sambil menunjuk Minho dan Sehun.

Luhan mengikuti arah tangan Baekhyun dan menatap kedua orang itu bergantian, “Sebenarnya ada apa?”

Sehun menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Luhan, “Hyung, aku mengajakmu kesini karena aku dan Minho hyung kemarin sudah merencanakan sesuatu, aku, Baekhyun hyung, Chanyeol hyung, hyung sendiri juga di sertai Minho hyung akan ke London…”

Luhan mengerutkan keningnya makin tidak mengerti, “Ke London? Untuk apa?”

“Kita harus menjemput L dan meminta bantuannya…” Jawab Minho pelan.

“Bagaimana? Apa hyung mau?” Tawar Sehun.

Luhan tidak langsung menjawab, dia menundukkan wajahnya berfikir, beberapa saat kemudian dia mendongakkan kepalanya, “Apa kita harus benar-benar ke London untuk meminta bantuan L?”

“Luhan hyung, apa hyung tidak bisa melihat betapa kacaunya keluarga kita saat ini? Bahkan Kris hyung kini sudah tidak bisa berfikir jernih semenjak hilangnya Tao…” Ujar Chanyeol yang di sertai anggukan persetujuan Baekhyun.

“Bukankah kita masih bisa meminta bantuan Lucifer?” Tanyanya yang langsung membuat Sehun dan Minho menghela nafas berat mereka.

“Luhan, sebelumnya maafkan aku jika aku sudah masuk ke dalam keluargamu terlalu jauh, tapi aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa beberapa hari lalu Lucifer telah diserang orang yang tidak dikenalnya…” Ujarnya yang langsung membuat mata Luhan membulat lebar, begitupun Chanyeol dan Baekhyun.

“Dan dari yang ku dengar orang itu bahkan memenjarakan Lucifer di pintu neraka…” Tambah Sehun yang makin membuat mata ketiga orang tadi melebar.

Setelah mendengar apa yang di katakan Sehun dan Minho tadi, Luhan akhirnya membuat keputusan, dia melihat keempat orang itu bergantian, Luhan menghela nafas panjang, “Baiklah, kita akan ke London sore ini juga!”

-***-

Lay dan Xiumin berjalan bersama di koridor kampus menuju ruang kesehatan, mereka berdua tadi mendapat kabar bahwa Suho pingsan ketika berada di kelasnya dan dengan segera kedua orang itu pun pergi untuk melihat keadaan Suho.

Lay membuka pintu ruang kesehatan pelan dan mendapati tubuh Suho yang terbaring lemah dengan wajah yang pucat dan mata yang tertutup rapat di atas matras, kedua orang itu pun mempercepat langkah mereka menuju Suho.

Lay mengguncang tubuh Suho pelan, “Suho… Bangunlah, ini aku, Lay…” Ujarnya lirih, namun Suho sama sekali tidak membuka matanya.

Lay tidak menyerah, dia terus saja berusaha membangunkan Suho dengan melakukan hal yang sama, disisi lain, Xiumin menggenggam tangan Suho dan memejamkan matanya seperti merasakan sesuatu, beberapa saat Xiumin berada dalam posisi yang sama namun tiba-tiba matanya membelalak lebar.

“Lay…” Panggil Xiumin pelan.

Lay menolehkan wajahnya menatap Xiumin, “Ada apa hyung?”

“Ada yang memantrai Suho dengan mantra kematian…”

-***-

“Tapi kenapa?” Tanya Tao dengan bibir bergetar, matanya bahkan berkaca-kaca saat ini.

“Karena aku ingin menyempurnakan sihirku dengan mengambil kekuatan seluruh keturunan Ipswich…” Ujarnya masih dingin.

“Bukankah kau sahabat Kai, Taemin Calvert?”

Taemin menyeringai tipis, “Aku bukan sekedar sahabatnya Tao Hill… Aku adalah sudaranya, dan itu artinya aku juga adalah saudaramu juga…”

“Maksudmu?”

Taemin tidak menjawab, dia hanya mendekati Tao dan mengelus wajahnya dengan sihir hijau yang melapisi tangannya, membuat Tao perlahan menutup matanya, Taemin menegapkan tubuhnya dan memandang Tao meremehkan, “So weak…”

Taemin kemudian berjalan melewati lorong yang kanan-kirinya terukir bentuk ular itu menuju tempat dimana ada kolam kecil yang bersinar dengan air mancur kecil yang bersinar seperti emas, Taemin mencelupkan tangannya ke air itu dan membasuhkannya ke wajahnya.

“Selama ini aku selalu mempertahankan kemudaanku dengan air ini, setelah ini aku akan mempertahankan kemudaanku dengan kekuatan mereka yang akan segera menjadi milikku…”

-***-

-TBC-

Iklan

16 thoughts on “The Hidden and The Sacred Chapter 7

  1. ternyata Taemin pelakunyaaa 😮 dari awal uda curiga sih sama taemin kkkk
    dan trnyata taemin saudara kai ? :O
    ntar L smoga bisa ngebantu ,,,
    lanjut author ..
    fighting ‘-‘/

  2. Sebelumnya maaf ya min baru komen hihi.
    Jadi Taemin saudara Hill? Ayah nya Tao Kai sama Suho punya istri lain gitu?
    Cepet dilanjut aja deh, ceritanya bagus hihi

  3. Tuh kan sdah q duga pelakux pasti taemin..huh menyebalkn…dah lah matiin aja tuh taeminx thor dr pada jadi serigala berbulu domba…ngeselin kan entar kacian trio hill sibling..

  4. pertama kali dijelasin ttg taemin yg mirip bgt sama kai, itu udah mencurigakan *pasang mata bulat D.O*
    tapi kn tapi kn, kayaknya bukan taemin, iya kan thor ?? *ah molla*

    lanjut ^^

  5. Ping-balik: The Hidden and The Sacred Chapter 8 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s