The Hidden and The Sacred Chapter 10

The Hidden and The Sacred

The Hidden and The Sacred

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • EXO Member
  • Lee Taemin SHINee
  • Choi Minho SHINee
  • Other

-Chapter Ten-

-***-

“Suho, dia bisa saja meninggal dalam beberapa hari jika rambutnya berubah warna menjadi putih, kini dia sedang ada dalam masa sekarat, antara hidup dan mati, tapi jika rambutnya kembali berwarna hitam seperti semula maka dia masih memiliki harapan untuk hidup”

-***-

Part Before : 9

Be Aware w/ typo(s)

happy reading ^^

-***-

Taemin mencoba bersikap biasa melihat Tao yang ternyata bisa lepas dari ikatannya, sebenarnya dia kaget dan ada sedikit rasa takut dalam hatinya karena dia tidak menyangka jika Tao bisa lepas, namun dia sedikit menyeringai karena kondisi Tao yang terlihat masih lemah, Taemin melangkahkan kakinya dan berjalan mengitari Tao.

“Kau? Menghabisiku? Kau bercanda, kau tidak akan mungkin bisa melakukannya Tao Hill…”

Tao hanya diam, namun matanya mengikuti arah pergerakan Taemin yang kini dari tubuhnya keluar sihir hijau.

BUGG

Tao terpental akibat serangan dari sihir Taemin yang tiba-tiba, punggungnya membentur salah satu patung yang membuatnya kini merintih kesakitan, dia yakin pasti kulit punggungnya ada yang sobek, namun dengan tekadnya yang membulat ingin menghabisi seseorang yang ada di depannya, perlahan Tao bangkit walaupun dia merintih, kini dari tubuhnya keluar sihir hitam dan kedua tangannya mengeluarkan api yang berkobar, kedua mata Tao berubah menjadi sehitam kolam renang di malam hari.

“Mati kau!!”

“Arrrghhh!!” Taemin berteriak keras ketika baik sihir hitam Tao dan apinya menyerangnya secara bersamaan dan dia tidak sempat menghindar, dia tersungkur sesaat namun kemudian kembali bangkit, dia tidak menyadari jika dadanya terluka.

Bola mata Taemin berubah menjadi sehitam kolam renang di malam hari, namun lebih gelap dari pada Tao, menandakan kalau di hatinya saat ini penuh dengan rasa benci dan marah terhadap orang yang ada di depannya. Tao berusaha menyerang Taemin dengan terus menembaki namja itu dengan sihir hitam dan apinya, namun Taemin selalu saja berhasil menghindar dan terus berjalan menuju Tao.

“Akkhhhh!!!!” Tao berteriak keras saat Taemin mencekiknya dengan kuat, dia mencengkram tangan Taemin dan berusaha untuk melepaskan cekikan namja itu, namun sepertinya Tao kalah kuat.

Mata Taemin semakin menggelap, dia menatap ke dalam mata Tao penuh kebencian, “Aku sebenarnya tidak berniat untuk membunuhmu saat ini juga, tapi kau terlalu menjengkelkan, rasakan ini!!!”

“AAAKKKKKHHHH!!!!”

Taemin menghantam Tao dengan sihirnya tepat di dadanya, Tao pun langsung memuntahkan darah dan langsung terkulai, Taemin pun melepaskan cekikannya dan membiarkan tubuh Tao ambruk di lantai, dengan nafas yang tersengal-sengal, Taemin berjalan menuju air mancur kecil dan segera membasuh wajahnya dengan air itu.

“Akkh” Dia merintih, Taemin memegangi dadanya dan menyadari ada luka yang membekas dia dadanya akibat serangan Tao tadi, tangannya menggeram rapat.

“Sial!!!”

-***-

“Akkkhhh!!!” Kris dan Kai berteriak pada di saat yang sama, keduanya memegangi dada mereka dengan nafas yang tersengal-sengal.

“Kalian berdua kenapa?” Xiumin bertanya.

“Tao…” Kris berujar lirih.

“Eh? Tao? Ada apa dengan dia? Apa kau merasakan keberadaannya?”

Kris tidak menjawab, dia hanya mengalihkan tatapannya kepada Kai yang kini mulai menangis tersedu dengan D.O yang menenangkannya, tanpa di sadarinya air matanya juga ikut menetes melihat adiknya yang seperti itu, dia bahkan tidak menyadari jika Lay merengkuhnya dari belakang.

“Hyung…” Lay memanggil Kris pelan, Kris pun menoleh dan menatap Lay dengan mata sendunya. “Hyung kenapa? Ada apa dengan Tao?”

Tanpa mengatakan apapun Kris hanya memeluk Lay erat, “Tao… Dia sudah meninggal, dia sudah tidak ada…”

Kedua bola mata Lay membulat, antara percaya atau tidak, namun jika Kris mengatakan sendiri dengan mulutnya, mau tidak mau dia harus percaya dan menerima semuanya walau kenyataan itu adalah kenyataan yang pahit.

“Lalu kita harus bagaimana hyung? Kita tidak tau keberadaannya dimana…”

Kris melepaskan pelukannya dan masih menatap Lay masih dengan tatapan sendunya, “Aku-”

“Hey!! Kenapa Suho seperti ini??!!”

Teriakan Xiumin pun memotong kalimat Kris dan langsung membuat perhatian semua orang kini tertuju kepadanya dan Suho, dengan segera Kris, Lay, Kai dan D.O menghampiri Xiumin yang begitu terlihat panik.

“Ada apa hyung?” D.O bertanya, Xiumin tidak menjawab apapun namun hanya menunjuk Suho yang masih terbaring lemah di ranjangnya tanpa sedikitpun membuka mata. Namun kini dia berbeda, rambutnya yang hitam berubah perlahan menjadi blonde dengan darah yang mengalir dari hidung dan telinganya.

“Hah? Apa yang terjadi dengan Suho hyung?” Kini D.O juga sama paniknya dengan Xiumin.

Air mata Kris menetes lagi, tanpa mengatakan apapun, dia mengambil handuk kecil yang tersedia di ruangan itu dan membersihkan darah Suho.

“Kris, bisa kau jelaskan kepadaku ada apa sebenarnya?” Desak Xiumin.

Kris menghela nafas panjang, “Suho, dia bisa saja meninggal dalam beberapa hari jika rambutnya berubah warna menjadi putih, kini dia sedang ada dalam masa sekarat, antara hidup dan mati, tapi jika rambutnya kembali berwarna hitam seperti semula maka dia masih memiliki harapan untuk hidup”

“Apa?” Xiumin bergumam lirih dan menatap Kris dengan tatapan yang sulit di artikan.

Kris mengabaikan tatapan Xiumin dan mengalihkan tatapannya terhadap Kai, dia menepuk bahu namja yang matanya kini sembab itu, “Kai Hill, kau harus hati-hati mulai sekarang, sepertinya Taemin berncana menyerang keluarga kita di mulai dari Hill, tetaplah berada di dekat kami, jangan pernah memisahkan diri karena aku takut aku akan kehilanganmu sama seperti kehilangan Tao, aku tau dan sadar dengan meninggalnya Tao tidak lama lagi aku juga akan menyusulnya, tapi aku berjanji akan melindungi kalian semua sebelum aku pergi…”

“Hyung…”

Kris mengalihkan tatapannya, “D.O, sudahlah, cukup percaya padaku dan saudara-saudaramu yang lain, semua ini akan berakhir dengan indah, bukankah setelah hujan badai maka langit akan terlihat semakin bersih dan jelas?” Kris memberikan D.O senyuman tipis.

D.O diam, namun air mata yang menggenang tidak bisa membohongi, terang saja dia merasa sedih dan takut, apalagi kata ‘perpisahan’ tepat berada di depan keluarganya dan hanya tinggal menunggu waktu hingga semua itu terjadi, D.O terisak, dia menundukkan kepalanya dalam namun dengan segera Kris memasukkan namja kecil itu ke dalam pelukannya.

“It’s okay D.O, although soon or later I’ve to leave you but the important thing is, hyung loves you so much, not only you, but our entire family and you know about that, you know it very well and it’s enough for me, I love you buddy… (Tidak apa-apa D.O, meskipun cepat atau lambat aku harus meninggalkanmu tapi hal yang terpenting adalah, hyung sangat menyayangimu, bukan hanya dirimu, tapi seluruh keluarga kita dan kau tau tentang itu, kau mengetahui itu dengan sangat baik dan itu cukup bagiku, aku menyayangimu, kawan)

-***-

“Kenapa tidak ada orang di rumah kalian?”

Minho terlihat bingung karena tidak ada seorang pun yang ada di rumah keturunan Ipswich, Baekhyun, Chanyeol, Luhan dan Sehun hanya mengendikkan bahu mereka pertanda mereka tidak tau, namun sedetik kemudian ponsel Luhan bergetar, Luhan pun menerima teleponnya setelah melihat id pemanggil.

“Lay? Ada apa?”

“…”

“WHAT??!! Aku dan yang lain akan ke sana sekarang juga!!” Luhan menutup teleponnya dan menatap yang lain dengan tatapan penuh ketakutan.

“Hyung, ada apa? Kenapa kau terlihat begitu ketakutan?”

“Baekhyun, Suho sekarat, dia ada di rumah sakit dengan yang lain, kita semua harus ke sana sekarang juga!!”

“Kalau begitu kalian bertiga pegang tanganku dan Sehun!” Seru Minho kepada Baekhyun, Chanyeol dan Luhan.

“Eh? Untuk apa?” Chanyeol kebingungan.

“Sudah hyung, jangan banyak bicara, turuti saja apa kata Minho hyung” Ujar Sehun yang langsung menggenggam tangan Luhan dan Chanyeol di kanan-kirinya, begitu pun Minho yang langsung menggenggam tangan Baekhyun erat.

Secepat kilat kelima orang itu kini ada di depan pintu tempat Suho di rawat, nafas Chanyeol, Baekhyun, dan Luhan tersengal-sengal karena kaget dengan apa yang baru saja mereka alami, sedangkan Sehun dan Minho hanya terkekeh kecil melihat ketiga orang yang wajahnya memucat itu.

“Oh my God!” Chen tersentak kaget ketika membuka pintu ruang rawat Suho dan mendapati kelima orang yang juga terlihat sama kagetnya dengan dirinya. “Sejak kapan kalian di sini?”

“Baru saja…” Jawab Chanyeol, nafasnya masih terengah.

“Kalau begitu sebaiknya kalian-”

“Sehun Tvez, awas!!” Luhan tiba-tiba berteriak dan mendorong Sehun hingga namja itu membentur tembok

BRUKK

“Luhan hyung!!” Seru Sehun ketika melihat hyung kesayangannya itu kini jatuh tersungkur dan di selimuti sihir hijau yang membuatnya terus merintih, Sehun mengarahkan tatapannya ke arah datangnya serangan tadi, Sehun mengatupkan kedua mulutnya rapat hingga rahangnya terlihat begitu jelas, kedua bola mata Sehun langsung berubah warna menjadi merah.

“Taemin Calvert…”

-***-

-TBC-

Iklan

28 thoughts on “The Hidden and The Sacred Chapter 10

  1. Aigoo…author benar itu tao hill meninggal…??? Author kok tega biarkn tao meninggal entar kris jg meninggal diakn satu jiwa aduh pas semua meninggal q benar2 dalam masa berduka skrang…author tega…….

  2. Luhan hyung(?) arrrrggghhh…
    aduh gregetan…. kenapa harus hunhan sih yg di serang????
    next thor :3 makin panas dingin nih baca

  3. tao meninggal T.T
    suho sekarat T.T
    kriss juga T.T
    luhan juga kna sihir taemin T.T
    part ini banyak nyeseknya T.T

    L dmana dirumu .. ???
    kasian tuh keturuna ipswich 😀
    bantu mreka gih buat ngelawan taemin -.-

  4. tao cepet banget meninggalnya eon, semoga dia hidup lagi
    taemin jahat banget issshh, sehun matanya merah?? yg lain item dia merah sendiri, kyanya ada keistimewaan nih si sehun hehe
    next chapter ya eonn^^ fighting!!!

  5. apa tao menginggal kalo beneran di ff ini,..
    author buat surat wasiat sekarang coba..
    aku mau minta alamat rumah author…
    ucapkan kalimat terakhir #sadis

  6. annyeong thor 🙂
    hehehe aku lngsung komen di chapter ini aja yaaaa:)
    ceritanyaaa seruuu bngett thor,,
    complicated bnget sjak taemin dteng.. Huaaaa,, taemin mo bles dendam yaa..
    Ckckckck
    trus itu gmna nasib tao? Dia bner2 mninggal thor,? Kyaaa penasarannn

  7. Ping-balik: The Hidden and The Sacred Chapter 11 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s