History of MAMA II Chapter 3

HoM II

 

 

History of MAMA” II

 

Title : History of MAMA II

 

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

 

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

 

Lenght : Chaptered.

 

Main Cast :

 

  • EXO Member

 

Support Cast :

 

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA

 

Summary :

 

“Kris, aku rasa equinox ini ada hubungannya dengan Yixing walaupun aku tidak tau hubungan itu akan baik atau buruk…”

 

-***-

A/N:

Sekarang agak panjangan lohh, #tssaahh *kibas poni* kekeke~

Part before : 2

Be aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

“Memangnya kenapa kalau equinox terjadi hari ini?” Jongdae bertanya.

 

Sehun menghentikan langkahnya, membalikkan tubuhnya kemudian menatap Jongdae, “Tentu saja hal ini makin diluar akal sehat hyung, equinox yang diprediksi akan terjadi sebulan lebih awal pada kenyataannya terjadi hari ini, lebih cepat dua minggu dari hari yang telah diprediksi, lebih awal satu bulan saja membuat ilmuan seluruh dunia mengadakan rapat besar dan belum menemukan jawabannya, apalagi sekarang, yang aku takutkan adalah hal ini akan memberi efek terhadap Sanguinets karena hal ini sudah tidak dapat dijelaskan secara ilmiah”

 

Jongdae dan MAMA lain terdiam, sedangkan Yoona dan Donghae hanya menatap anak mereka dengan tatapan penuh arti, Sehun membalikkan tubuhnya lagi dan segera menaiki tangga dan menuju kamarnya yang ada di lantai tiga dengan tergesa-gesa. Sehun membuka pintu kamarnya dengan kasar dan segera menuju computer yang khusus ia gunakan untuk penelitian.

 

Mata tajam Sehun terus mengawasi pergerakan matahari yang ditampilkan di komputernya, sesekali keningnya mengerut bingung, mouse yang ada di tangan kanannya juga tidak berhenti bergerak untuk melihat pergerakan planet-planet lain yang tampak kacau saat ini, mereka tidak bergerak sesuai orbit lintasannya, bahkan Uranus dan Neptunus hampir saja berbenturan.

 

“Hunnie-yah…” Yoona memanggil anaknya pelan, namun Sehun tidak bergeming, dia masih saja fokus dengan apa yang ada dihadapannya.

 

Yoona hanya tersenyum tipis dan menghela nafas berat, dia berjalan pelan dan memeluk Sehun dari belakang, dia mengecup puncak kepala anaknya pelan, “Hunnie-yah, Mama dan Papa akan kembali ke Sanguinets, jangan lupa untuk makan yang teratur dan jangan terlalu lelah, kami sama sekali tidak ingin melihatmu sakit…” Tutur Yoona lembut.

 

Sehun menghela nafas berat dan akhirnya membalikkan tubuhnya menatap ibunya yang kini tersenyum tipis dan memegangi pipi kanan Sehun sayang, “Mm, Mama dan Papa masih akan mengunjungiku tiap minggu ‘kan?”

 

Yoona mengangguk kecil, “Tentu saja, kami pergi dulu…” Ujarnya kemudian merubah dirinya menjadi cahaya dan menghilang.

 

Donghae menyempatkan untuk mengecup puncak kepala Sehun sebelum melakukan hal yang sama dengan Yoona, setelah kedua orang tuanya pergi, Sehun membalikkan tubuhnya lagi menatap layar computer yang membuat kepalanya berdenyut, dia memijat-mijat kepalanya pelan untuk sekedar menghilangkan rasa sakitnya.

 

“Jangan bekerja terlalu keras…” Kris menyodorkan coklat hangat di meja Sehun, Sehun menolehkan wajahnya menatap sesorang yang selalu melindunginya dalam diam itu.

 

Kris mengusap-usap kepala Sehun sayang, “Sehun-ah, jangan menanggung semua kesulitan ini sendirian, apa kau tidak ingat kau memiliki sebelas kakak yang selalu ada disampingmu?”

 

Bersamaan dengan berakhirnya kalimat Kris, MAMA lain memasuki kamar Sehun dan memberikan Sehun senyuman hangat yang sarat akan ketulusan dan kasih sayang, entah kenapa mata Sehun berkaca-kaca.

 

“Aissh, kenapa aku jadi cengeng seperti ini? Ini ‘kan bukan apa-apa” Runtuknya, dia segera mengusap air matanya yang belum jatuh dengan lengan baju yang dipakainya.

 

“Aigoo, duizhang, apa yang kau lakukan kepada Sehun hingga membuatnya menangis seperti itu?” Celetuk Baekhyun yang langsung mendapat jitakan kecil dari Jongdae dan Chanyeol, Baekhyun hanya mendengus.

 

Sehun hanya tersenyum kecil, dia menatap sebelas MAMA lain dengan senyuman yang hangat, “Hyungdeul, mungkin ini akan terdengar sedikit menjijikkan jika aku mengatakannya, tapi sungguh, aku sangat menyayangi kalian… Kalian adalah orang-orang yang paling berharga dihidupku, aku harap kita akan terus seperti ini… Selamanya…” Wajah Sehun mulai memerah dengan mata yang kembali berkaca-kaca.

 

Kris yang melihat Sehun seperti itu hanya tersenyum tipis dan segera merengkuh Sehun ke dalam pelukannya, “Begitupun kau, kau juga adalah orang yang paling berharga dalam hidup kami… Kami juga sangat menyanyangimu, Sehunie…”

 

Sehun membalas pelukan Kris dan tersenyum tipis, namun pelukan penuh kasih sayang itu terhenti ketika terdengar suara ‘beep-beep’ dari computer Sehun, segera saja Sehun kembali fokus kepada komputernya dengan kening yang mengerut.

 

’30 seconds before Equinox…’ Komputer Sehun memberitahu waktu terjadinya Equinox.

 

DEG

 

Semua MAMA serentak memegangi dada mereka yang tiba-tiba terasa sakit, mereka semua meringis kesakitan.

 

’10 seconds before Equinox… Countdown… 10… 9… 8… 7… 6… 5… 4… 3… 2…’

 

“ARRRGGGHHH!!!”

 

Kris berteriak paling keras, tubuhnya segera terhempas ke lantai dan langsung tidak sadarkan diri, MAMA lain berusaha menolong Kris masih dengan memegang dada mereka masing-masing.

 

“Akh…”

 

Mereka semua merintih, lambang mereka berpendar biru terang, masih berusaha menahan sakit sakit, mereka mengangkat tubuh Kris dan meletakkannya diatas ranjang Sehun, para MAMA segera duduk dan masih memegangi dada mereka.

 

“Se… Sehun-ah… hh… Kapanhh… Equinox ini berakhirhh?” Nafas Suho tersengal-sengal.

 

“Aku tidak tau hyung… Akh…” Sehun kembali merintih, MAMA lain yang mendengar jawaban Sehun hanya bisa merintih putus asa, mereka hampir-hampir tidak kuat menahan rasa sakit ini, mereka sangat mengerti jika Kris-lah yang paling menderita diantara mereka semua karena dia dan kekuatannya langsung terhubung dengan matahari.

 

Lima belas menit berlalu akhirnya rasa sakit di dada mereka perlahan-lahan mulai menghilang, peluh yang mengalir disekujur tubuh mereka menyiratkan berapa mereka menderita akibat Equinox yang terjadi tadi, hingga akhirnya rasa sakit itu benar-benar hilang dan helaan nafas kelegaan terdengar dari mereka.

 

“Tadi sangat menyakitkan, lebih menyakitkan daripada saat pertama kali kita bertemu dan mendapatkan kekuatan kita” Ujar Chanyeol setelah merasa tubuhnya lebih baik.

 

“Apa itu artinya kekuatan kita akan semakin kuat?” Luhan bertanya.

 

“Heuh?” Para MAMA menatap Luhan dan mengerutkan keningnya heran.

 

“Wae? Apa ada yang salah dengan pertanyaanku barusan?” Tanya Luhan sekali lagi ketika menyadari bahwa para MAMA menatapnya dengan tatapan heran.

 

“Luhan hyung, apa yang membuat hyung berfikir kalau kekuatan kita akan semakin kuat?” Tanya Baekhyun mewakili MAMA lain.

 

“Bukankah Chanyeol mengatakan kalau dada kita akan sakit ketika kita pertama kali bertemu dan mendapatkan kekuatan kita? Kita ‘kan sudah mempunyai kekuatan, bukankah itu artinya kekuatan kita akan bertambah kuat?” Jelas Luhan.

 

“Mungkin saja Luhan benar” Minseok menyetujui.

 

“Atau bisa juga berarti ada kekuatan jahat yang akan menyerang kita” Celetuk Tao, dia langsung mendapatkan jitakan halus dari Baekhyun.

 

“Ya!! kenapa kau memukulku??!!” Gerutu Tao kesal.

 

“Kau jangan asal bicara, apa kau mau berperang seperti empat tahun lalu?” Desis Baekhyun tak kalah kesal.

 

“Arrasseo!!” Teriak Tao sekali lagi, dia kemudian membalikkan badannya membelakangi Baekhyun dan melipat kedua tangannya di depan dada.

 

Disaat MAMA lain masih berunding tentang apa kira-kira akibat yang ditimbulkan Equinox terhadap mereka, Yixing diam-diam menuju ke atas ranjang dan memegang tangan kanan Kris erat, baik lambang Yixing maupun Kris sama-sama berpendar ketika tangan mereka bersentuhan, Yixing menghela nafas panjang kemudian menyentuh kening Kris dan memejamkan matanya.

 

Butiran kristal bening yang keluar dari tangan Yixing masuk ke dalam tubuh Kris secara perlahan, untuk sesaat tubuh Kris berpendar biru sebelum akhirnya kembali normal. Kris pun membuka matanya perlahan dan tersenyum kepada Yixing yang ada disampingnya.

 

“Gomawo…” Ujar Kris lirih, Yixing hanya menganggukkan kepalanya pelan kemudian tersenyum tipis.

 

Kris mencoba bangkit, Yixing pun membantunya, dia menatap MAMA lain yang masih berunding, Kris berdehem sejenak dan membuat seluruh MAMA lain menoleh kepadanya, Suho bahkan langsung berdiri dan menatap Kris dengan mata membulat, bisa terlihat dengan jelas kalau dia sangat khawatir terhadap Kris.

 

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Suho langsung.

 

Kris tersenyum tipis, “Aku tidak apa-apa, kalian jangan khawatir kepadaku…” Ujarnya masih lemah.

 

“Tapi teriakan gege tadi sangat membuat kami khawatir” Tambah Tao.

 

“Aku tidak apa-apa, sungguh, kalian tidak perlu khawatir kepadaku, oh iya, tentang Equinox, aku rasa tidak ada imbas yang buruk terhadap para MAMA dan Sanguinets, jadi aku sarankan agar kalian tidak terlalu memikirkan hal ini…” Ujarnya menenangkan.

 

“Syukurlah…” Kyungsoo berujar lirih dan hampir tak terdengar, hanya dirinya dan Jongin yang duduk disampingnya yang mendengarnya, Jongin menoleh kepada Kyungsoo dan tersenyum tipis sebelum memeluk Kyungsoo dari samping.

 

“Sekarang tidak ada yang perlu kau khawatirkan hyung, semuanya akan baik-baik saja…” Ujar Jongin pelan, Kyungsoo menoleh dan menunjukkan senyum hatinya terhadap Jongin, memang benar apa yang dikatakan Jongin barusan, dia sekarang sedikit lebih tenang.

 

-***-

 

-Next Day

 

Para MAMA bersiap-siap menuju tempat kerja mereka masing-masing, mereka berkumpul di ruang makan untuk sarapan sebelum berangkat.

 

“Kyungsoo-yah, kami diundang untuk menyanyi di restoran tempatmu bekerja nanti malam” Ujar Jongdae.

 

“Benarkah?”

 

“Mm, jadi sebaiknya nanti malam kau pulang bersama kami saja, tidak usah naik bus seperti biasanya” Kali ini Baekhyun yang berbicara.

 

Kyungsoo menghela nafas panjang, “Tapi aku lebih suka naik bus…”

 

Baekhyun menatap Kyungsoo dengan wajah datar, “Ya!! Tidak bisakah kau hanya cukup mengatakan ‘iya’?? Aisshh, benar-benar” Baekhyun meledak, dia mendengus berkali-kali. Para MAMA hanya tertawa melihat Baekhyun, apalagi kini dari tubuhnya berpendar cahaya yang cukup terang meskipun tidak terlalu menyilaukan.

 

“Sudahlah hyung, hyung pulang saja dengan mereka” Ujar Jongin sambil menepuk-nepuk punggung Kyungsoo pelan.

 

Sekali lagi Kyungsoo menghela nafas berat, “Arrasseo, aku akan pulang dengan kalian berdua”

 

Baekhyun kembali mendengus, “Seharusnya sedari tadi kau mengatakan iya!!”

 

-***-

 

Kris tidak dapat berkonsentrasi dengan map-map yang ada didepannya, sedari tadi kepalanya terasa pening dan berdenyut-denyut tanpa sebab yang jelas, akhirnya Kris menyerah, dia menutup seluruh map itu dan menyandarkan tubuhnya ke kursinya, dia menutup matanya berharap bisa menenangkan pikirannya sejenak, namun aneh, dia malah terus saja melihat Yixing dalam pikirannya, dan Yixing terlihat begitu bingung, membuatnya kembali bangkit dan langsung meminum kopinya hingga habis.

 

Pintu ruang kerja Kris terbuka, dia melihat Minseok, Luhan dan Suho masuk ke dalam ruangannya, dia bisa mengerti kenapa Minseok dan Luhan masuk ke dalam ruang kerjanya, tapi kenapa Suho juga ada? Bukankah seharusnya dia mengajar di kampus?

 

“Kris, kau terlihat begitu buruk, apa kau sakit?” Tanya Minseok kemudian langsung mendudukkan dirinya di sofa dan diikuti Luhan dan Suho.

 

Kris menggelengkan kepalanya pelan, “Tidak, hanya saja kepalaku sedikit pening, nanti juga akan tidak apa-apa, oh iya, ngomong-ngomong kenapa kau ada disini, Suho?”

 

Suho beringsut sejenak dan menatap Kris yang kini berjalan menuju kulkas kecil dan mengambil beberapa minuman kaleng yang diberikannya kepada tiga orang tadi, “Sebenarnya ada yang ingin kami bicarakan denganmu, dan ini menyangkut Yixing” Jawabnya.

 

Kening Kris langsung mengerut, “Yixing? Apa kalian juga mendapat pengelihatan sepertiku?” Tanyanya langsung. Baik Luhan, Minseok dan Suho tersentak mendengar pertanyaan dari Kris, ketiga orang itu saling berpandangan sejenak sebelum kembali menatap Kris.

 

“Kalau begitu kita berempat sama, apa yang kau lihat dalam pikiranmu?” Tanya Luhan.

 

“Aku melihat Yixing yang terlihat begitu bingung” Ujarnya yang kembali membuat ketiga orang tadi saling berpandangan.

 

“Kami juga mendapat pengelihatan seperti itu” Ujar Minseok kemudian mengambil minuman kalengnya dan meminumnya.

 

Suho dan Kris saling bertukar pandang, “Kris, aku rasa equinox ini ada hubungannya dengan Yixing walaupun aku tidak tau hubungan itu akan baik atau buruk…”

 

-***-

 

“Agen Kim, agen Huang, kalian berdua ditugaskan untuk meneliti ledakan yang terjadi di daerah Jeondo minggu siang kemarin” Ujar salah seorang agen bernama Jin.

 

“Hah? Kemarin terjadi ledakan? Kenapa kau tidak langsung mengabari kami?” Tanya Jongin.

 

“Sebenarnya kami semua berusaha menghubungi kalian kemarin, tapi ada keanehan, setiap kami mencoba menghubungi salah satu dari kalian semua makan ponsel kami akan mengeluarkan percikan api kecil dan konslet…” Jelas Jin.

 

Baik Jongin dan Tao hanya terdiam, mereka berdua tau kalau mereka harus membicarakan hal ini dengan MAMA lain, mereka yakin ini ada hubungannya dengan equinox.

 

“Emm, Agen Jin, apa kita harus langsung ke daerah Jeondo untuk melakukan penelitian?” Tanya Tao agar Jin tidak curiga karena mereka terdiam cukup lama.

 

“Aku rasa tidak perlu, kami sudah ke sana kemarin dan tidak menemukan bekas adanya ledakan, tapi di computer jelas-jelas terekam adanya ledakan di dareah itu, kami ingin kalian menelitinya lewat computer saja” Jawabnya.

 

“Umm, baiklah kalau begitu, kami berdua akan menelitinya” Ujar Jongin yang kemudian langsung menyeret Tao masuk ke dalam ruang penelitian kasus.

 

-***-

 

Yixing hanya diam di ruangannya sambil membaca laporan kesehatan pasien-pasiennya, sekali-kali dia menuliskan sesuatu dilaporan itu kemudian membaca laporan yang lain, begitu seterusnya hingga pintu ruang kerjanya terbuka, Yixing mendongak dan tersenyum ketika melihat siapa yang masuk.

 

“Chanyeol-ah, tumben sekali kau mengunjungiku…” Ujarnya.

 

Chanyeol tersenyum dan mendudukkan dirinya di kursi di depan meja Yixing, “Hanya saja tiba-tiba ingin mengunjungi hyung…” Ujarnya sedikit lirih, entah kenapa wajah Chanyeol terlihat sendu, berbeda sekali dengan Chanyeol yang terlihat begitu ceria.

 

Yixing menutup laporannya dan menatap Chanyeol dalam, “Kau kenapa? Apa ada yang menganggu pikiranmu?”

 

Chanyeol menghela nafas panjang dan mengangguk lemah, “Penelitianku terancam tidak bisa diteruskan hyung, para sponsor akan menarik dana mereka jika penelitianku masih tidak membuahkan hasil…”

 

Yixing tersenyum tipis, “Aku akan membantumu”

 

“Eh?” Chanyeol menatap Yixing kaget.

 

Yixing kembali tersenyum, menunjukkan lesung pipinya yang indah, “Kau sedang meneliti tumbuhan yang tepat untuk pengobatan kanker ‘kan?” Tanyanya, Chanyeol mengangguk dan Yixing kembali tersenyum, “Chanyeol-ah, aku ini dokter dan juga MAMA yang mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan, aku bisa dengan mudah menemukan tanaman yang bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit mematikan itu…” Ujarnya.

 

Senyuman lebar langsung melebar, dia berdiri kemudian segera memeluk Yixing erat, “Gomawoyo hyung…”

 

-***-

 

Kyungsoo hanya bisa berpura-pura menutup mata dan telinganya ketika dia mendengar seluruh pegawai di restoran tempatnya bekerja membicarakan dirinya, dia hanya memfokuskan pikirannya untuk bekerja walaupun hatinya terasa sangat perih ketika mendengar cemoohan tidak manusiawi yang di tujukan kepadanya.

 

Hingga akhirnya seorang koki lain yang bernama Kim Namjoon mendekati dirinya dan mengatakan sesuatu yang membuat Kyungsoo hampir menangis namun tetap ditahannya.

 

“Kau tau apa yang orang-orang bilang dibelakangmu? Kau itu monster, bukan manusia, kau hanya monster yang bersembunyi dibalik wajah polos tanpa dosa yang kau miliki, dan kau tau, cepat atau lambat chef akan memecatmu, monster…”

 

Kyungsoo mencoba untuk tidak peduli, seharian ini dia hanya fokus dengan bekerja dan sering kali melihat kearah jam dinding, berharap waktu akan cepat berlalu dan dia cepat pulang.

 

Hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul delapan malam, dimana Jongdae dan Baekhyun akan mengadakan performance dia restoran ini, Kyungsoo yakin kalau kedua orang itu akan menuju dapur untuk menemuinya, namun hal itu hanya akan membuat Kyungsoo makin takut, takut kalau Jongdae dan Baekhyun sampai tau kalau dia dicemooh disini.

 

Tapi harapan hanya tinggal harapan, apa yang ditakutkan Kyungsoo terjadi, Baekhyun dan Jongdae masuk ke dapur dan mereka tidak sendiri, mereka di temani beberapa reporter dari beberapa stasiun televisi nasional yang merekam kegiatan mereka.

 

Baekhyun dan Jongdae memberikan senyuman yang cerah kepada seluruh orang yang ada di dapur, terutama kepada Kyungsoo, kedua orang itu kemudian menuju Kyungsoo dan merangkul Kyungsoo dari kanan dan kiri.

 

“Ini adalah saudara kami, Do Kyungsoo, dia tampan ‘kan? Tapi tetap saja kami lebih tampan, hehe, kami bertiga tinggal serumah, sebenarnya tidak hanya kami bertiga, kami sebenarnya berdua belas, tapi rumah itu masih terlalu luas untuk kita karena kami semua sangat kaya, haha” Baekhyun sedikit bercanda, Jongdae ikut tertawa, sedangkan Kyungsoo hanya tersenyum kikuk.

 

“Hah? Kalian berdua saudara monster itu?!” Ucapan kurang menyenangkan terdengar dari belakang membuat Baekhyun dan Jongdae menoleh, sedangkan Kyungsoo hanya bisa menggigit bibir bawahnya.

 

“Apa maksudmu?” Ketus Jongdae, dia melupakan image-nya sebagai selebriti ketika melihat Kyungsoo diperlakukan seperti barusan.

 

Pria tadi mendekat, “Dengar, Do Kyungsoo itu monster, monster yang bersembunyi di balik wajah polos tidak berdosanya itu, apa kau tau, sabtu kemarin dia menahan pilar beton sendirian tanpa bantuan siapapun dan mengangkatnya dengan mudah, untuk kami manusia yang mempunyai akal sehat, hal itu tidak mungkin terjadi ‘kan? Tidak mungkin badan sekecil itu bisa menahan pilar beton yang beratnya melebihi truk pengangkut barang, apa jangan-jangan kalian juga makhluk yang sama seperti dia? Seorang monster?”

 

Baik Jongdae maupun Baekhyun menggeram marah, tangan mereka terkepal rapat, Kyungsoo yang melihat itu langsung memegang kedua orang itu, “Baekhyun-ah, Jongdae-yah, sudahlah, jangan begini…” Kyungsoo kembali menggigit bibir bawahnya, dia takut jika kedua orang itu tanpa sengaja menunjukkan kekuatan mereka.

 

Jongdae menoleh dan menatap Kyungsoo tajam, “Kyungsoo-yah, apa kau mau disebut monster dari orang semacam dia? Aku yakin kemampuan memasaknya tidak lebih baik darimu!!”

 

“Jongdae-yah…”

 

“Kyungsoo-yah, Jongdae benar, kau tidak seharusnya mendapat perlakuan seperti ini dari mereka!” Tambah Baekhyun yang tiba-tiba bola matanya berubah menjadi biru, dari tubuhnya berpendar cahaya yang cukup menyilaukan, lambang yang ada dipunggung tangan kanannya pun ikut berpendar.

 

Bukan hanya Baekhyun, bola mata Jongdae juga berubah menjadi biru, dari kedua tangannya muncul petir kecil yang menyambar dan cukup untuk membuat orang lain mundur dan menjauh, semua orang yang ada disitu hanya bisa mengangakan mulut mereka melihat apa yang ada di depan mereka saat ini.

 

“K-Kalian sebenarnya apa?”

 

Kyungsoo menggigit bibirnya dan memegang bahu Baekhyun dan Jongdae, “Aku mohon hentikan…”

 

-***-

-TBC-

 

Iklan

18 thoughts on “History of MAMA II Chapter 3

  1. wah, keren.. keren…
    apa gara2 equinox baekhyun sama jongdae gak bsa ngendaliin kekuatan mereka.. mereka tambah kuat aja..
    ditunggu kelanjutannya chingu ^^

  2. yeahh sudah dilanjut. seneng banget ff ini dah di post. gomawo thor. ya ampun D.O kasian dikatain monster padahalkan dia pahlawan. yah chen ma baekhyun nunjukin kekuatan nya lagi bukannya reporter masih ada di sana? berarti seluruh dunia tau dong? penasaran ma next chapter nya. lanjut ya thor

  3. Ping-balik: History of MAMA II Chapter 4 | Acha's Blog

  4. Wah.. Kalau begini mah
    Bisa ketauan jati diri mereka
    Baekhyun dan jongdae tdk bisa mengontrol emosinya..
    Lagian tuh manusia juga aneh
    Udh ditolongin malah menghina kyungsoo
    Pantas aja sih mereka berdua marah
    Karena saudara mereka dihina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s