Fate #2 “Unexpected, His Real Identity”

Fate (Unknown Destiny)

Fate #2

“Unexpected, His Real Identity”

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship.

Lenght : Chaptered.

Main Cast :

  • EXO Member

Support Cast :

  • Lee Soo Man ._.v

-***-

A/N:

Saya post 2 FF soalnya mulai minggu depan saya udah mulai kerja sambil nunggu masuk kuliah~

Jadi mungkin akan jarang ngepost, hehe

Part Before : #1

Be aware w/ typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

-Nandaemun Street
Seoul.

“Kai, kau masih marah padaku?” Chanyeol menarik bahu Kai agar namja itu mau menatap dirinya, Kai mendengus dan menatap Chanyeol tidak suka.

“Berapa kali aku mengatakan kalau aku tidak marah pada hyung?” Kai mendengus, dia membalikkan tubuhnya dan berjalan dengan langkah-langkah lebar, meninggalkan Chanyeol yang hanya bisa melihat Kai yang mulai menjauh dengan helaan nafas berat.

Seorang menepuk bahu Chanyeol dari belakang, membuat Chanyeol sedikit terlonjak kaget dan tersenyum ketika melihat siapa yang menepuk bahunya, orang itu adalah Baekhyun, sahabat terdekatnya.

“Kau bertengkar dengan Kai?”

Chanyeol menggeleng kecil, “Aniya, kami tidak bertengkar, tapi tetap saja aku merasa bersalah padanya…”

Baekhyun mengedarkan pandangannya kesekitar dan tersenyum ketika mendapati ada bangku kosong di taman, “Ayo duduk disana agar kau lebih nyaman bercerita” Ujarnya, dia menarik tangan Chanyeol dan mengajaknya untuk duduk di bangku itu, Chanyeol hanya menurut.

“Sekarang ceritakanlah padaku apa yang terjadi hingga membuat Kai seperti itu…” Ujar Baekhyun sambil menyandarkan punggungnya ke bangku.

Mengikuti Baekhyun, Chanyeol juga ikut menyandarkan punggungnya di bangku taman, dia menghela nafas panjang, “Kai kesal padaku karena aku meminta maaf kepada Oh Sehun…”

Baekhyun membulatkan matanya dan tersentak kaget, segera saja dia bangkit dan menatap Chanyeol lekat-lekat, “Apa kau membuat masalah dengan patung berjalan itu? Ya!! Kau ada dalam masalah besar jika kau berurusan dengan dia!!” Ujar Baekhyun sedikit berteriak.

Chanyeol mendengus, “Kenapa kau juga ikut memarahiku?!!”

“Wajar saja aku memarahimu, kau tau ‘kan-”

“Baekhyun-ah…” Chanyeol memotong ucapan Baekhyun, “Dengarkan ceritaku dulu sampai selesai baru kau boleh berkomentar…” Ujar Chanyeol pelan, dia menggenggam tangan Baekhyun mengisyaratkan agar namja itu menurutinya.

Baekhyun menghela nafas pelan, “Arrasseo, mianhae…”

Chanyeol tersenyum tipis, dia kemudian kembali menyandarkan tubuhnya dan menatap lurus ke depan, “Aku meminta maaf kepada Oh Sehun karena tanpa sengaja bola basketku tadi menggelinding mengenai kakinya, setelah aku meminta maaf kepadanya, dia kemudian meninggalkanku tanpa mengatakan apapun, entah dia menerima permintaan maafku atau tidak, yang jelas sikapnya itulah yang membuat Kai marah, kau tau sendiri ‘kan betapa bencinya Kai kepada Oh Sehun itu?” Cerita Chanyeol panjang.

Baekhyun menghela nafas panjang, “Aku tidak tau siapa yang salah disini…” Baekhyun menjeda ucapannya sejenak sebelum melanjutkannya kembali, “Dan aku tidak tau apa yang membuat Kai begitu membenci Oh Sehun…” Sekali lagi Baekhyun menghela nafas panjang, dia sedikit menengadahkan wajahnya melihat langit yang menurutnya selalu bisa membuat hatinya tenang.

“Aku juga…” Guman Chanyeol yang kemudian mengikuti arah tatapan Baekhyun.

-***-

-Sehun’s House
Gangnam Distric.

Sehunie's home

Gerbang setinggi dua setengah meter itu terbuka ketika mobil Ferrari Enzo merah yang di kendarai Sehun mendekat dan membiarkan mobil itu masuk ke dalam rumah mewah yang terlihat seperti sebuah istana pada era modern itu, Sehun menghentikan mobilnya di depan rumah kemudian memerintahkan salah satu security untuk memasukkan mobilnya ke dalam garasi yang di dalamnya berjejer berpuluh-puluh mobil mewah dengan berbagai macam jenis, bahkan Lamborghini Reventon, Buggati Veyron hingga Aston Martin One 77 yang notabene masuk kedalam jajaran mobil mewah termahal juga limited edition di dunia ada di dalamnya, mungkin mobil paling murah yang ada di dalam garasi ini adalah Audi R8 yang hanya di produksi sebanyak 333 buah di seluruh dunia.

The Cars

Sehun masuk ke dalam rumahnya dan membuang tas sekolahnya sembarangan, dia mejatuhkan dirinya di sofa dan menutupi wajahnya dengan lengan tangan kanannya, hembusan nafasnya terdengar panjang dan berat, dia terlihat sangat lelah.

“Tuan muda sudah pulang…” Ujar Bae ahjumma sembari meletakkan susu hangat di meja, Bae ahjumma adalah kepala pelayan di rumah Sehun.

Sehun membuka matanya dan merubah posisinya menjadi duduk, dia menatap Bae ahjumma dan menghela nafas berat, “Gomawo ahjumma…”

Bae ahjumma tersenyum tipis, dia kemudian meninggalkan Sehun yang hanya diam menatap gelas susunya tanpa sedikitpun menyentuhnya, hembusan nafas berat itu terdengar kembali, Sehun kembali menyandarkan tubuhnya di sofa. Menegadahkan wajahnya, Sehun menatap lekat-lekat symbol naga dan phoenix yang menggantung di salah satu tembok rumahnya, entah, ada air mata yang menggenang di kedua mata tajam itu, Sehun menutup matanya rapat, menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya kuat, Sehun kembali membuka matanya dan mengambil tas yang dia lempar tadi kemudian naik menuju kamarnya, dia ingin mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, namun sebenarnya bukan tubuhnya yang lelah, tapi hatinya.

Sehun tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau sebenarnya dia kesepian, walaupun di rumahnya banyak sekali pelayan yang selalu menyapanya ketika dia melewati mereka, namun mereka menganggap dan memperlakukan Sehun sebagai tuan, bukan teman, ingin rasanya Sehun berbincang-bincang dengan mereka walaupun hanya berbincang tentang hal yang sepele, tapi sikap para pelayannya-lah yang membuat Sehun akhirnya menarik diri dan memilih untuk bersikap tidak peduli.

Tapi rasa kesepian yang menumpuk di hati Sehun tidak membuatnya mencari teman atau sahabat di sekolahnya ataupun di tempat lain, dia trauma, trauma untuk dihianati, rasa sakit akibat penghianatan sekelompok anak yang menamakan mereka sahabat seorang Oh Sehun di masa lalu membuatnya tidak lagi ingin mengenal apa itu yang dinamakan teman atau sahabat, bahkan dia telah menghapus kedua kata itu dari daftar kosa katanya.

Faktor-faktor itu yang membuat kepribadian Sehun menjadi seperti sekarang ini, apatis, dingin dan acuh, jika ada hal yang bisa mendeskripsikan bagaimana seorang Oh Sehun itu, maka hal itu adalah bongkahan es abadi di kutub, begitu keras… Dan begitu dingin, dia seperti membangun sebuah benteng transparan yang memisahkan dirinya dengan kehidupan sosial di sekitarnya, dia seperti seorang pangeran yang terkurung dalam kaca, dia hanya bisa di lihat tanpa bisa di sentuh.

-***-

-Hangang River
05:00 PM

Luhan duduk di tepian sungai Han sambil melempar batu-batu kecil yang ada di sekitarnya ke dalam sungai, mulutnya yang cemberut dan helaan nafasnya yang terdengar berat jelas sekali memperlihatkan ada yang sedang di pikirkannya.

“Siapa sebenarnya namja tadi? Kenapa aku bisa melihat masa lalunya?” Luhan terdiam sejenak, keningnya mengerut namun sedetik kemudian matanya membulat seperti mengingat sesuatu, “Tunggu, bukankah dulu Amity*) pernah mengatakan padaku kalau aku bisa melihat masa lalu seorang legenda tanpa bisa membaca pikiran mereka? Apa dia seorang legenda?” Gumannya pada dirinya sendiri, dia kembali melempar sebuah batu kecil ke dalam sungai.

“Ah… Tidak mungkin, ini bukan Sirius dan para legenda itu sudah tidak ada, hanya aku satu-satunya legenda yang tersisa dan seluruh kekuatan mereka ada dalam diriku, tidak mungkin dia seorang legenda…” Ujarnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Apa aku harus ke rumahnya untuk mencari tau siapa dia? Tapi untuk apa aku mencarinya? Dia ‘kan bukan siapa-siapaku… Lagi pula dia tidak mungkin mempunyai kode itu, ingat Luhan… Ini bukan Sirius, kau bahkan tidak tau apa nama planet ini” Luhan meyakinkan dirinya untuk acuh kepada namja tadi, tapi sesaat kemudian dia kembali menghela nafas panjang, “Tapi aku penasaran dengan dia… Bagaimana kalau dia benar-benar seorang legenda?”

Luhan sekali lagi menghela nafas panjang kemudian bangkit dari duduknya, “Mungkin aku akan sedikit mencari tau tentangnya hanya untuk menghilangkan rasa penasaranku saja, kalau dia ternyata sama sekali tidak ada hubungannya denganku dan legenda itu maka aku akan pergi dan memulai hidupku sendiri…” Ujarnya pelan kemudian melangkahkan kakinya berteleportasi.

-***-

-Sehun’s House
06:00 PM

Luhan berteleportasi ke depan sebuah rumah mewah yang membuatnya mengangakan mulutnya, “Apa benar ini rumah namja tadi? Apa aku berteleportasi ke tempat yang salah?” Gumannya pelan, namun dengan segera dia menggeleng, “Tidak mungkin aku salah berteleportasi, memangnya aku pernah salah berteleportasi sebelumnya?” Luhan terus saja berbicara pada dirinya sendiri, namun dia segera kembali berteleportasi kembali ke dalam rumah ketika melihat seorang mendekat ke arahnya.

Luhan berteleportasi ke ruang tamu dan terlihat kebingungan di rumah itu, dia selalu bersembunyi jika ada pelayan yang lewat, namun sebuah senyuman tipis terukir di wajah Luhan, dia seperti mendapatkan sebuah ide, Luhan kembali tersenyum yang lebih terlihat sebagai sebuah seringaian, dia menjentikkan jarinya kemudian menghilang.

“Uhuukk, hatchii, hatchhiii…”

Luhan langsung batuk-batuk kecil dan bersin ketika muncul di suatu ruangan, dia menatap sekelilingnya dan mendengus kesal, “Sial, aku berteleportasi ke tempat yang berdebu” Runtuknya.

Dengan segera Luhan menjentikkan jarinya dan membuat beberapa peralatan kebersihan di tempat itu bergerak sendiri dan membersihkan ruangan itu hingga benar-benar bersih, kini di wajah Luhan terukir senyuman lebar, dia sangat puas dengan apa yang baru saja dia lakukan.

Kruukkk

Perut Luhan berbunyi, dia memegangi perutnya dan memasang wajah memelas, “Aku lapar… Tapi di tempat ini tidak mungkin ada serbuk megallanic seperti di Sirius…”

Luhan menghela nafas berat kemudian mendudukkan dirinya di sofa tua yang sudah bersih di ruangan itu, “Apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar lapar…” Ujarnya masih memegangi perutnya yang masih terus saja berbunyi.

“Ya!! Berhenti berbunyi!! Kalau kau terus berbunyi malah membuatku makin merasa lapar…” Luhan berbicara sendiri, kali ini dia mengerucutkan bibirnya masih dengan wajah yang terlihat kian memelas.

Luhan menyandarkan punggungnya kemudian menjentikkan tangannya malas, berharap ada sesuatu yang dapat di makan olehnya muncul, dan benar saja, di depannya tiba-tiba muncul sebuah roti dengan ukuran cukup besar muncul, Luhan langsung bangkit dari duduknya dan menatap roti yang melayang itu dengan kening mengerut.

“Apa itu? Apakah itu bantal?”

Luhan pun mengayunkan tangannya agar roti itu mendekat, Luhan memegangi roti itu dan menekan-nekannya dengan jari telunjuk, “Kenapa malah muncul bantal? Aku ‘kan ingin makanan…” Wajah Luhan kembali terlihat memelas, dia meletakkan roti itu di sampingnya dan menatapnya putus asa.

Luhan menarik nafasnya dalam, namun ketika menarik nafasnya, dia mencium aroma yang lezat dari benda yang di anggapnya bantal itu, dengan segera Luhan mengambil roti itu dan mencium aromanya.

“Uwaahh, aromanya enak sekali, jangan-jangan di planet ini bantal adalah makanan mereka, mungkin saja bantal ini sama dengan serbuk megallanic di Sirius!” Ujarnya girang, Luhan pun segera memakan roti itu, matanya berbinar-binar saat mengunyahnya.

“Bantal ini enak sekali!!” Serunya bahagia, dia pun memakan roti itu hingga habis.

Luhan menyandarkan punggungnya dan memegangi perutnya setelah roti tadi habis, “Aaahhh… Aku benar-benar kenyang…”

Luhan merubah posisinya menjadi duduk dan mengamati benda-benda di sekelilingnya, namun mata tajam Luhan menangkap sebuah cahaya berwarna kehijauan yang ada di salah satu sudut ruangan, dengan segera Luhan bangkit dan menuju asal cahaya itu, Luhan mengulurkan tangannya untuk mengambil benda yang mengeluarkan cahaya tadi, dia sedikit menyipitkan matanya karena semakin tangannya mendekat maka cahaya itu semakin terang.

Grep

Luhan memegang benda yang cahayanya perlahan memudar ketika Luhan telah berhasil menyentuhnya, mata Luhan membulat lebar ketika mendapati bahwa benda yang berada di tangannya itu adalah benda yang di kenalnya, bahkan sangat dikenalnya.

Luhan merogoh saku celananya dan mengeluarkan benda yang sama persis dengan benda yang di temukannya tadi, yang membedakannya hanya symbol yang terukir di atasnya, benda itu adalah benda kristal berwarna hijau berbentuk persegi enam dengan symbol burung phoenix, sedangkan symbol kristal Luhan adalah seekor naga.

Luhan mundur satu langkah, dia terlalu shock dengan apa yang ditemukannya saat ini, “I-Ini… Ini adalah kristal Sirius… B-Bagaimana kristal itu bisa ada di tempat ini? A-Apa namja itu memang salah satu dari dua belas legenda sama sepertiku? Kalau dia memang salah satu dari mereka, dia pasti mempunyai kode tubuhnya…” Luhan tertegun, namun dia terus mengamati kedua kristal yang ada ditangannya.

“Jika memang dia adalah salah satu dari para legenda, maka aku harus menyerahkan kekuatannya yang ada pada diriku… Dan jika aku sudah memulai satu… Itu artinya aku harus menyelesaikannya sampai akhir… Aku harus menyelesaikannya hingga Sirius kembali seperti yang seharusnya… Kode itu tidak boleh terputus…” Luhan terdiam sejenak, “Mulai sekarang ini adalah sebuah awal…” Gumannya sambil menggenggam kedua kristal itu dengan erat.

Luhan kembali mengedarkan tatapannya dan mendapati sebuah ukiran dua buah telapak tangan kecil yang berwarna emas, Luhan mendekati benda itu dan membaca tulisan yang tertera di bawahnya.

“Oh Sehun…” Luhan pun mengambil nafas dalam dan membuangnya kuat-kuat, “Jadi namanya Oh Sehun… Baiklah Sehunie, mari kita buktikan kalau kau salah satu dari legenda atau tidak…”

-***-

-Banpo Bridge
08:00 PM

Hembusan angin yang semilir itu membuat rambut Sehun bergerak kecil, dia duduk di bangku taman dekat jembatan Banpo sendirian, Sehun sudah biasa seperti ini, setiap dia merasa ada yang mengganjal di hatinya dia selalu ke tempat ini, di bangku yang sama, melakukan hal yang sama dan selalu sendiri.

Dari kejauhan, Luhan mengamati Sehun yang termenung dengan menghela nafas panjang, dia gugup, gugup jika harus berbicara dengan namja yang sepertinya sama sekali tidak bersahabat itu, namun tekad di hati Luhan untuk membuktikan bahwa Sehun adalah salah satu legenda lebih kuat sehingga perasaan gugup itu tertutupi, sekali lagi Luhan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya sebelum berteleportasi di sebelah Sehun.

“Boleh aku menanyakan satu hal kepadamu?” Ujar Luhan yang tiba-tiba muncul di sebelah Sehun.

“Mwoya!!!” Sehun terlonjak kaget dan hampir terjatuh ketika tiba-tiba di sampingnya muncul seseorang yang sama sekali tidak di kenalnya.

“Hahahaha!!!” Luhan tertawa keras saat melihat Sehun yang hampir terjatuh, dia bahkan sampai mengeluarkan air mata karena tidak bisa menghentikan tawanya.

Sehun memandang Luhan dengan tatapan tajam, “Siapa kau?” Tanyanya dingin.

Luhan menatap Sehun dan masih berusaha menahan tawanya, “Aku? Aku ppffttt… Hahaha” Luhan kembali tertawa dengan keras, Sehun mendengus kesal.

“Baiklah tuan pfffttt hahaha-ssi, jika anda tidak mempunyai keperluan dengan saya, saya pergi dulu” Ujar Sehun yang terdengar mengejek, dia beranjak dari tempat duduknya berniat pergi, namun Luhan segera memegang tangan Sehun untuk mencegahnya.

“Sehunie tunggu!! Ada yang benar-benar ingin aku tanyakan padamu!!”

DEG

Sehun membeku ketika seseorang yang tidak di kenalnya itu memanggilnya dengan ‘Sehunie’, sebuah panggilan yang sarat akan rasa sayang yang hanya pernah dia dengar dari kedua orang tuanya, entah kenapa hati Sehun tiba-tiba terasa sesak, tapi Sehun segera sadar, dia menepis tangan Luhan halus.

“Dari mana kau tau namaku?”

Luhan membuka mulutnya ingin menjawab pertanyaan Sehun seandainya Sehun tidak berbicara lebih dahulu.

“Ah, tidak perlu kau jawab karena jika kau tidak tau siapa aku maka hal itu akan lebih terlihat aneh”

“Sombong sekali” Dengus Luhan kesal.

“Apa yang ingin tanyakan? Cepat katakan karena aku tidak mempunyai banyak waktu” Ketusnya, sebenarnya nada ketusnya itu hanya untuk mengalihkan keterkejutannya.

“Tck, kenapa kau sama sekali tidak mempunyai tata karma?” Luhan berdecak, namun Sehun hanya memutar bola matanya malas.

Luhan merogoh sakunya dan mengeluarkan kristal yang ia temukan di ruang yang ia tempati tadi, “Apa kau tau mengenal benda ini?”

Mata Sehun membulat, dia langsung merebut kristal hijau itu dari tangan Luhan, “Benda ini milikku, bagaimana bisa benda ini ada padamu?” Tanyanya dengan nada yang meninggi.

Bola mata Luhan kini juga ikut membulat, “Milikmu? Dari mana kau mendapatkannya?” Luhan tidak memperdulikan pertanyaan Sehun, dia malah bertanya balik.

“Benda ini terlahir denganku, memang kenapa? Apa hubungannya benda ini dengan dirimu?” Jawab Sehun masih dengan nada ketusnya.

Mata Luhan semakin membulat, dia kembali merogoh sakunya dan mengeluarkan kristal hijau miliknya dan menunjukkannya kepada Sehun, “Aku mempunyai kristal yang sama denganmu, dan sekarang aku harus membuktikan kalau kau memang benar-benar salah satu dari mereka atau tidak, aku harus membuktikan kalau di tubuhmu ada kode itu”

Luhan tiba-tiba menempelkan kristal miliknya di kening Sehun, Sehun hanya membulatkan matanya kaget tanpa berniat menyingkirkan tangan Luhan yang ada dikeningnya, entah, tapi rasanya tubuhnya membeku ketika kristal itu menyentuh keningnya.

“Akkhh”

Sehun meringis kesakitan dan memegangi bahu kanannya, dan hal itu membuat Luhan langsung berusaha membuka baju Sehun untuk melihat bahu kanan Sehun.

“Ya!! Ya!! Apa yang kau lakukan? Apa kau byuntae??!!” Teriak Sehun keras sambil berusaha menyingkirkan Luhan dari dirinya.

“Diamlah, aku hanya perlu memastikan satu hal, aku harus memastikan bahwa kau benar-benar mempunyai kode itu atau tidak” Hardik Luhan yang akhirnya berhasil melihat bahu kanan Sehun, sebuah senyuman tipis terukir di wajah Luhan, sedangkan Sehun, dia terus saja mendengus sambil membenarkan bajunya.

Luhan menatap Sehun dalam, “Kau memang salah satu dari mereka… Kau mempunyai kodenya, kau seorang legenda!!”

Sehun mengerutkan keningnya bingung, “Maksudmu?”

-***-

-TBC-

Note

*) Amity : Seseorang yang paling di hormati di planet Sirius, bisa dibilang dia adalah pemimpin sekaligus yang tertua di sana.

Iklan

31 thoughts on “Fate #2 “Unexpected, His Real Identity”

  1. Eonn pinter bgt si bikin ff nyaaa :3
    Bagus bgt ff nya eonn, tp kok cepet bgt tbc nya hehe
    Next chapter nya jgn lama2 ya eon, fighting ^^9

  2. wow rumahnya segun keren gila ..
    mobilnya lagi :O
    sehun salah satu dari legenda ..emngnya ada brapa legende ? 12 kah ? :- –

  3. Pheonix dan naga..berarti duo tiang listrik yg satunya menghilang tiba2
    oh ayolah jangan buat aku penasaran udah mtk dapet 39,bingung si tiang listrik *masihajanihanak*,nari lampung untuk pentas minggu depan,aku yg nyusun panggung,make up in temen,dan ini lagi ah kepalaku nyut2an yg penting di next aja deh..

  4. Annyeong author 🙂
    Tika imnida 😀
    Sya readers baru thor di blog ini…
    Hehe

    Dan baca ff ini bkin sya pnsaran n suka bnget sma ff nya..
    Maaf ya thor, saya lngsung komen di chapter ini..
    Saya lihat2 di blog ini kbnyakan ff nyaa brothership ya thor?
    Kyaaaa saya sukaaa ><
    Sya gk suka soalnya bca ff mmber exo yg ada unsur romance nya. Hehe
    Oke deh thor klanjutannya ff ini sya tunggu yaaa..
    Ff nya seruuu bngeetttt

    • Annyeong Tiika-ssi 😀
      Iyaaaa
      Ini kebanyakan Brotherhood, bahkan hampir semua kaya-nya -_-”
      Aiihh, sama kalo gitu, belom suka member EXO di pairing
      Nyahaha 😀
      Kamsahamida 😀

  5. Ping-balik: Fate #3 “Just Believe in Me” | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s