Promise and Responsibility Chapter 6

PAR

Promise and Responsibility

Title : Promise and Responsibility

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Brotherhood, Friendship,Action.

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Oh Sehun as Kim Sehun.
  • Luhan as Kim Luhan.
  • Suho as Kim Suho.
  • Kai as Jung Jongin.
  • Kris as Kris Wu.
  • D.O as Do Kyungsoo.
  • Another EXO’s member.

Support cast:

  • Lee DongHae (Super Junior).
  • Im YoonA (Girls Generation).
  • Lee Jinki (SHINee).
  • Taeyeong (SMROOKIES)

-***-

“Aku yakin aku tidak akan sanggup jika Kris datang dan mengambil mereka kembali…”

-***-

Part Before : 5

Be aware w/ typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Sehun memandangi tubuh Jongin yang terbaring lemah di atas kasur rumah sakit, selang infus dan selang yang memberinya transfer darah terpasang di tangan kanan Jongin yang sampai saat ini belum juga membuka matanya.

“Kau kenapa sebenarnya?” Tanya Sehun pada Jongin yang tidak mungkin dijawab, Sehun menghela nafas berat dan memegang tangan Jongin. “Aku harap kau cepat membuka matamu dan menceritakan semuanya kepadaku, aku akan menjadi pendengar setiamu…” Lanjutnya tulus, ini pertama kalinya Sehun mengatakan kalimat seperti itu dengan tulus kepada orang lain selain kakaknya.

Kreekk

Bunyi kerenyitan pintu ruangan Jongin di rawat terdengar, Sehun pun menolehkan wajahnya dan tersenyum tipis ketika melihat siapa yang datang.

“Luhan hyung, kau sudah mengurus semuanya?”

Luhan mengangguk pelan dan mendudukkan dirinya di samping Sehun, “Kau tenang saja, aku sudah mengurus semuanya jadi Jongin bisa mendapat perawatan terbaik disini hingga dia benar-benar sembuh…”

Sehun tersenyum tipis, “Gomawoyo hyung…”

Luhan juga memberi senyuman tipis kepada adiknya dan menepuk bahu adiknya pelan, “Oh iya, tentang murid bernama Do Kyungsoo yang kau minta untuk ke sini itu, aku sudah menghubungi Donghae seonsaengnim untuk membawanya kemari sepulang sekolah…”

“Benarkah? Uwaahhh… Hyung memang benar-benar kakak yang terbaik!!” Seru Sehun kemudian memeluk kakaknya.

“Aku tau…” Ujar Luhan sedikit menyombongkan diri, “Tapi sebenarnya siapa Do Kyungsoo itu?” Tanya Luhan penasaran.

Sehun melepaskan pelukannya kepada kakaknya, “Dia adalah sepupu Jongin yang aku tolong dari Park Chanyeol dulu, karena dialah aku dan Jongin bisa saling mengenal…”

“Oh… Namja bermata bulat itu?”

“Mm” Jawab Sehun sambil menganggukkan kepalanya.

“Eghh…”

Erangan lirih Jongin membuat Luhan dan Sehun menoleh, Jongin menggeliat sejenak namun tidak juga membuka matanya, tiba-tiba dari sudut mata Jongin mengalir setetes air bening yang membuat Luhan dan Sehun saling pandang tidak mengerti, mereka kemudian menatap Jongin lagi.

“Appa…” Igau Jongin lirih.

“Dia pasti sedang merindukan ayahnya…” Guman Sehun yang kemudian mengusap air mata Jongin.

‘Sehunie, bukan hanya Jongin yang merindukan ayahnya, tapi aku juga… Aku merindukan Daddy… Ayah kandung kita…’ Luhan membatin.

-***-

Wanita cantik itu kembali berkutat dengan laptop miliknya, keningnya mengerut, sesekali terdengar helaan nafas berat yang ia hembuskan, dia kemudian mengambil beberapa berkas yang ada di mejanya, dia membolak-balikkan kertas itu dan menghentikannya ketika halaman yang ia cari sudah ia temukan.

Wanita cantik itu kembali menghela nafasnya sekali lagi, “Sudah sejak lama orang ini menjadi buruan FBI tapi FBI sama sekali tidak menemukan celah untuk menangkapnya, dia terlalu cerdik dan itu yang membuatnya sangat berbahaya, bahkan sampai saat ini tidak ada yang tau dimana tempat pesembunyiannya… Dia sangat mirip dengan Igor Lewis, kakeknya…”

Wanita itu menutup berkas yang tadi dibacanya dan kembali berkutat dengan laptopnya untuk mencari informasi tentang cucu Igor Lewis, dibalik kaca matanya, matanya menyipit ketika mendapat informasi yang sama sekali tidak pernah diketahuinya.

“Dia mengincar anak Mr. Wu dan perusahaannya? Untuk apa dia melakukan itu?” Tanyanya pada dirinya sendiri.

Wanita cantik itu menyandarkan tubuhnya di sofa dan memijat kepalanya yang pening, “Ah… Kenapa hal ini semakin rumit? Itu artinya aku bukan hanya mencarinya tapi aku juga harus mencari anak dari Mr. Wu yang beliau sembunyikan tujuh belas tahun lalu…”

-***-

“Tuan Kim, tuan muda Sehun dan Luhan sedang berada di rumah sakit saat ini” Lapor Yixing kepada Suho yang tengah berkutat dengan berkas-berkas perusahaannya.

Suho langsung bangkit dari duduknya dan menatap Yixing tajam, “Ada apa dengan anak-anakku?!” Tanyanya sedikit berteriak.

“Mereka tidak apa-apa tuan, mereka hanya mengantarkan teman mereka yang sakit…”

Dan jawaban dari Yixing itu pun meredam emosi Suho dan membuatnya kembali duduk dan menghembuskan nafasnya lega, dia kemudian menatap Yixing, “Yixing-ah, perintahkan Rudolph untuk terus mengawasi dan menjaga kedua anakku, jangan sampai lengah dan terus berikan laporan tentang mereka…” Ujarnya yang hanya disambut anggukan dari Yixing yang kemudian pergi menjalankan perintah Suho.

Suho memandang keluar lewat rumahnya yang memang kebanyakan hanya di lapisi kaca anti peluru, bukan tembok bata seperti kebanyakan rumah lain, dia menghela nafas berat, “Bahkan sekarang aku sudah melupakan kalau mereka bukan anak kandungku… Aku terlalu menyayangi mereka… Aku yakin aku tidak akan sanggup jika Kris datang dan mengambil mereka kembali…”

forest

Disisi lain, Kris menghela nafas beratnya ketika mendengar perkataan Suho barusan, semenjak kemarin Kris memang memasang alat penyadap di rumah mereka dengan bantuan Yixing tanpa sepengetahuan Suho sehingga dia bisa mengetahui segala hal tentang kedua anaknya. Dia sendiri juga yakin mungkin kedua anaknya kini lebih menyayangi Suho dibandingkan dirinya sendiri yang merupakan ayah kandung dari Sehun dan Luhan.

“Tuan Jung, antarkan saya ke rumah saya di Gangnam saja, saya tidak jadi ke rumah di bukit…” Ujar Kris pada supir pribadinya di Korea.

Kris menyandarkan tubuhnya ke kursi dan memandang pemandangan kota Seoul lewat kaca mobilnya.

‘Mungkin Daddy akan memberi waktu lebih lama kepada Suho untuk bersama kalian sebelum Daddy membawa kalian kembali… Tapi Daddy berjanji Daddy akan terus melindungi kalian dari jauh…’ Batin Kris yang kembali menghela nafas beratnya.

-***-

Donghae dan Kyungsoo berjalan beriringan menuju ruangan tempat Jongin dirawat, langkah kecil Kyungsoo terlihat begitu tergesa-gesa ingin segera menemui adiknya. Sampai di depan pintu ruangan Jongin, Kyungsoo membuka pintu itu kasar dan menemukan Jongin yang terbaring lemah diatas kasur dengan Sehun dan Luhan yang tertidur di sofa.

Kyungsoo segera berlari menuju adik sepupunya dan menggenggam tangannya erat, “Jongin-ah… Irona… Ini Kyungsoo hyung…” Ujarnya sambil mengguncang tubuh Jongin pelan, mata bulat Kyungsoo berkaca-kaca.

“Hoaaammm” Sehun bangun dari tidurnya karena mendengar suara yang sama sekali tidak di kenalnya, matanya yang setengah terbuka memandang Kyungsoo yang sedang terisak di samping ranjang Jongin.

“Oh? Si mata bulat…” Ujar Sehun dalam keadaan setengah sadar, namun Kyungsoo sepertinya sama sekali tidak mempedulikan Sehun.

Mengikuti Sehun, Luhan menggeliatkan tubuhnya sebentar dan mulai membuka matanya perlahan, dia mengucek-ucek matanya untuk memperjelas pandangan di depannya, dan dia hanya menguap walaupun dia melihat Kyungsoo sedang terisak di samping ranjang Jongin.

Luhan melempar pandangannya ke pintu dan melihat Donghae melangkah masuk, mata Luhan pun seketika melebar ketika melihat guru yang paling dekat dengannya itu semakin mendekat ke arahnya dan mendudukkan dirinya disisinya.

“Kau harus merangkum bab termodinamika dan mengejarkan seluruh soalnya sebagai hukumanmu meninggalkan kelas tanpa seizinku…” Ujarnya yang langsung membuat mata Luhan makin membulat lebar.

“Seonsangnim!” Protes Luhan pelan.

“Tidak ada protes, cukup kerjakan saja hukuman dariku!” Ujar Donghae yang seketika membuat Luhan mengerucutkan bibirnya.

“Hahaha!!” Sehun malah mentertawakan hyungnya dan membuat Luhan makin mengerucutkan bibirnya menahan marah.

“Eunghhh…”

Erangan lirih dari Jongin membuat Sehun menghentikan tawanya dan langsung mengalihkan tatapannya kepada Jongin, begitupun Donghae dan Luhan yang melakukan hal serupa. Perlahan, Jongin membuka matanya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling.

“Apakah aku di rumah sakit?” Tanyanya dengan suara yang serak.

“Mm” Jawab Kyungsoo sambil mengangguk pelan, serta merta Kyungsoo memeluk Jongin erat dan menumpahkan air mata bahagianya karena melihat Jongin sadar kembali. “Jangan bertingkah bodoh lagi, aku lebih rela di bully dari pada melihatmu di keroyok oleh mereka hingga membuatmu seperti ini…”

“Maafkan aku jika aku membuat kau khawatir hyung, tapi aku hanya berusaha melindungimu dari mereka…” Ujar Jongin masih lemah, kini air mata juga mengalir dipipinya sama seperti Kyungsoo.

Kyungsoo melepaskan pelukannya dan menatap Jongin nanar, “Sudah ku bilang jangan melindungiku lagi, aku yang akan melindungimu! Aku ini kakakmu kau mengerti?!” Teriak Kyungsoo sambil menangis, dia menundukkan kepalanya dalam.

Tangan lemah Jongin meraih Kyungsoo dan merengkuhnya ke dalam pelukannya, “Maafkan aku hyung, tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun tentang itu… Aku akan terus menjadi Jung Jongin yang akan melindungi hyung…”

Kyungsoo makin terisak dengan ucapan Jongin barusan dan tanpa mereka sadari mereka telah membuat ketiga orang yang sedari tadi melihatnya ikut meneteskan air mata tanpa suara, ketiga orang itu sangat terharu dengan kedekatan dan kasih sayang antara Jongin dan Kyungsoo, dan itu yang membuat air mata mereka keluar dari sudut-sudut mata mereka tanpa mereka sadari.

Sehun kemudian memeluk Luhan dan menangis di bahu kakaknya, Luhan hanya bisa menenangkan Sehun dengan memegangi salah satu tangan Sehun yang merangkulnya dari depan, Luhan kemudian mengusap air matanya dan menghela nafas berat.

“Tiba-tiba aku merindukan Daddy…” Ujarnya sangat lirih hampir tak terdengar, bahkan Sehun yang memeluknya juga tidak mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Luhan.

“Anyeong!! Ups-” Yoona langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan ketika melihat suasana di ruangan Jongin yang mengaharu biru dan dengan bodohnya dia masuk dengan ceria, kelima orang yang berada disitu menatapnya dengan tatapan bingung, sedangkan Yoona hanya bisa tersenyum kikuk.

Yoona melangkahkan kakinya pelan menuju tempat Jongin dan menyerahkan buket bunga yang dibawanya kepada Jongin, Jongin pun menerimanya dengan kikuk karena tidak mengenal siapa wanita yang ada di depannya itu.

“Noona, bagaimana kau bisa kesini?” Tanya Sehun yang sudah tidak menangis lagi.

“Donghae Oppa yang menyuruhku ke sini” Jawabnya sambil menunjuk Donghae yang hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Oppa??!” Teriak Luhan dan Sehun bersamaan.

“Mm, aku dan Donghae Oppa sudah resmi berpacaran dari kemarin dan karena itu dia memintaku untuk kesini, terima kasih untuk kalian~” Ujarnya ceria yang membuat Luhan dan Sehun hanya bisa mengangakan mulut mereka lebar.

Drrtt Drtt

Tiba-tiba ponsel Donghae bergetar dan menyelamatkannya dari berbagai pertanyaan yang akan di bombardirkan kepadanya oleh Sehun dan Luhan, dia langsung keluar untuk menerima telepon.

“Yoboseyo?”

“…”

Kedua mata Donghae membulat lebar, “Apa? Mr. Wu ada di Korea saat ini? Baiklah kalau begitu, sepertinya semuanya akan menjadi lebih mudah sekarang…”

-***-

-TBC-

Iklan

27 thoughts on “Promise and Responsibility Chapter 6

  1. Ais…lg2 author truh tbcx diwaktu tidak tepat…lgi seru2x baca eh mlah terhlang tbc..huh…kesel n’ buat drah tinggi aja nih…lanjut cpet thor..
    Itu lg donghae apax yg dr skrang jauh lbih muda kalo’ ada Mr. Wu? Emang dia siapax Mr. Wu sih? Huhhh….pensrn akut nichhhhhhh…..lanjutkan….

  2. siapa sebenarnya wanita itu dan donghae? penasaran nih..
    apakah donghae salah satu anak buah Mr. Wu?
    hua, penasaran..
    pengen tau reaksi sehun pas ketemu ayah kandungnya…
    ditunggu kelanjtannya chingu ^^

  3. bukan hanya suho yang ngga siap hunhan di ambil kris tapi aku juga *kaga ngefek,, kasian kalo suho di pisahkan dari hunhan dia kan sayang banget sama mereka, donghae oppa itu teman apa musuh ???

    lanjut terus thor

  4. tbc huweee T-T
    nahloh, maksudnya donghae itu apaan coba? masa iya donghae bakal jd musuhnya keluarga wu?
    prediksi aku dulu kalo kai yg bakalan jd musuhnya keluarga wu. tp setelah donghae bilang gitu aku jd bingung mana yg musuhnya keluarga wu –”
    kelanjutannya sangaaat ditunggu thor! ♥

  5. hweee iti maksud donghae apa ?
    donghae itu musuh mr.wu kah ?
    andweee aku ga rela kalok hae ntar dpt peran yg nyakitin HunHan ..
    duh mreka bertiga biasku .. ga rela kalok salah satu dari mreka saling musuh t.t

    cie cie Yoonhae uda pacaran hmhmhm

    masi banyak misteri ini epep kkkkk

  6. Ping-balik: Promise and Responsibility Chapter 7 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s