Mirotic Ch. 1

Mirotic_2

Mirotic

Title : Mirotic

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Friendship, Mystery, Psycho.

Lenght : Chaptered.

Cast :

Park Chanyeol [EXO] || Kim Myungsoo / L [Infinite] || Kim Seokjin / Jin [BTS] || Jung Soojung / Krystal [F(x)] || Bae Suzy [Miss A] || Choi Jinri / Sulli [F(x)] || Cho Kyuhyun [Super Junior] || Seo Joohyun / Seohyun [Girls’ Generation] || Other.

-***-

A/N:

Ga tau kenapa bikin FF ini –“

Yang jelas ntar ini ada psikopatnya dan FF ini ga akan berchapter-chapter, ada romance juga sih, tapi dikit, saya ga fokusin sama romance-nya, gyahaha xD

Buat yang nunggu HoM II, Fate, The Hidden and The Sacred, Promise and Responsibility, Angel, ya ampun banyak juga ya hutang saya? Nyahaha, di mohon kesabarannya yah, minggu ini saya sibuk banget sampe ga sempet ngetik masa–“

Udah ngetik yang Angel, HoM sama Fate Ko~, cuma belom nyampe setengah –“

Mohon kesabarannya ya readers *kecupsatusatu*

Be aware w/ typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

-Seoul International High School
Seoul, South Korea.

Jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi ketika seorang namja jangkung melangkahkan kakinya melewati gerbang sekolah dengan earphone yang terpasang di kedua telinganya, dia memasukkan kedua tangannya ke saku jaket tebalnya karena udara yang dingin, namja itu terus saja melangkahkan kakinya hingga berhenti di sebuah bangku kayu di taman belakang sekolahnya.

Namja itu mendudukkan dirinya dan menyandarkan punggungnya, bola matanya terus menyisir area sekolahnya yang masih sangat sepi karena memang sekolahnya di mulai jam delapan pagi. Namja itu mengeluarkan ponselnya dan mengetik beberapa kata di sana sebelum memasukkannya lagi ke saku jaketnya.

“Chanyeol-ah!”

Sebuah suara memanggil nama namja itu, namja tadi mengalihkan pandangannya kepada sang pemanggil dan tersenyum lebar, dia melambaikan tangannya kepada sang pemanggil.

Sang pemanggil, Jin, berlari kecil dan langsung mendudukkan dirinya di samping Chanyeol, “Tumben sekali kau datang sepagi ini” Ujar Jin yang heran karena tidak biasanya Chanyeol datang sepagi ini.

“Menghindari rengekan Sulli” Jawab Chanyeol singkat.

Jin tertawa kecil, “Haha, selalu alasan yang sama” Ujarnya sambil memukul bahu Chanyeol pelan.

Chanyeol mendengus, “Seandainya yeoja itu ikut pindah ke Amerika dengan kedua orang tuanya pasti hidupku akan mudah”

Jin merangkul Chanyeol dari samping, “Ya! Bagaimanapun dia itu sepupumu, kau sebagai sepupu namjanya seharusnya selalu menjaganya dengan baik” Nasehat Jin.

Chanyeol kembali mendengus, “Kenapa tidak kau saja yang jadi sepupunya? Bukankah kau tau sendiri bagaimana menyebalkannya dia!”

Jin kembali tertawa melihat raut wajah temannya yang semakin tertekuk itu, Jin sebenarnya sangat mengerti ketidaksukaan Chanyeol terhadap sepupunya yang bernama Sulli itu, tapi bukan berarti Chanyeol membencinya, Chanyeol menyayangi Sulli, dia hanya tidak suka dengan sifat Sulli yang bahkan ia akui sendiri kalau memang sangat menyebalkan.

“Tapi setidaknya sepupumu itu cantik” Ujar Jin yang langsung membuat Chanyeol menoleh dan menatapnya kaget.

“Kau menyukainya?”

Jin menggeleng cepat, “Ani, aku hanya berbicara fakta, bukankah sepupumu dan sahabatnya yang bernama Suzy itu terpilih sebagai siswi tercantik di sekolah ini?”

Chanyeol berdecak, “Memang, dan aku rasa mereka berdua juga akan terpilih menjadi siswi paling menyebalkan jika ada kontes pemilihan orang menyebalkan”

“Haha, Chanyeol-ah… Kau sepertinya memang tidak terlalu tau tentang wanita, biar aku beritahu, angkuh adalah nama tengah untuk wanita yang mempunyai wajah rupawan, kau harus ingat itu”

“Tck” Chanyeol kembali berdecak, kini dua sahabat itu saling diam, namun hanya untuk beberapa saat, “Jin-ah, kenapa L belum datang? Biasanya dia sudah datang sekarang” Ujar Chanyeol bingung.

Jin merogoh sakunya dan melihat jam yang tertera di ponselnya, bibirnya mengerucut, “Entahlah, mungkin ada sesuatu di rumahnya”

Baru saja Jin menghentikan kalimatnya, seseorang yang baru saja mereka bicarakan muncul dan memberi mereka senyuman tipis, dia langsung mendudukkan dirinya di samping Jin.

“Tumben sekali kau berangkat sedikit siang” Jin mengungkapkan keheranannya dan Chanyeol.

“Ayahku masih harus mengoperasi pasien, ibuku sudah berangkat ke kantornya pukul tiga pagi karena ada kasus pembunuhan, aku terpaksa naik bus” Jelasnya.

“Kenapa kau tidak meminta mereka membelikanmu mobil pribadi saja? Bukankah kau sudah bisa menyetir?” Usul Chanyeol.

“Mereka akan mengirimkannya nanti siang” Ujar L singkat.

Jin menghela nafas panjang, “L, wajar saja jika banyak yeoja yang mengejarmu, ayahmu seorang dokter besar sekaligus pemilik rumah sakit internasional di Gangnam dan ibu seorang detektif, kau sendiri juga tampan, kau pasti sangat bahagia”

L menyungging seringaian tipis, “Jin-ah, apa kabar dengan ayahmu yang mempunyai jaringan mini market di seluruh Korea, heuh? Chanyeol juga merupakan seorang chaebol, kita bertiga sama saja, dan sudah berapa kali aku mengatakan padamu kalau ibuku bukan seorang detektif, tapi hanya seorang psikiater? Kita sudah bersahabat dari Junior High School tapi kau selalu saja salah menyebut pekerjaan ibuku yang sederhana itu, aku mulai ragu kau adalah sahabatku” Ujar L, tentu saja dia hanya berniat menggoda sahabatnya itu.

Jin berdecak, “Ya! Kau menghinaku? Aku tau otakku tidak sepintar dirimu, wajar saja aku selalu lupa, aku juga mulai ragu kau adalah sahabatku jika kau masih saja tidak mengerti diriku” Balas Jin tidak mau kalah.

“Tapi penyakit lupamu itu mungkin sedikit ketertaluan Jin, L selalu mengklarifikasi kalau ibunya hanya seorang psikiater setiap kau mengatakan ibunya seorang detektif dan hal itu sudah berlangsung selama lima tahun” Timpal Chanyeol yang makin membuat Jin mendengus.

“Ahh, sudahlah” Ujarnya dan langsung berdiri, dia langsung mengarahkan tatapannya kepada L dan menunjuknya tepat di depan wajah L, “Kau… Setelah mobil barumu datang kau harus mentraktirku dan Chanyeol makan di La Sava”

L tersenyum tipis dan menyingkirkan telunjuk Jin pelan, “Baiklah, apa katamu saja”

“Assa!!” Jin berteriak senang, sedangkan Chanyeol dan L hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah sahabat mereka yang memang sedikit lebih aktif dari pada mereka berdua.

“Sebaiknya kita masuk kelas sekarang, jam pertama Cho seonsaengnim yang mengajar, kau tidak mau mendapat masalah lagi dengan guru matematika itu ‘kan Jin?” Ujar Chanyeol mengingatkan.

Jin mendengus, “Tidak usah kau sebutkan pun aku sudah mengerti”

-***-

Yeoja itu terlihat bingung, dia mengeliling sekolah dengan membawa beberapa berkas yang ada di tangannya, dengan tampilan yang berbeda dengan siswa lain, hot pants dan singlet yang di tutupi dengan cardigan berwarna biru serta rambut yang digerai membuat yeoja itu menjadi perhatian setiap orang yang di lewatinya.

“Excuse me, would you tell- oh no, maksudku, bisa kau beritahu di mana kantor kepala sekolah?” Tanyanya pada salah satu siswi yang ia temui.

Siswi itu melihat penampilan yeoja itu dari atas hingga bawah sebelum menjawab pertanyaannya, “Kau hanya perlu lurus ke sana kemudian belok kanan, setelah itu kau hanya perlu mencari pintu yang bertuliskan ruangan kepala sekolah” Jelas murid tadi.

“Thank you!!” Seru yeoja itu kemudian segera berjalan mengikuti arahan dari murid tadi, senyum yeoja itu berbinar ketika melihat tulisan ‘ruang kepala sekolah’ di depan sebuah pintu.

Tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, yeoja itu langsung masuk ke dalam, “Uncle Park!!” Serunya yang langsung membuat kepala sekolah yang bernama asli Park Jungsoo itu terlonjak kaget.

“Oh? Soojung-ah…”

Yeoja yang di panggil Soojung itu langsung berlari dan memeluk kepala sekolah itu dengan erat, “Uncle Park, I miss you…”

“Aku juga… Sekarang lepaskan pelukanmu pada pamanmu ini, kau membuat paman sedikit susah bernafas”

“Oops, sorry…” Soojung langsung melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar kepada pamannya, “Paman, aku sudah mengirimkan seluruh barang bawaanku ke alamat rumah paman, mungkin bibi akan kaget ketika menerimanya karena aku langsung ke sekolah ini tanpa ke rumah bibi terlebih dahulu, aku ingin segera bertemu dengan teman-teman baruku, oh iya satu lagi, Jung Soojung itu adalah nama lamaku, orang tuaku sudah menggantinya dengan Krystal Jung dan mulai sekarang paman harus memanggilku Krystal, bukan Soojung lagi” Cerocos Krystal tanpa berhenti.

“Paman sudah tau, tapi paman akan tetap memanggilmu Soojung karena kau adalah Soojung kecil paman, lagi pula Soojung dan Krystal mempunyai makna yang sama” Ujarnya sambil mengacak rambut Krystal pelan.

Krystal mengerucutkan bibirnya, “Baiklah, itu pengecualian untuk paman, oh iya, ngomong-ngomong ini surat kepindahanku ke sekolah ini, sekarang bolehkan aku ke kelasku?”

“Dengan pakaian seperti itu?” Ujar paman Krystal.

Krystal melihat pakaiannya kemudian menatap pamannya lagi, “Why? Apa ada yang salah dengan pakaianku? Aku biasanya berpakaian seperti ini ketika bersekolah di California”

“Soojung-ah, sebaiknya kau mengganti bajumu dengan seragam sekolah ini, pakaianmu itu sedikit… Ah tidak sedikit, tapi terlalu terbuka”

“Aku tidak mau!!” Ketus Krystal.

“Soojung-ah, sekarang kau tidak lagi berada di California, tapi di Korea, kau harus mengikuti aturan disini, arrachi?” Tutur paman Krystal lembut.

Krystal mendengus, “Baiklah, sekarang dimana aku bisa mendapatkan seragamku?”

“Sebentar, akan ku panggilkan seorang guru yang akan menemanimu” Ujarnya kemudian menghubungi seseorang lewat telepon di mejanya.

Tidak berapa lama seorang guru perempuan masuk ke dalam ruangan kepala sekolah dan tersenyum tipis kepada mereka berdua, “Soojung-ah, perkenalkan, dia Seo Joohyun seonsaengnim, guru bimbingan konseling di sekolah ini”

“Annyeonghaseyo seonsaengnim…” Sapa Krystal sopan, Seohyun membalas sapaan sopan dengan senyuman tipis.

“Seo seonsaengnim, tolong antarkan keponakanku ini untuk mendapatkan seragam barunya sekaligus ke kelasnya”

“Ne”

Seohyun pun menggenggam tangan Krystal, “Kajja, Soojung-ssi”

“Wait” Krystal menghentikan langkahnya tiba-tiba.

“Waeyo Soojung-ssi?”

“Seonsaengnim, panggil aku Krystal, namaku bukan Soojung lagi” Ujarnya yang disambut senyuman tipis dari Seohyun.

“Baiklah, kajja, Krystal-ssi…” Ajak Seohyun sekali lagi, kali ini senyuman cerah terukir di wajah Krystal.

-***-

“Not bad, I think this uniform suits me well, but maybe this skirt should be shorter” Guman Krystal sambil melihat refleksi dirinya di kaca, “Seonsaengnim, menurut seonsaengnim bagaimana penampilanku?” Krystal meminta pendapat Seohyun.

“Kau sangat cantik Krystal-ssi”

Senyum Krystal merekah, “Aku tau kalau aku cantik saem, tapi menurutku mungkin rok ini harus lebih di pendekkan” Ujarnya sambil melihat roknya.

“Andweyo Krystal-ssi, itu sudah ketetapan sekolah, anda di larang memakai rok lebih dari tiga centi di atas lutut”

Krystal mendengus, “Apa boleh buat…” Ujarnya pasrah, “Seonsaengnim, aku sudah siap, bisa kita masuk ke kelasku?” Seohyun hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan.

Seohyun mengantarkan Krystal ke kelas 2-1, Seohyun meminta izin terlebih dahulu kepada guru yang mengajar, sedangkan Krystal menunggu di luar dengan hati yang berdebar, dia sedikit gugup. Seohyun kemudian menjemput Krystal dan mengajak Krystal masuk ke dalam kelas, siulan menggoda terdengar dari beberapa namja kelas itu.

“Krystal-ssi, silahkan perkenalkan diri anda” Ujar Seohyun.

Krystal pun menghela nafas panjang sebelum memulai perkenalan, “Hi, my name oops-” Krystal menutup mulutnya karena keceplosan menggunakan bahasa Inggris, sekalipun sekolah ini adalah sekolah internasional, tapi akan lebih baik jika dia mengenalkan dirinya dengan bahasa Korea karena dia di Korea sekarang.

Krystal menghela nafas panjang lagi, “Annyeong, namaku Krystal Jung, kalian bisa memanggilku Krystal, aku baru pindah dari California” Ujarnya memperkenalkan diri dan menatap seluruh teman sekelasnya dengan senyuman hangat, namun senyuman hangatnya itu hilang dan berganti dengan mata yang membulat ketika dia melihat seorang namja yang mempunyai tatapan tajam yang duduk di deretan kedua sebelah kanan.

Baik Krystal dan namja itu hanya bertukar pandang dan terdiam untuk beberapa saat, hingga akhirnya namja itu bangkit dan makin mempertajam tatapannya kepada Krystal.

“Soojung-ie?”

“Myungsoo?”

Dua orang itu hanya saling menatap dalam kediaman, tidak ada satupun orang yang mengerti arti dari tatapan kedua orang itu, mereka hanya bisa mengartikan kalau kedua orang itu pernah saling mengenal di masa lalu, tapi tetap saja, mereka tidak mengerti masa lalu seperti apa yang pernah mereka alami, masa lalu yang hanya diketahui oleh dua orang yang pernah terlibat di dalamnya dan meninggalkan sesuatu yang di sebut dengan kenangan.

Jin melihat L dan Krystal bergantian, dia kemudian menarik tangan L halus dan mengisyaratkannya untuk kembali duduk, L yang baru saja tersadar hanya mengerjapkan matanya kemudian kembali duduk, namun matanya tetap tidak lepas dari sosok Krystal yang sekarang terlihat begitu canggung.

Jin mendekatkan bibirnya ke telinga L dan berbisik, “Kau mengenalnya?”

“Mm”

Mendapatkan jawaban singkat dari L membuat Jin mendengus, dia kemudian memanggil Chanyeol yang duduk di depannya setengah berbisik.

“Pssst, Chanyeol-ah!! Park Chanyeol!!”

Chanyeol menoleh, “Wae?”

Jin tidak menjawab, dia hanya memberi Chanyeol isyarat untuk melihat L yang masih setia memandangi Krystal yang kini duduk di bangku deretan terdepan dengan wajah tanpa ekspresinya, tapi tatapan matanya yang tajam akan membuat siapa saja yang melihat L saat ini akan bergidik ngeri.

“Dia kenapa?”

Jin hanya mengendikkan bahunya pertanda tidak tau, Chanyeol pun menghela nafas panjang kemudian kembali menatap kedepan dan kembali berkonsentrasi dengan materi yang diajarkan, dia berfikir mungkin sebaiknya nanti dia menanyakan apa hubungan L dengan Krystal hingga L menatap murid baru itu dengan tatapan yang baru pertama kali Chanyeol lihat selama bersahabat dengan L.

-***-

-Kyuhyun’s Room
Seoul International High School.

“Lagi? Kau tau obat itu tidak baik di konsumsi terus-menerus” Ujar Seohyun sembari meletakkan secangkir kopi di meja Kyuhyun.

“Gomawo”

Seohyun menghela nafas panjang kemudian mendudukkan dirinya di sofa, “Kau selalu mengabaikanku jika aku membahas hal ini Kyuhyun-ssi, aku sangat mengkhawatirkanmu tapi kau tidak pernah mengerti itu”

Kyuhyun menyeruput kopinya sejenak kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan pelan menuju Seohyun, “Seohyun-ssi, sudah berkali-kali aku mengatakan padamu untuk tidak perlu mengkhawatirkanku, kau tau aku bukan hanya guru matematika tapi aku juga seorang psikiater, aku tau apa yang aku konsumsi dan aku sudah mengukur dosisnya agar tidak membahayakanku, jangan khawatir…” Ujarnya sambil tersenyum tipis, dia kini mendudukkan dirinya di samping Seohyun yang masih menatapnya dengan raut wajah penuh kekhawatiran.

“Tapi tetap saja-”

“Ssshhh…” Kyuhyun menghentikan kalimat Seohyun dengan jari telunjuknya yang ia tempelkan di bibir tipis Seohyun, mengisyaratkan agar yeoja itu diam, “Seohyun-ah, percayalah padaku, kau tidak perlu khawatir, mm?”

Seohyun menghela nafas panjang pasrah, dia mengangguk lemah dan membuat senyuman tipis tersungging di bibir Kyuhyun, Kyuhyun meraih belakang kepala Seohyun dan mengecup kening Seohyun sejenak.

“Saranghae…”

-***

-TBC-

Iklan

8 thoughts on “Mirotic Ch. 1

  1. Eonni, agak kependekan nih ? tapi tetep seru kok ! hhehehe, genre psycho ? aku malah lbh suka soalnya lbh menantang *bknberartiguepsikopat loh. di next chapter kalo bisa lbh panjang and konfliknya muncul, trus dijelasin hubungan L sm krystal ya. emm, ini nanti ada pembunuhan berantai anak sekolah gitu? hehehe, aku terpengaruh film korea deathbell. yang penting si tiang idiot alias chanyeol gk knp2 ! fighting bikinnya, eonni 🙂 ! kpn next chapter di post ? kalo gk keberatan, bls ya commentku *ngarep 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s