Fate #1 “The Cold Guy”

fate

Fate #1

“The Cold Guy”

Title : Fate #1 “The Cold Guy”

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship.

Lenght : Chaptered.

Main Cast :

  • EXO Member

Support Cast :

  • Lee Soo Man ._.v

-***-

A/N:

Seperti janji Author kemarin, ini FF baru dan ini EXO OT12, soalnya buat Author Kris itu selamanya akan jadi member EXO walaupun nanti seandainya setelah sidang dia ga bisa bareng mereka lagi, but still, hoping the best and they could together as 12, forever :’)

Be Aware with typo(s)

Happy Reading :*

-***-

-Sirius Planet, Black Eye Galaxy.

“Tangkap dia!! Jangan sampai lolos!!” Seorang berbaju besi memerintahkan makhluk-makhluk bermata satu dengan kaki terbalik untuk mengejar seorang lelaki berjubah yang terlihat berlari masuk ke dalam hutan.

Makhluk-makhluk bermata satu itu mengejar sosok tadi dengan patuh, mereka mengikuti sosok itu masuk ke dalam hutan walaupun kegelapan menyelimuti hutan tersebut. Suara ranting patah dan daun-daun yang terinjak membuat kesunyian yang menjadi nama tengah untuk hutan tersebut terusik, begitupun makhluk-makhluk yang hidup di dalamnya, makhluk-makhluk itu keluar dari tempat mereka untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Bola mata mereka yang gelap bisa melihat dengan jelas aksi kejar-kejaran antara para makhluk bermata satu dengan pria berjubah yang menutupi kepalanya dengan tudung yang terus saja berlari menerabas lebatnya hutan, hingga akhirnya tanpa sengaja kaki pria tersebut tersandung batu dan jatuh tersungkur.

“Jangan bergerak!!!” Sekali lagi teriakan dari seorang berbaju besi yang sedari tadi berusaha menangkapnya terdengar, sosok itu hanya diam tanpa bergerak sedikit pun dari tempatnya.

“Tangkap dia!!”

Dua makhluk bermata satu maju untuk memegangi pria yang kini hanya bisa merintih dibalik tudungnya karena kakinya yang mulai berdarah.

BUGH

Seorang berbaju besi tadi maju dan meninju pria berjubah sebelum akhirnya membuka tudung pria itu dengan kasar, wajah penuh amarah masih sangat terpancar di wajah pria berbaju besi tadi, dia mencengkram jubah pria tadi erat.

“Luhan, berapa kali aku mengatakan untuk tidak keluar saat hari sudah gelap, heuh?? Apa kau ingin mati??!!” Seorang berbaju besi itu berteriak tepat di depan muka Luhan yang hanya diam dan mengatupkan mulutnya rapat.

“Bawa dia ke penjara!!” Perintahnya kepada makhluk-makhluk bermata satu yang hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan.

Luhan di giring oleh dua makhluk bermata satu yang tidak pernah melepaskan kaitan tangan mereka dengan Luhan, Luhan memang terlihat diam saja dan menurut, tapi tidak dengan matanya, matanya sedari tadi bergerak menyisir keadaan hutan, mencari kesempatan untuk kabur, hingga akhirnya tatapan Luhan terjatuh pada lubang hitam yang membuat sebuah sunggingan senyum kecil terbentuk di wajahnya.

Luhan menghentikan langkahnya, dia menatap seorang berbaju besi tadi dan orang itu pun melayang dan terlempar ke sebuah batang pohon besar yang akhirnya jatuh tersungkur, Luhan juga melakukan hal yang sama kepada seluruh makhluk bermata satu yang berusaha menghentikannya.

Setelah menyerang seluruh makhluk bermata satu dan panglima mereka –pria berbaju besi tadi-, Luhan segera berteleportasi ke lubang hitam yang dilihatnya tadi, Luhan menatap lubang itu heran, ini pertama kalinya dia melihat lubang itu. Sedikit ragu, Luhan makin mendekat dan hampir masuk ke lubang tadi seandainya dia tidak mendengar seseorang yang menghentikannya.

“Luhan!! Jangan masuk ke dalam lubang itu!! Kau akan hilang!!!” Panglima yang rupanya sudah sadar kembali mengejar Luhan dan berusaha menghentikan Luhan agar tidak masuk ke dalam lubang itu.

Namun ucapannya hanya mampu menghentikan Luhan selama satu detik karena detik selanjutnya Luhan lebih memilih untuk memasuki lubang hitam itu dari pada ditangkap olehnya, panglima tadi mempercepat larinya berharap dia masih bisa menarik Luhan kembali, namun nyatanya lubang itu lenyap setelah Luhan memasukinya.

“Sial!! Aku telah kehilangannya!!”

-***-

-Apgujeong, Gangnam Distric.

Seoul High School.

Lagi, pria berwajah datar itu menggunakan mobil yang berbeda ke sekolah, bukan rahasia umum memang kalau Oh Sehun –pria berwajah datar tadi- memang seorang chaebol (konglomerat) dengan aset kepemilikan lahan di daerah Gangnam sebesar 60%, belum lagi di daerah lain yang tak terhitung jumlahnya, tidak sampai disitu, perusahannya yang memiliki puluhan cabang, bahkan di luar negeri juga masuk ke dalam sepuluh perusahaan tersukses di Korea dengan prosentase kebangkrutan hanya 0,34%.

Pria itu terlihat begitu sempurna di luar, tampan, kaya dan pintar, hanya saja tidak ada yang tau bagaimana kehidupan pribadinya, dia sangat menutup diri dari luar, bahkan dia tidak pernah terlihat mempunyai teman, atau mungkin karena teman-temannya merasa canggung untuk sekedar menyapa pangeran seperti dia, dia menutup hati dan kehidupannya dari orang-orang yang mencoba masuk kedalamnya, hatinya sangat keras, sekeras bongkahan es abadi di samudera arktik yang tidak ada kata mencair dalam masa hidupnya, dia adalah bongkahan yang amat keras, juga sangat dingin.

Sehun berjalan di koridor dengan kedua tangan yang dimasukkan ke saku celana ketika tanpa sengaja sebuah bola basket mengenai kakinya, Sehun menghentikan langkahnya dan menatap bola itu dengan wajah tanpa ekspresinya, dua orang namja menghampiri Sehun, membuat Sehun sedikit mengangkat wajahnya untuk melihat kedua orang itu, lagi, dia hanya menatap mereka dengan wajah tanpa ekspresinya.

“Maafkan aku, aku tidak sengaja…” Seorang senior Sehun yang bernama Park Chanyeol segera meminta maaf dan mengambil bola basket yang ada di kaki Sehun, tidak lupa dia sedikit membungkukkan badannya. Sehun hanya menatap Chanyeol dengan wajah datarnya dan tanpa menerima permintaan maaf Chanyeol atau mengatakan apapun dia melangkah pergi.

“Tck, menjengkelkan sekali dia, apa orang tuanya tidak pernah mengajarkannya untuk bertata krama?” Kai, namja yang seangkatan dengan Sehun dan merupakan sahabat dekat Chanyeol menggerutu, dia memang satu dari sekian banyak orang yang membenci perilaku Sehun.

Chanyeol menepuk bahu Kai pelan, “Sudahlah, percuma saja kau menggerutu seperti itu, sikapnya tidak akan pernah berubah…”

Kai mendengus, “Aissh, tapi dia itu benar-benar- aissshhhh…” Kai mengacak rambutnya kesal, sedangkan Chanyeol yang melihatnya hanya tersenyum tipis.

“Dari pada kau terus menggerutu tidak jelas seperti ini lebih baik kita lanjutkan saja permainan kita tadi” Ujar Chanyeol mengalihkan kekesalan Kai, Kai menatap Chanyeol dan akhirnya mengangguk menyetujui walaupun raut wajah kekesalan masih terlihat jelas diwajahnya.

-***-

-Bubble tea shop

Near Hangang River.

Siang hari itu tidak begitu terik, pria berwajah datar dengan bubble tea yang ada di tangannya duduk di salah satu sudut kedai yang ada di tepi sungai Han dan menatap aliran air yang sepertinya tidak pernah surut itu, dia mengamatinya cukup lama.

“Tidak biasanya anda kemari hari Senin…” Ujar sang pemilik kedai sembari meletakkan sundae di meja Sehun.

Sehun menolehkan wajahnya menatap pria paruh baya yang memberinya senyuman hangat seperti seorang ayah yang kini mendudukkan dirinya di kursi di depan meja Sehun, Sehun tersenyum tipis, dia memang hanya bisa menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman jika ada di depan ahjussi yang ada di depannya ini, ahjussi itu bernama Lee Soo Man.

“Hanya ingin berada disini…” Ujarnya singkat masih dengan senyuman tipis.

Ahjussi tadi kembali memberikan senyuman hangat kepada Sehun, “Tuan Oh, apa anda tau kalau anda lebih tampan ketika tersenyum?”

Sehun membulatkan matanya, “Ne?”

“Tuan Oh, anda harus lebih banyak tersenyum mulai dari sekarang…”

Sehun mengerutkan keningnya bingung, “Untuk apa saya melakukan itu?”

Ahjussi tadi kembali tersenyum tipis, “Tuan Oh, ketika anda tersenyum anda membuat salah satu bagian dari hati saya ingin selalu menjaga anda…” Jelasnya.

“Mwoeyo…” Sehun tertawa kecil, namun sedetik kemudian wajahnya kembali terlihat sendu, dia menghela nafas panjang, “Tidak ada alasan bagi saya untuk tersenyum kepada orang lain selain ahjussi, saya takut jika saya tersenyum kepada mereka, mereka akan menorehkan luka di hati saya, saya tidak ingin merasakan luka itu lagi, saya tidak ingin rasa sakit itu datang lagi…”

Ahjussi tadi menghela nafas panjang, dia dan Sehun memang sudah saling mengenal semenjak Sehun masih berada di tingkat Junior High School dan dia sangat mengerti dengan apa yang dibicarakan Sehun saat ini, hal yang dibicarakan Sehun barusan membuatnya mengingat kembali kejadian dua tahun lalu ketika mereka pertama kali bertemu, pertemuan pertama mereka memang sangat tidak menyenangkan karena pada saat itu dia berusaha sangat keras untuk menghentikan Sehun yang mencoba bunuh diri ketika dia mengetahui sahabat-sahabatnya selama ini hanya memanfaatkan dirinya saja.

Dia adalah orang yang membantu Sehun melewati masa depresinya dan akhirnya bisa kembali ke dunia luar walaupun dengan kepribadian yang sama sekali berbeda sebelum dia mengalami depresi, Oh Sehun yang sekarang adalah Oh Sehun yang dingin, Oh Sehun yang tidak membiarkan seorang pun masuk ke dalam kehidupannya dan menamakan mereka teman, apalagi sahabat.

“Tuan Oh, ini sudah lebih dari dua tahun dari kejadian itu, apa anda masih tidak mau membuka hati anda untuk memiliki sahabat?”

Sehun menggeleng, “Tidak, aku tidak mau dan tidak akan, selama hidupku tidak akan ada yang namanya sahabat, aku tidak mempercayai hal yang dinamakan persahabatan…”

-***-

Luhan membuka matanya dan mendapati dirinya berbaring di atas tanah, dia menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri, dia langsung terlonjak ketika menyadari bahwa dia berbaring di ujung tebing, dengan segera dia bangkit dan sedikit menjauh.

Luhan menatap sekelilingnya dan mengerutkan keningnya heran, “Ini bukan di Sirius…” Gumannya, Luhan kemudian berdiri dan membersihkan debu yang menempel di jubahnya, dia kemudian melangkahkan kakinya dan menghilang dalam sekejap, dia berteleportasi. Luhan berteleportasi ke Hongdae yang langsung memembuatnya menjadi pusat perhatian karena pakaian yang di pakainya, Luhan menatap orang-orang yang menatapnya sambil berbisik-bisik.

‘Apa dia gila?’

‘Kenapa pakaiannya seperti itu?’

‘Bagaimana mungkin orang setampan dia bisa menjadi gila?’

Luhan hanya bisa menghela nafas panjang ketika mendengar bisikan orang-orang Hongdae yang menganggap dirinya gila, Luhan memejamkan matanya dan menghentikan waktu, seketika semuanya berhenti bergerak dan menjadi seperti sebuah patung, bahkan tetesan air yang akan jatuh juga berhenti bergerak.

Luhan segera memasuki salah satu toko pakaian dan mengambil sebuah baju beserta celana dan langsung ke kamar mandi untuk berganti baju, dia kemudian kembali ke luar dan menuju ke dekat air mancur sebelum mengembalikan waktu seperti semula dengan memejamkan matanya sejenak, semuanya pun mulai bergerak normal dan Luhan hanya menyeringai tipis ketika mendengar orang-orang yang tadi membicarakannya kebingungan melihat dirinya sudah tidak ada di tempatnya tadi.

Luhan pun berjalan dengan santai di sekitar jalanan Hongdae sambil memikirkan dimana dia akan tinggal selama ada di sini, di planet yang belum ia ketahui namanya, dia bahkan tidak tau kalau jalanan yang dilewatinya saat ini bernama Hongdae, Luhan terus saja berjalan hingga tanpa disadarinya dia telah berada di tepi sungai Han. Luhan mengangakan mulutnya takjub ketika melihat sungai yang amat lebar dan terlihat sangat dalam itu.

“Uwah… Aku tidak pernah melihat sungai sebesar ini di Sirius… Apa ini sungai? Atau laut? Atau danau?” Luhan berbicara pada dirinya sendiri dengan begitu gembira, dia sibuk mengagumi sungai Han hingga akhirnya dia mendengar sebuah suara membuatnya mengalihkan tatapannya ke satu titik.

‘…selama hidupku tidak akan ada yang namanya sahabat, aku tidak mempercayai hal yang dinamakan persahabatan…’

Luhan mempertajam pandangannya melihat siapa yang mengucapkan kalimat tadi, dia menatap namja itu dengan tatapan yang sulit diartikan karena wajahnya juga berubah menjadi datar ketika melihat namja berwajah datar tadi, Luhan terus saja menatap namja tadi hingga namja tadi menyungging senyuman tipis yang entah kenapa membuat ada setitik kasih sayang yang tumbuh dihati Luhan untuk namja yang bahkan tidak di kenalnya itu.

Tiba-tiba dipikiran Luhan berkelebat bayang-bayang masa kecil namja berwajah datar tadi yang terlihat begitu ceria, senyumnya yang menggemaskan dan tawanya yang membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa sayang, namun pikiran itu berganti menjadi sebuah tabrakan antara mobil mewah dengan sebuah truk dan kemudian berganti lagi menjadi namja itu yang menangis dengan keras. Bayang-bayang namja itu kembali berkelebat di pikiran Luhan, kali ini namja itu terlihat bahagia dengan teman-temannya, namun sedetik kemudian dia melihat namja itu berada di atap gedung dan akan menjatuhkan dirinya dari atas seandainya pria paruh baya tadi tidak memeluknya dari belakang dan menariknya agar tidak melompat, pikiran Luhan berganti lagi, kini dia melihat namja itu sedang menangis dan berteriak-teriak histeris dengan pria paruh baya tadi yang kemudian memeluk dan menenangkannya.

Luhan baru tersadar dari lamunannya ketika namja itu beranjak dari kedai tadi dan memasuki mobil ferari merah miliknya yang kemudian melesat pergi hingga akhirnya lenyap dari pandangannya, Luhan terdiam, dia memejamkan matanya rapat sembari menghela nafas panjang.

“Apa sebaiknya aku tinggal di rumahnya saja?” Ujarnya lirih.

-***-

-TBC-

Iklan

24 thoughts on “Fate #1 “The Cold Guy”

  1. wahhh… daebak author. ceritanya menarik. ditunggu ya next chapternya. tapi jgn lama-lama ngepostnya. penasaran nih….:-D 🙂

  2. berasa baca you who came from the star versi fanfic :3
    ini pasti ntar banyak hunhan moment kan? iyakan? iyakan? okesip, aku harap iya ^o^ soalnya aku lagi aus/? sama fanfic hunhan ❤
    gak sabar nungguin kelanjutannya :3 buruan dilanjut ya thor. lafyu ❤ hehe

  3. Ping-balik: Fate #2 “Unexpected, His Real Identity” | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s