Promise and Responsibility Chapter 3

PAR

Promise and Responsibility

Title : Promise and Responsibility

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Brotherhood, Friendship,Action.

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Oh Sehun as Kim Sehun.
  • Luhan as Kim Luhan.
  • Suho as Kim Suho.
  • Kai as Jung Jongin.
  • Kris as Kris Wu.
  • Chanyeol as Park Chanyeol.
  • Another EXO’s member.

Support cast:

  • Lee DongHae (Super Junior).
  • Im YoonA (Girls Generation).
  • Lee Jinki (SHINee).
  • Taeyeong (SMROOKIES)

Summary:

“Kau tau ayahnya tidak akan tinggal diam tentang masalah ini, dia pasti akan memenjarakanmu kalau sampai dia tau kau yang membuat wajah anaknya memar…”

-***-

A/N:

Author mau nanya, diantara readers ada yang nungguin Angel ga? Mohon dijawab ne ^^

Part Before : 2

Be Aware with typo(s)

Happy Reading^^

-***-

Baekhyun membulatkan matanya, “Ki… Kim Sehun katamu? Apa kau tidak salah orang?” Tanyanya memastikan.

“Tidak, aku memang ingin bertemu dengannya, kenapa memangnya? Apa ada yang salah dengan anak itu?”

“Aniya, kau ‘kan tau sendiri kalau dia adalah biang onar di sekolah… Jadi-”

“Justru karena itu aku ingin bertemu dengannya” Potong Jongin cepat, “Ppali, antarkan aku ke kelasnya…”

Baekhyun menghela nafas panjang, “Baiklah…” Ujarnya menyerah.

-***-

“Sehun-ah, aku dengar kau berkelahi dengan Park Chanyeol dan membuatnya babak belur kemarin, apa itu benar?” Tanya Taeyeong, teman sebangku Sehun.

“Mm”

Taeyeong membulatkan matanya dan merangkul bahu Sehun, “Ya… Kau tau ayahnya tidak akan tinggal diam tentang masalah ini, dia pasti akan memenjarakanmu kalau sampai dia tau kau yang membuat wajah anaknya memar…”

Sehun menoleh dan menatap Taeyeong, dia meniup poninya sebentar sebelum menanggapi ucapan temannya barusan, “Aku tidak peduli, bahkan jika ayahnya adalah seorang presiden aku tidak takut”

Taeyeong melepaskan rangkulannya dan hanya mengangguk-angguk kecil mendengar ucapan temannya itu, temannya yang satu ini memang tidak pernah mengenal apa itu yang namanya takut, bahkan ketika kepala sekolah mereka yang terkenal killer mengadakan inspeksi seragam dadakan dan kebetulan waktu itu Sehun sedang tidak memakai almamater karena almamaternya sobek akibat berkelahi, dia terlihat begitu santai, dia bahkan masih bisa terlihat santai ketika menerima hukuman lari mengelilingi lapangan sebanyak sepuluh kali dan push-up seratus kali tanpa terlihat lelah.

Tiba-tiba pintu kelas mereka terbuka, Jinki seonsaengnim masuk ke kelas disertai dengan Chanyeol dan pria berjas hitam yang terlihat begitu angkuh, bahkan di balik kaca mata bulatnya itu bisa terlihat bahwa dia menatap seluruh murid di kelas itu dengan tatapan meremehkan, Sehun balas memandang pria itu dengan tatapan yang lebih meremehkan lagi, di tambah dengan sunggingan senyum paling merendahkan ia miliki.

“Anak-anak, ini adalah tuan Park Joongjin, ayah dari Park Chanyeol haksaeng, beri hormat kepada beliau…” Perintah Jinki kepada murid-muridnya.

Murid-murid kelas itu pun menurut, mereka sedikit membungkukkan kepala mereka dan memberi salam, kecuali satu orang yang ada bangku paling belakang di samping jendela yang masih setia memandang orang itu dengan tatapan merendahkan miliknya.

“Jinki-ssi, sebaiknya tidak perlu basa-basi, aku hanya ingin segera bertemu dengan anak yang berani-beraninya membuat wajah tampan anakku memar” Ujarnya menyombongkan diri.

“Tck” Sehun langsung berdecak dan berdiri, “Aku yang membuatnya begitu, ada masalah?” Ujar Sehun sangat tidak sopan, serentak murid-murid kelas itu menolehkan wajah mereka menatap Sehun.

“Oh… Jadi kau yang melukai anakku, apa kau tidak tau siapa aku, hah?” Sombong ayah Chanyeol dengan nada yang meninggi.

“Tidak, dan aku tidak peduli!” Tukas Sehun cepat.

Kedua tangan ayah Chanyeol mengepal, “Aku adalah pemilik yayasan ini, apa kau tidak pernah mendengar hal itu? Aku bisa memenjarakanmu sekarang juga karena tingkah lakumu itu!!”

“Hah? Pemilik yayasan katamu? Jangan bercanda!! Kau hanya orang yang di suruh pemilik yayasan yang sebenarnya untuk mengurus yayasan ini, dengan kata lain kau hanyalah pembantu!!”

“Tutup mulutmu!!!” Teriak ayah Chanyeol geram.

“Pssstt, Sehun-ah, hentikan, kau ada dalam masalah besar sekarang…” Taeyeong menarik almamater Sehun pelan dan menyuruhnya duduk, namun Sehun sama sekali tidak mengindahkan peringatan temannya, dia malah menyingkirkan tangan Taeyeong pelan.

Ayah Chanyeol melangkahkan kakinya lebar-lebar menuju tempat duduk Sehun, Sehun hanya menatap orang itu masih dengan tatapan merendahkan miliknya, sedangkan Taeyeong hanya bisa menundukkan kepalanya takut. Tuan Joongjin mengangkat tangannya bersiap menampar Sehun, Jinki yang melihat murid paling nakalnya itu akan di tampar hanya bisa menutup matanya rapat, sekalipun Sehun selalu membuat kepalanya pening karena ulahnya yang selalu membuat masalah, tapi dia tetap menyayangi muridnya itu.

Lama Jinki menutup matanya tapi sama sekali tidak terdengar suara tamparan, Jinki menguatkan hatinya untuk membuka mata, dan Jinki pun membelalakkan matanya ketika melihat Sehun mencengkeram tangan ayah Chanyeol dan menatapnya tajam.

“Biarkan saya memberi tahu anda, tuan Park Joongjin yang terhormat, saya tidak akan menghajar anak anda jika dia tidak lebih dahulu membuat masalah, apakah anda mengetahui bahwa anak anda telah membully hampir setengah dari anak tidak bersalah di sekolah ini?”

Tuan Joongjin hanya diam, namun mulutnya yang makin rapat mengatup itu membuat tulang rahangnya makin terlihat jelas, tatapan matanya yang makin tajam sangat terlihat jelas meskipun berada di balik kaca mata bulatnya, menyiratkan betapa bencinya dia kepada di Sehun.

“Saya tidak peduli siapa anda, saya hanya mengikuti apa kata hati saya sebelum lebih banyak lagi murid sekolah yang di bully oleh anak anda!” Tukas Sehun tajam.

Kedua orang itu saling bertatapan dengan tatapan tajam penuh kebencian yang tersirat di mata mereka masing-masing, seluruh siswa yang lain hanya bisa diam tanpa bisa mengatakan apapun, bahkan beberapa dari mereka yang menahan nafas melihat kedua orang itu.

Kreek

Pintu kelas kembali terbuka, membuat seluruh orang di kelas itu mengalihkan perhatian mereka ke pintu, tak terkecuali tuan Joongjin dan Sehun yang bertikai, baik Sehun dan tuan Joongjin langsung membulatkan mata mereka ketika melihat siapa yang muncul dari pintu itu.

“Luhan hyung…”

“Tuan Kim!” Seru tuan Joongjin pelan.

“Eh?” Luhan membulatkan matanya kaget ketika melihat kedua orang yang sangat di kenalnya saling berhadapan, terlebih posisi Sehun yang saat ini mencengkram tangan tuan Joongjin membuat Luhan makin bingung.

“Sehunie? Tuan Park?” Apa yang kalian berdua lakukan?” Tanyanya kepada kedua orang itu.

“Hyung, hyung mengenal orang ini?” Tanya Sehun kaget, dia langsung melepaskan cengkaramannya dan berganti menunjuk tuan Joongjin tepat di mukanya.

Luhan menganggukkan kepalanya, “Mm, tentu saja aku mengenalnya…”

“Tuan Kim, anda mengenal anak tidak sopan ini?” Kali ini tuan Joongjin yang bertanya, ekspresi Luhan langsung berubah datar ketika mendengar pertanyaan tuan Joongjin tentang adiknya.

“Dia adik kandungku, Sehunie memang sedikit tidak sopan, maafkan dia jika dia telah berlaku tidak sopan kepada anda…” Ujar Luhan sambil tersenyum tipis.

Tuan Joongjin membulatkan matanya, dia kemudian menatap Sehun dan membungkukkan badannya 90 derajat. “Maafkan saya tuan Kim, saya harap anda memaafkan seluruh ucapan saya yang tidak sopan kepada anda tadi…” Ujarnya yang langsung membuat murid-murid menatap ayah Chanyeol kaget, tak terkecuali Chanyeol sendiri.

Sehun hanya diam, sebenarnya dia mengetahui apa alasan ayah Chanyeol yang berubah tiba-tiba, namun dia hanya lebih memilih untuk diam, sebelum sesuatu yang lebih panjang akan terjadi. Luhan yang melihat adiknya diam hanya tersenyum tipis dan akhirnya melangkahkan kakinya menuju kedua orang itu.

Luhan menepuk punggung tuan Park pelan dan menyuruhnya berdiri, “Sudahlah, lebih baik sekarang anda pulang, dan terima kasih…” Ujar Luhan, tuan Park hanya membungkukkan badannya undur diri dan menggiring Chanyeol untuk ikut pergi bersamanya, tuan Park sendiri telah mengerti apa yang dimaksud Luhan dengan ‘terima kasih’.

Setelah tuan Park dan anaknya pergi, Luhan melipat kedua tangannya di depan dada, dia menatap Sehun dan menggelengkan kepalanya pelan namun tidak mengatakan apapun, dia kemudian tersenyum tipis sebelum akhirnya mengacak rambut Sehun sebentar dan berjalan menuju Jinki yang masih terpaku di tempatnya tanpa tau ada apa sebenarnya.

“Seonsaengnim, Donghae Seonsaengnim mencari anda di kantor…” Ujar Luhan yang akhirnya menyampaikan apa alasannya ke kelas Sehun.

“Baiklah” Ujar Jinki singkat yang langsung keluar kelas dan di ikuti Luhan di belakangnya.

-***-

Sehun memainkan bola sepak di kakinya karena bosan menunggu Luhan yang tak kunjung kembali dari ruang guru, wajar, Luhan memang murid teladan nan pintar yang menjadi langganan untuk mengikuti olimpiade seperti saat ini, sebenarnya bukan hanya Luhan, Sehun juga sama pintarnya dengan Luhan, bahkan dia lebih cerdas, hanya kelakuannya saja yang membuat guru-guru berfikir dua kali untuk mengikutkannya ke perlombaan, bukan hanya itu, Sehun sendiri seringkali menolak untuk mengikuti perlombaan seperti kakaknya, alasannya selalu sama, dia malas.

“Itu dia!” Seru seseorang yang terdengar di telinga Sehun, Sehun menolehkan wajahnya, dia melihat dua orang sedang berjalan menuju dirinya.

“Kau Kim Sehun?” Tanya seseorang yang berkulit lebih gelap, Sehun hanya menganggukkan kepalanya, sebuah senyuman tersungging di wajah pria berkulit gelap tadi, dia kemudian menoleh kepada seseorang yang lebih pendek darinya.

“Baekhyun-ah, kau boleh kembali sekarang” Ujarnya yang langsung di sambut dengusan singkat dari Baekhyun, dan tanpa mengucapkan selamat tinggal, Baekhyun meninggalkan kedua orang itu.

Pria berkulit agak gelap itu menjulurkan tangannya, “Aku Jung Jongin…” Ujarnya memperkenalkan diri.

“Kim Sehun” Ujar Sehun sembari menyambut uluran tangan Jongin. “Ada apa kau mencariku?” Tanyanya langsung.

“Aku hanya ingin berterima kasih kepadamu karena kau telah menyelamatkan sepupuku kemarin…”

“Sepupumu?”

Jongin mengangguk, “Mm, namja bermata bulat yang di bully Park Chanyeol kemarin adalah sepupuku, namanya Do Kyungsoo…”

“Oh… Aku hanya kebetulan lewat”

“Tapi tetap saja aku sangat berterimakasih kepadamu, seandainya saja Kyungsoo hyung tidak kau tolong kemarin mungkin sekarang dia akan depresi dan tidak akan berani ke sekolah…” Ujarnya yang terdengar makin lirih, tatapan matanya tiba-tiba berubah menjadi sendu.

Sehun memiringkan kepalanya sedikit dan mengerutkan kening, “Seburuk itukah?”

Jongin kembali mengangguk, “Mm, Kyungsoo hyung adalah orang yang mudah sekali takut, dan aku takut jika ketakutannya terus saja bertambah maka lama-lama dia akan depresi, setidaknya dengan pertolonganmu kemarin dia menjadi terasa terlindungi…”

Sehun menghela nafas panjang dan menepuk bahu Jongin pelan, “Kau tenang saja, aku berjanji padamu akan selalu melindunginya…”

Jongin menatap Sehun dengan tatapan penuh terima kasih, senyuman tipis tersungging di wajah keduanya.

“Kim Sehun!!” Suara Luhan yang memanggil Sehun menginterupsi kedua orang itu.

Jongin langsung membungkukkan badannya sejenak ketika Luhan ada di depannya “Annyeonghaseyo sunbae-nim… Jung Jongin imnida…” Sapanya sopan.

“Oh, Annyeong, aku Kim Luhan…” Balas Luhan ceria, “Apa kalian masih butuh bicara berdua? Aku bisa meninggalkan kalian sebentar” Luhan menawarkan.

Jongin menggeleng cepat, “Aniyo, kami sudah selesai bicara, saya pamit pergi dulu, anneyeonghaseyo…” Ujar Jongin sedikit membungkukkan badannya kemudian pergi.

Luhan mengerutkan keningnya bingung namun sesaat kemudian kembali merubah wajahnya menjadi biasa dan menatap adiknya, “Sehun-ah, ayo kita pulang, Yixing ahjussi sudah menunggu kita di pemberhentian bus” Ujar Luhan yang langsung merangkul pundak Sehun.

-***-

Sehun yang biasanya ramai ketika di dalam mobil kini hanya diam dan menatap ke luar jendela, melihat pohon-pohon pinus yang seakan berjalan melewatinya dan sesekali menghembuskan nafas berat.

“Sehun-ah…” Panggil Luhan pelan.

Sehun menoleh, “Mm?”

“Kenapa kau hanya diam? Apa kau sedang sakit?”

Sehun menggeleng pelan, “Aku tidak sakit, hyung tidak usah khawatir…”

Luhan menghela nafas panjang, dia beringsut menghadap Sehun kemudian mengelus-elus kepala adiknya pelan, “Bagaimana aku tidak khawatir kepada adikku, adikku yang biasanya selalu berceloteh kini tiba-tiba diam…”

Sehun tersenyum tipis, “Secerewet itu ‘kah aku di mata hyung?”

“Mm, kau adikku yang paling cerewet tapi juga yang paling aku sayang…” Ujar Luhan yang langsung membuat Sehun tertawa, sedangkan Luhan hanya tersenyum tipis, dia bahagia bisa melihat tawa lepas adiknya.

Beberapa saat kemudian Sehun berhenti tertawa, dia menatap Luhan sedikit serius, “Hyung, kenapa appa melarang kita untuk mengungkapkan bahwa kita adalah anaknya?” Tanya Sehun tiba-tiba, untuk sejenak Luhan tersentak.

“Tentu saja kita harus menyembunyikannya, kau tau perusahan appa adalah perusahaan yang paling sukses, tentunya appa mempunyai banyak saingan dan mungkin saja diantara mereka ada yang mengincar kita, kita harus merahasiakannya agar kita selamat”

Sehun menganggukkan kepalanya mengerti, “Apa itu juga alasan rumah kita ada di bukit?”

“Mm, selain karena hampir tidak ada orang yang ke sana, pemandangan di bukit juga sangat indah, rumah kita di kelilingi pohon pinus dan cemara yang aku rasa sangat membantu ketika kita berlatih menembak…”

“Hyung benar, oh iya hyung, bagaimana hyung bisa mengenal ayah Park Chanyeol?”

“Dia salah satu anak buah appa…”

Sehun membulatkan matanya lebar, “Anak buah appa? Orang congkak seperti dia anak buah appa?!”

“Hey, jangan bicara seperti itu, walaupun dia memang sedikit sombong, tapi setidaknya dia melaksanakan seluruh tugas dari appa dengan sangat baik…”

Sehun mendengus, “Tetap saja aku tidak suka” Ketusnya sambil mengerucutkan bibir, Luhan hanya mengacak rambut jamur adiknya gemas.

“Sehunie, temanmu yang bernama Jung Jongin tadi murid baru ya? Aku tidak pernah melihatnya…”

Sehun mengendikkan bahunya, “Aku tidak tau… Tapi hyung, ada sesuatu yang aneh dari cara dia menatapku tadi…”

“Sesuatu yang aneh? Aneh bagaimana?”

“Entahlah… Tatapannya itu seperti menarikku masuk untuk lebih mengetahui kehidupannya…” Ujar Sehun yang sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan apa yang ada dalam hatinya saat ini.

“Kalau begitu bersahabatlah dengan dia…” Usul Luhan.

“Sahabat?”

-***-

-TBC-

Iklan

13 thoughts on “Promise and Responsibility Chapter 3

  1. makin seru aja nih cerita…
    nice story chingu ^^

    aq nunggu kelanjutan Angel chingu… dilanjutin ya.. keep writing.. ^^

  2. Tuhhh…rasain tuan park joongjin yg sombong..makax jd org tu jgn sombng..
    Thor sehun ma jongin hrs bershbat ya q suka couple “sejong” pasti seru…
    Satu lg thor, kapan kris bs ketemu sehun ma luhan kan kacian pasti rindu abis…thor lanjutnx jg jgn lama ya q pensaran abis soalx…

  3. Ping-balik: Promise and Responsibility Chapter 4 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s