Promise and Responsibility Chapter 7

PAR

Promise and Responsibility

Title : Promise and Responsibility

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Brotherhood, Friendship,Action.

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Oh Sehun as Kim Sehun.
  • Luhan as Kim Luhan.
  • Suho as Kim Suho.
  • Kai as Jung Jongin.
  • Kris as Kris Wu.
  • Chanyeol as Park Chanyeol.
  • Another EXO’s member.

Support cast:

  • Lee DongHae (Super Junior).
  • Im YoonA (Girls Generation).
  • Lee Jinki (SHINee).
  • Taeyeong (SMROOKIES)

-***-

“Luhan-ah… Kemampuan menembakmu sudah sangat sempurna… Tapi jika kau tidak mempunyai keberanian dan tekad yang kuat seperti adikmu maka itu akan percuma…”

-***-

A/N:

Yeorobun~~

Karena saya udah kerja sekarang jadi FF akan saya publish satu minggu dua kali/ satu kali, tapi langsung banyak(?), intinya sih jarang publish tapi sekali publish 2-3 FF akan saya post, tp tergantung juga sih sama waktu dan kesempatan nulisnya, dan yang paling penting adalah dewa ide!! Keke~

Part Before : 6

Be aware w/ typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Donghae masuk kembali ke ruang rawat Jongin dengan sebuah senyuman tipis, dia kemudian menarik tangan Yoona dan membuat yeoja itu masuk ke dalam pelukan Donghae.

“Permisi… Ini bukan tempat untuk bermesraan… Ini tempat untuk orang sakit…” Sindir Luhan kepada Yoona dan Donghae.

“Kalau kalian ingin bermesraan sebaiknya kalian pergi saja…” Tambah Sehun ketus.

Donghae hanya terkekeh kecil melihat tingkah laku Luhan dan Sehun, “Kalian cemburu?”

“Aniyo!!!” Jawab Luhan dan Sehun kompak.

Donghae kembali terkekeh kecil kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Yoona, “Yoongie-yah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu dan itu tentang ‘dia’…” Bisik Donghae.

“Uhm… Arrasseo…” Ujar Yoona sambil mengangguk pelan.

“Anak-anak, aku dan Yoona akan pulang lebih dulu, ada sedikit urusan…” Pamit Donghae.

“Ne, hati-hati di jalan seonsaengnim…” Ujar Kyungsoo sambil membungkukkan badannya.

“Mm”

Donghae dan Yoona pun pergi dan meninggalkan keempat orang yang kini menjadi sedikit canggung, mereka memang belum terlalu mengenal satu sama lain dan itu yang membuat mereka kikuk, bahkan untuk memulai percakapan saja rasanya sulit untuk menemukan kata yang tepat.

Kyungsoo memegangi ujung bajunya dan menggigit bibir bawahnya, “Mm… Luhan sunbaenim, Sehun-ssi, kamsahamida…” Ucapan pertama dari Kyungsoo untuk Luhan dan Sehun akhirnya keluar walaupun masih terasa begitu canggung dan kaku. Luhan hanya menepuk bahu Kyungsoo dan tersenyum tipis,.

“Saya akan berusaha untuk mengembalikan semua biaya perawatan Jongin…” Lanjut Kyungsoo pelan.

“Kau bicara apa? Kau tidak perlu mengembalikannya” Ujar Sehun dengan nada yang sedikit meninggi.

“Tapi kalian-”

“Sudah ku bilang kau tidak usah menggantinya!! Kenapa kau keras kepala sekali?!!” Runtuk Sehun kesal.

Luhan menyenggol Sehun pelan, “Sopanlah sedikit, dia itu kakak kelasmu”

“Aku tidak mau!” Ketus Sehun sambil melipat kedua tangannya di depan dada, tapi kemudian dia melepas lipatan tangannya dan menolehkan wajahnya menatap Jongin yang masih lemah terbaring di ranjangnya, Sehun mendekati Jongin.

“Sebenarnya kau ada masalah apa dengan mereka?” Tanya Sehun pelan.

Jongin menghela nafas berat kemudian menatap langit-langit ruang rawatnya, “Aku hanya benci melihat mereka menyakiti kakakku…” Jawabnya lirih.

Sehun mengalihkan perhatiannya dan menatap Kyungsoo, mata bulat namja itu kini kembali tergenangi air mata namun segera diusapnya sebelum terjatuh. Sehun menghela nafas beratnya.

“Mulai sekarang kalian akan selalu dibawah perlindunganku… Kalian harus selalu berada di dekatku…” Ujarnya pelan namun jelas, dan hal itu seketika membuat Jongin dan Kyungsoo membelalakkan mata mereka menatap Sehun.

“Kim Sehun, apa maksudmu barusan?”

“Ya! Jung Jongin, kau tau aku adalah murid paling ditakuti di sekolah, kalau kalian berdua dekat denganku maka tidak ada satupun yang akan berani menyakiti kalian lagi”

“Tapi-”

“Sudahlah, aku tidak ingin mendengar kata tapi lagi, yang jelas kalian harus menuruti perkataanku karena itu perintah”

“Tck” Luhan berdecak pelan melihat tingkah adiknya yang menurutnya makin terlihat seperti anak kecil itu.

Sehun menolehkan wajahnya kepada Luhan ketika mendengar kakaknya itu berdecak, “Kenapa hyung berdecak? Apa ada yang lucu?” Tukas Sehun bersunggut-sunggut.

“Sehun-ah, semakin kau mencoba bersikap dewasa kau malah makin terlihat seperti anak kecil”

Sehun mendengus, “Aku bukan anak kecil!!”

“Hahahaha” Luhan tertawa keras namun tawanya berhenti ketika ponselnya bergetar, Luhan pun merogoh sakunya dan mengangkat telepon yang masuk, terlihat mimik wajah Luhan langsung berubah menjadi kecewa setelah menerima telepon, dia juga menghela nafas panjang.

“Ne, Kamsahaeyo…” Ujarnya sebelum menutup telepon dan menatap Sehun, “Sehun-ah, kita harus pulang sekarang… Appa menunggu kita…”

Sekali lagi Sehun mendengus, namun dia hanya bisa mengambil tasnya begitu pula Luhan, Sehun menepuk bahu Kyungsoo sebelum pergi, “Aku akan mengunjungi kalian setiap hari sampai dia benar-benar sembuh…” Ujar Sehun yang kini menolehkan wajahnya menatap Jongin kemudian melangkahkan kakinya keluar.

Kyungsoo hanya diam dan menganggukkan kepalanya pelan, Luhan tersenyum tipis kepada Kyungsoo dan menepuk bahu namja itu sebelum melangkahkan kakinya mengikuti Sehun yang lebih dahulu keluar. Kedua kakak beradik itu pun berjalan beriringan menuju mobil Maybach Exelero yang sudah menunggu mereka di depan rumah sakit.

-***-

Yoona menghela nafas panjang, “Jadi saat ini Mr. Wu ada di Korea?”

Donghae mengangguk kecil, “Mm, dia sudah ada di Korea, dia pasti sudah tau kalau kedua anaknya mulai mendapatkan serangan saat ini…” Jawabnya tanpa menatap Yoona karena fokus mengemudikan mobilnya.

“Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?”

“Aku masih belum tau… Tapi satu hal yang pasti, aku tidak boleh menjaga jarak antara diriku dengan kedua anaknya…”

Yoona menatap Donghae dengan kening mengerut, “Apa kau sudah tau siapa anak Mr. Wu?”

Donghae kembali mengangguk, “Mm, kedua anaknya adalah Luhan dan Sehun…”

Kedua bola mata Yoona membulat, “Apa kau bilang? Kau serius??”

Donghae kembali mengangguk kecil, “Mm, kedua anak Mr. Wu adalah Sehun dan Luhan, tidakkah kau curiga kenapa aku selalu berada dekat dengan mereka?” Ujarnya pelan.

Untuk sesaat Yoona tertegun, namun kemudian dia meraih tangan Donghae dan menggenggamnya erat, “Kalau begitu kau memang harus melakukannya, tapi ingat, jangan sampai kau membuat mereka curiga…”

Donghae menatap Yoona sekilas dan tersenyum, dia mengacak rambut Yoona perlahan,“Aku tau Yoong, aku sudah memperhitungkan semuanya, tapi sebenarnya… Dengan adanya Mr. Wu disini setidaknya bisa mempersingkat waktu kita agar tidak lama-lama berada di negara ini…”

-***-

Chanyeol belum bisa menerima kenyataan bahwa Sehun adalah anak bungsu Kim Suho, dia merencanakan penyerangan kepada Sehun namun tidak menggunakan anak buahnya di sekolah Yonsei, namun menggunakan anak buahnya yang berada di sekolah Cheongdam.

Sebenarnya sekolah Yonsei dan Cheongdam memang terkenal sudah tidak akur, dan hal itu menurut Chanyeol menguntungkan dirinya karena orang-orang tidak akan mencurigai bahwa dirinya adalah dalang di balik penyerangan itu.

Chanyeol merogoh sakunya mengambil handphone, setelah mencari nama seseorang yang ada di phonebook dia pun menghubungi orang itu.

“Yoboseyo? Ya! Jongdae-yah, bisakah aku meminta bantuanmu?”

-***-

Taeyeong tergesa-gesa mencari Sehun yang sudah menghilang saat bel istirahat berbunyi tadi, dia menuju ke lapangan bola namun dia tetap tidak menemukan namja berambut cokelat tersebut, dia akhirnya kembali berlari, kali ini yang di tujunya adalah lapangan basket namun Sehun juga tidak ada di tempat itu.

Taeyeong memegangi kedua lututnya yang serasa akan lepas dari persendian karena terus saja berlari, “Aisshh, kemana anak itu?” Runtuk Taeyeong kesal.

Namun beberapa saat kemudian matanya membulat dan tubuhnya kembali tegap, “Atap sekolah!!” Serunya yang kemudian langsung kembali berlari menuju atap sekolah.

Nafas Taeyeong menderu ketika akhirnya dia sampai di atap sekolah, wajahnya terlihat begitu sengsara ketika melihat seseorang yang sedari tadi di carinya sedang tidur di satu-satunya bangku panjang yang ada di atap sekolah dengan wajah yang tertutupi komik Naruto.

Taeyeong melangkahkan kakinya lebar-lebar dan mengambil komik Naruto yang menutupi wajah Sehun, membuat Sehun terusik dan akhirnya terbangun. Sehun mengerucutkan bibirnya malas, “Taeyeong-ah, kau mengganggu tidurku…”

“Ya!! Sekolah kita akan diserang SMA Cheongdam!! Bisa-bisanya kau tidur!!”

Sehun menatap Taeyeong malas, “Bukan urusanku…” Jawabnya enteng dan berniat untuk merebahkan dirinya lagi namun segera di tahan oleh Taeyeong.

“Ya!! Aku mengantuk!! Aku ingin tidur!! Biar saja mereka berkelahi, aku tidak peduli!!”

“Ya Kim Sehun!! Kau ini adalah kunci kemenangan sekolah kita, kalau kau tidak turun tangan maka sekolah kita akan kalah!!”

Sehun mendengus kesal, “Aku tidak peduli!!”

Taeyeong menghela nafas panjang, “Sehun-ah… Kali ini aku memohon kepadamu… Tolong pimpinlah perkelahian ini… Selama ini kita tidak pernah kalah jika kau ada… Aku mohon…” Taeyeong memelas, dan itu membuat Sehun menghela nafas panjangnya kasar.

“Kapan dan dimana?”

“Eh?”

“Kapan dan dimana perkelahiannya? Cepat jawab sebelum aku berubah pikiran!!”

Taeyeong mengerjapkan matanya kaget, “Eh, itu… Di tempat konstruksi mall Ganghwamun”

Sehun mengerutkan keningnya bingung, “Kenapa mereka memilih tempat yang seperti itu?”’

Taeyeong hanya mengendikkan bahunya pertanda tidak tau.

-***-

Kayu yang di bentuk mirip manusia itu berlubang, namun hanya pada bagian kepala, leher dan dadanya saja, dan lubang itu makin melebar seiring dengan tembakan yang terus diluncurkan namja tampan yang menggunakan kaca mata dan penutup telinga untuk melindungi pengelihatan dan pendengarannya.

Matanya yang fokus pada satu titik dan wajah yang terlihat begitu serius sangat berbeda dengan penampilannya yang lebih terlihat cute dan manis di depan orang lain selama ini, ekspresinya yang terlihat siap untuk membunuh siapa saja yang mengusik dirinya itu mungkin akan membuat orang lain enggan untuk mendekatinya saat ini.

Seseorang menepuk pundak namja itu membuat namja itu menoleh dan melepaskan penutup telinga dan kaca matanya.

“Appa…”

Suho tersenyum tipis, “Luhan-ah… Kemampuan menembakmu sudah sangat sempurna… Tapi jika kau tidak mempunyai keberanian dan tekad yang kuat seperti adikmu maka itu akan percuma…”

Luhan menghela nafasnya dan kembali menatap patung itu dan menembakkan satu tembakan yang tepat mengenai leher patung kayu dan membuatnya terbelah, dia kembali menatap Suho, “Aku hanya akan mengeluarkan keberanianku dan tekadku yang sesungguhnya jika aku berhadapan dengan pembunuh ibuku…”

Suho mengusap kepala anaknya pelan, “Kau pasti akan menang jika pada akhirnya kau akan melawan dia… Aku tau anakku ini adalah seorang yang hebat…”

Luhan tersenyum tipis kemudian memeluk ayahnya erat, “Gomawoyo appa…”

-***-

Sehun dan beberapa murid sekolah Yonsei yang lain termasuk Taeyeong menuju tempat yang akan menjadi tempat perkelahian mereka dengan sekolah Cheongdam, Sehun mengedarkan pandangannya melihat pilar-pilar yang masih belum di bangun seutuhnya, membuat tempat ini sangat berpotensi untuk dijadikan tempat bersembunyi dan menembak tanpa di ketahui.

Tidak lama beberapa murid dengan seragam yang berbeda dengannya muncul dengan membawa senjata berupa balok kayu yang langsung membuat mata Sehun dan teman-temannya membulat.

“Sial!!” Umpat Sehun kesal.

Taeyeong maju dan menepuk pundak Sehun, “Sehun-ah, bagaimana ini? Kita sama sekali tidak memiliki senjata”

Sehun menyisir pandangannya sekali lagi sebelum menjawab pertanyaan Taeyeong, matanya menangkap tumpukan balok kayu bekas konstruksi bangunan, Sehun pun menyeringai tipis, “Taeyeong-ah, kau lihat tumpukan kayu itu? Kau dan yang lain gunakan itu dan aku akan melawan mereka dengan apapun yang bisa ku gunakan” Ujar Sehun memberi perintah, Taeyeong menganggukkan kepalanya pasti dan segera melaksanakan perintah Sehun.

“Ya! Kim Sehun, aku tidak ingin bertarung dengan teman-temanmu, tapi aku ingin bertarung dengan dirimu saja!!” Teriak Jongdae, pemimpin sekolah Cheongdam.

“Apa kau takut kau akan kalah?” Balas Sehun meremehkan, “Lagi pula kau juga akan kalah pada akhirnya” Lanjutnya semakin meremehkan.

Jongdae tertawa keras, “Aku rasa kau yang akan kalah kali ini! Bawa anak itu kemari!” Perintah Jongdae kepada salah satu anak buahnya, anak buahnya pun segera pergi menuju salah satu pilar kemudian kembali dengan membawa namja yang sudah memar disana-sini.

Sehun membulatkan matanya kaget, “Do Kyungsoo??”

Jongdae kembali tertawa, “Kalau kau ingin dia selamat maka kau harus melawan kami semua seorang diri, tapi jika tidak… Maka kau harus merelakan hanya namanya yang akan terukir di batu nisan… Dan ingat, kau harus melawan kami hanya dengan tangan kosong…”

-***-

-TBC-

Iklan

25 thoughts on “Promise and Responsibility Chapter 7

  1. aaa sehun berantem, chanyeol jahat banget loe, donge sama yoona musuhnya kris jangan2 dia yang bunuh ibunya hunhan, ntar reaksi hunhan kalo tau donge musuhnya gimana ??
    lanjut thor

  2. yak, jahat banget.. gak adil…
    harusnya satu lawan satu dong..
    semangat sehun… fighting.. hehhe
    ditunggu kelanjutannya chingu.. ^^

  3. Aigoo…dasar tuyeol cari gara2 aja ketahuan daddy sama appa hunhan tau rasa qm ya…nakal banget sich jd tuyeol…??!!!
    Tp thor sehun pasti menangkn ga’ mungkin kalah dong ya kan…ya kan?
    Terxata yoonhae org baik ih tambah suka q sm couple ini tambah hunhan jd lengkap dech…
    Lg2 gemes q sama tuyeol….lanjut thor…

  4. thor…yoonhae itu baik apa jahat sich? tp lo’ diliat2 kaxak org baik…dia kaxakx anggota FBI ya…ya kan thor? iya aja wes thor…???biar ga’ nambah penasaran cos q sdah penasrn sama hunhan jd author jgn nampah tingkat penasarn q terus OK??

  5. jadi yoonhae itu sebelumnya uda saling knal tapi pura2 tdak knal mreka bukan dari korea dan mreka di tugaskan sama mr wu untuk menjaga HunHan kkk #sokTau
    kasian d.o jadi babak belur gtu u.u
    chanyeol licik banget -.-
    ntar gimana kalok appanya chanyeol tau kalok dy nyuruh orang lain buat menyakitin sehun ?

    ffnya makin keren aja ^^

  6. langsungg komen di chapter ini aja ya thor,,
    itu donghae sma yoona siapa ya thor? Mrka kwannya kris atau jstru lawannya kris? Wihh itu chanyeol cari mati,,, udh diblngan untk brubah ehh mlah gk didngerin itu nasehat appanya… Trus itu sehun gmna?? Pnsaraannnn

  7. Ping-balik: Promise and Responsibility Chapter 8 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s