Promise and Responsibility Chapter 5

PAR

Promise and Responsibility

Title : Promise and Responsibility

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Brotherhood, Friendship,Action.

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Oh Sehun as Kim Sehun.
  • Luhan as Kim Luhan.
  • Suho as Kim Suho.
  • Kai as Jung Jongin.
  • Kris as Kris Wu.
  • Chanyeol as Park Chanyeol.
  • Another EXO’s member.

Support cast:

  • Lee DongHae (Super Junior).
  • Im YoonA (Girls Generation).
  • Lee Jinki (SHINee).
  • Taeyeong (SMROOKIES)

Summary:

“Kalau kalian masih ingin hidup sebaiknya kalian pergi dari sini sekarang juga!!”

-***-

Part Before : 4

Be aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

PRANG!!

Beruntung dengan sigap Sehun menarik kakaknya untuk menunduk dan bersembunyi di balik mobil yang kebetulan sedang terparkir di pinggir jalan sehingga timah panas itu meleset mengenai kaca sebuah toko buku, orang-orang sekitar pun mulai berteriak ketakutan.

Sehun berusaha mengintip lewat kaca mobil tempatnya bersembunyi, dia menyipitkan matanya mempertajam pandangan dan ternyata orang berjaket kulit hitam itu sudah tidak ada di tempatnya, Sehun menghela nafas lega dan memandangi kakaknya yang hanya diam.

“Hyung, Hyung tidak apa-apa?”

“Mm, aku tidak apa-apa, lebih baik sekarang kita langsung pulang karena tempat ini sudah tidak aman” Ujarnya tegas kemudian menarik tangan Sehun untuk mengikutinya kembali ke mobil.

Bodyguard mereka segera menghampiri Luhan dan Sehun dan memperketat penjagaan sehingga kembali menarik perhatian banyak orang, karena merasa terlalu banyak orang yang memperhatikan, baik Luhan dan Sehun langsung memakai topi hoodie mereka dan menundukkan kepala mereka dalam.

Luhan hanya diam sepanjang perjalan pulang, bibirnya yang terkatup rapat membuat Sehun yang biasanya menjahili Luhan kini juga ikut diam tanpa berani bertingkah sedikitpun, ada rasa takut dalam hatinya melihat kakaknya seperti ini, kakaknya yang hangat berubah menjadi kakak yang dingin setelah kejadian yang menimpa mereka tadi, namun hati kecilnya terus mendorongnya untuk sekedar memanggil kakaknya.

Akhirnya Sehun mengumpulkan keberanian dan menelan ludahnya kasar, “Hyung…”

“Apa?” Sahut Luhan dingin.

Lagi-lagi Sehun dibuat kaget dengan perubahan kakaknya yang drastis itu, dia menghela nafas berat, “Aniya, lupakan saja…” Ujarnya menyerah.

Luhan menoleh menatap adiknya, rasa bersalah muncul dihatinya atas sikap dinginnya kepada Sehun tadi, dia kemudian mengulurkan tangannya merengkuh Sehun dari samping, mata Sehun langsung membulat dengan kepribadian kakaknya yang tiba-tiba berubah.

Luhan menatap Sehun dan tersenyum tipis, “Maafkan hyung kalau hyung bersikap dingin kepadamu, Hyung hanya perlu waktu untuk berfikir tadi…”

Sehun menyandarkan kepalanya ke bahu Luhan, “Aku mengerti hyung…”

-***-

“Appa, kenapa kemarin appa malah meminta maaf kepada namja sialan seperti dia?!” Protes Chanyeol kepada ayahnya yang sedang bersantai di teras rumah sambil membaca koran.

Ayah Chanyeol meletakkan korannya kemudian menatap Chanyeol, “Kau masih kecil, tidak perlu tau urusan orang tua…” Ujarnya kemudian kembali membaca korannya.

“Tapi dia telah melukaiku!! Seharusnya appa memenjarakannya!!!” Nada Chanyeol makin meninggi, menyiratkan betapa dia marah kepada ayahnya.

Ayah Chanyeol membuang korannya kemudian berdiri dan berkacak pinggang, “Park Chanyeol! Kalau aku memenjarakannya maka kau akan dibunuh oleh ayahnya!! Kau tau tidak, ayah dari Kim Luhan dan Kim Sehun itu adalah tuan Kim Suho, pemilik yayasan sebenarnya sekaligus pemilik perusahaan mobil terbesar di Korea!!” Balas ayah Chanyeol sama berteriaknya dengan anaknya.

Chanyeol terperangah, dia menatap ayahnya tidak percaya, “A-Apa? Tuan Kim Suho? Maksudnya tuan Kim Suho bos appa?”

Tuan Park mengangguk dan melipat kedua tangannya di depan dada, “Karena itu mulai sekarang kau harus mengubah sikapmu kepada mereka jika kau tidak ingin berakhir di penjara…”

“Aku tidak percaya!” Ketus Chanyeol tiba-tiba.

Tuan Park langsung melepas lipatan tangannya dan menatap Chanyeol tidak mengerti, “Apa yang membuatmu tidak percaya?”

“Kim Luhan dan Kim Sehun itu setiap hari ke sekolah naik bus umum, kalau mereka memang benar-benar anak dari tuan Kim Suho, seharusnya mereka akan menggunakan mobil keluaran terbaru!!”

“Hentikan pikiran picikmu itu Park Chanyeol, kau sama sekali tidak mengetahui apapun tentang keluarga mereka, keluarga mereka adalah keluarga yang penuh dengan rahasia, bahkan orang terdekat mereka sekalipun belum tentu tau tentang mereka seluruhnya! Dan aku peringatkan padamu untuk menutup mulut tentang identitas mereka yang sebenarnya, karena jika identitas keluarganya terbongkar, maka bukan hanya mereka saja yang akan berada dalam bahaya, tapi kau juga, bahkan kau bisa saja terbunuh!” Ancam ayah Chanyeol yang langsung membuat anaknya itu diam seribu bahasa.

-***-

Suho mondar-mandir di teras rumah menunggu kepulangan kedua anaknya, setelah mendengar kabar dari Rudolph kalau Luhan dan Sehun hampir saja tertembak ketika mereka sedang berbelanja di Myeongdong tadi membuat hati Suho sama sekali tidak tenang, dia bahkan terus saja marah-marah kepada siapapun tanpa ada sebab, rasa takut akan keselamatan kedua anaknya itu mendominasi hatinya.

Tidak lama, pintu gerbang setinggi tiga meter itu perlahan terbuka, muncul mobil Maybach Exelero seharga 80 miliyar dari balik gerbang yang sedikit membuat Suho lega namun tetap tidak mengurangi rasa takutnya, mobil itu berhenti di depan Suho. Dari pintu penumpang muncul Sehun dan Luhan yang memberi Suho senyuman tipis, segera saja Suho memeluk kedua anaknya itu erat.

maybach-exelero-05

“Kalian tidak apa-apa ‘kan?” Tanya Suho sambil mengecek tubuh kedua anaknya.

Luhan memegang kedua tangan Suho dan menggeleng, “Appa tenang saja… Kami baik-baik saja, kami bahkan sama sekali tidak tergores…” Ujarnya menenangkan Suho.

Suho menghela nafas panjang, “Lain kali jangan mencoba untuk melonggarkan pengamanan terhadap kalian lagi!”

Sehun dan Luhan hanya bisa mengangguk.

-***-

-Yonsei High School-

Jinki hanya bisa menghela nafas panjang berkali-kali karena kelakuan Sehun, anak itu tertidur di kelas tanpa sedikitpun bergerak walau dia sudah membangunkan muridnya itu ratusan kali, sebenarnya Sehun tidak tidur, dia hanya berniat menggoda gurunya itu karena menurutnya wajahnya sangat lucu jika marah, apalagi mata sipitnya itu yang tidak pernah bisa berukuran besar walaupun dia sudah melotot.

“Kim Sehun!!! Bangunlah!!!”

Dan teriakan Jinki yang terdengar bahkan sampai tiga kelas di samping kelas Sehun itu membuat Sehun mengakhiri kelakuan jahilnya kepada guru matematikanya itu, Sehun menegapkan tubuhnya perlahan dan bertingkah seolah dia benar-benar baru bangun dari tidur panjangnya.

“Oh? Si mata sipit…” Ujar Sehun tanpa merasa bersalah, bahkan dengan berani-beraninya dia menunjuk muka gurunya dengan jari telunjuk, sedangkan murid-murid lain langsung tertawa terbahak-bahak melihat kejadian itu, kelas yang tadi sepi pun menjadi gaduh dalam beberapa saat.

Muka Jinki memerah, “Ya!!! Kim Sehun!! Keluar!!!”

Sehun menghela nafas panjang kemudian berdiri, dia menatap gurunya itu sedikit menunduk karena gurunya itu memang lebih pendek dari dirinya, “Dari atas kau bahkan terlihat tidak memiliki mata…” Ujar Sehun dengan wajah paling polos yang ia miliki, teman-temannya yang lain pun kembali tertawa terbahak-bahak karena tingkah kurang ajar Sehun.

Sehun menepuk bahu Jinki sebentar sebelum melangkahkan kakinya keluar, tapi ketika dia sampai di pintu, dia berhenti dan menatap Jinki sekali lagi, “Ah, Jinki hyung, boneka ayam milikmu boleh ku berikan pada anjing penjaga sekolah tidak?” Celetuk Sehun yang kembali mengundang gelak tawa dari teman-temannya.

“Ya!!! Kim Sehun!!!”

Baru saja Jinki melangkah dengan langkah-langkah lebar ingin memukul Sehun namun Sehun segera menutup pintunya dan berlari kabur tanpa bisa berhenti tertawa. Tanpa sadar Sehun berlari menuju gedung belakang sekolah yang berada dalam tahap renovasi, Sehun pun menghentikan langkahnya dan menatap sekeliling dengan pandangan bingung.

“Pabo, kenapa aku bisa tersasar sampai sini?” Gerutunya pada dirinya sendiri, dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Sebaiknya aku ke kantin saja…” Ujarnya kemudian berbalik dan berniat menuju ke kantin, namun langkah Sehun terhenti ketika mendengar suara-suara tonjokan yang berasal dari salah satu sudut gedung yang tegah di renovasi itu.

Dengan rasa penasaran yang menyelimuti hatinya, Sehun melangkahkan kakinya menuju sumber suara yang diyakininya, dan benar saja, saat ini ada empat orang siswa sedang mengeroyok seorang siswa yang tubuhnya terlihat sudah tidak karuan, bahkan dari hidungnya seperti tidak berhenti mengucur.

Sehun menyipitkan matanya melihat siapa namja yang dikeroyok itu, Sehun membelalakkan matanya kaget karena namja itu adalah namja yang di kenalnya,

“Jung Jongin…”

Sehun langsung melangkahkan kakinya lebar-lebar dan langsung menyerang keempat orang itu dengan brutal, dia mencengkeram salah satu pengeroyok itu dan memukul wajahnya berkali-kali, hingga namja itu tersungkur, seseorang mencengkeram bahu Sehun dari belakang namun oleh Sehun tangan itu di cengkramnya balik dan langsung di baliknya tubuh lawannya itu hingga menghantam tanah dengan keras.

Tersisa dua orang lagi, Sehun menatap mereka dengan pandangan yang sangat meremehkan, “Kalau kalian masih ingin hidup sebaiknya kalian pergi dari sini sekarang juga!!” Ancam Sehun yang langsung membuat kedua orang itu kabur sambil membawa kedua teman mereka yang sudah dihajar habis oleh Sehun.

“Cih” Sehun meludah sembarangan kemudian segera menuju Jongin yang tergeletak tidak berdaya, dia berusaha menggendong Jongin namun terlihat sedikit kesusahan.

“Sial! Dia berat sekali” Runtuknya namun dia tetap saja berusaha untuk menggendong Jongin, akhirnya setelah berhasil menggendong Jongin, dia berlari dan segera menuju kelas Luhan, namun tujuannya bukan kepada Luhan, namun kepada orang lain.

BRAKK

Sehun membuka pintu kelas Luhan kasar dengan kakinya, tentu saja murid-murid terperangah hebat dengan kedatangan Sehun di tambah dengan namja yang di gendongnya itu, apalagi darah yang melumuri seragam mereka di sana-sini itu membuat beberapa orang bergidik ngeri.

Luhan langsung berdiri dan menatap adiknya heran, “Sehun-ah!”

Sehun tidak memperdulikan panggilan Luhan, dia malah fokus menatap guru yang berada di depan kelas saat ini, “Donghae hyung, aku pinjam mobilmu untuk mengantarkan dia ke rumah sakit!” Ujarnya sedikit berteriak.

“Tapi-”

“Hyung, aku mohon, dia bisa mati karena kehabisan darah, aku akan menjelaskan semuanya nanti kepadamu bahkan ke kepala sekolah, sekarang cepat beri aku kunci mobilnya…” Mohon Sehun dengan mata yang berkaca-kaca.

“Baiklah” Ujar Donghae kemudian memasukkan kunci mobilnya ke saku seragam Sehun, “Eh, tunggu, kau ‘kan tidak bisa menyetir?”

“Aku bisa!” Jawab Sehun tegas, “Gomawoyo hyung” Lanjutnya kemudian segera pergi menuju tempat parkir.

“Seonsaengnim, aku rasa aku harus menyusul adikku!” Ujar Luhan yang langsung mengambil tasnya dan berlari menyusul Sehun walau Donghae belum mengatakan bahwa dia mengizinkan Luhan untuk keluar atau tidak.

Donghae menghela nafas berat, “Kelakuan mereka sama seperti Mr. Wu…” Gumannya lirih.

-***-

“Mr. Wu, your sons almost killed yesterday when they were shopping on Myeongdong…” Lapor salah satu anak buah Kris yang langsung membuat Kris berdiri dari tempat duduknya.

“Prepare my private jet right now, I’m going to Korea!”

-***-

-TBC-

Iklan

36 thoughts on “Promise and Responsibility Chapter 5

  1. Wah author daebak2…itu kris berarti akan bertemu dgn luhan sehun dong..pasti seru ceritax…
    Eh thor donghae itu kok tau sm kris? Dia itu temenx pa msuh pa anak buah kris? Tp q berhrap dia itu temenx kris… ah q jd ga’ sbar tunggu lanjutanx…buruan thor.^^

  2. gue salut banget sama ff kamu thor keren banget pokok nya lanjuta terus ya… jangan lama2 ngepostnya

    eh kok donge tau mr. wu .???
    kris back to korea !!

  3. wuah, ceritanya makin seru aja.. daebak!!
    kenapa donghae bisa kenal dengan kris, siapa donghae sebenarnya…
    makin penasaran nih chingu..
    ditunggu kelanjutannya ^^

  4. yakk.. aku pengen cepet2 liat kris nyusul hunhan ke seoul ><
    kira2 mereka langsung kenal sama dady nya gak ya?
    ohkai, buruan dilanjut ya thor. gak sabar liat kelanjutannya kayak gimana ^o^

  5. Kyaaa,,,aku mau liat kris nyusul HunHan ke Seoul..>.<
    mereka inget ga ya?kalo kris itu Daddynya HunHan?atau lupa
    Ah molla…
    OKai,buruan dilanjut thor kalo enggak aku gorok (wih kejem)
    next ya thor…

  6. Ping-balik: Promise and Responsibility Chapter 6 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s