Promise and Responsibility Chapter 8

PAR

Promise and Responsibility

Title : Promise and Responsibility

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Brotherhood, Friendship,Action.

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Oh Sehun as Kim Sehun.
  • Luhan as Kim Luhan.
  • Suho as Kim Suho.
  • Kai as Jung Jongin.
  • Kris as Kris Wu.
  • Chanyeol as Park Chanyeol.
  • Another EXO’s member.

Support cast:

  • Lee DongHae (Super Junior).
  • Im YoonA (Girls Generation).
  • Lee Jinki (SHINee).
  • Taeyeong (SMROOKIES)

-***-

“Aku akan membunuhmu!!”

-***-

A/N : Sebenarnya Author sana sekali ga niat proteksi FF disini, cuma gara-gara ada plagiator so yeah… But sekarang udah di bikin publik lagi~

Yah, bisa dibilang ini peringatan ringan untuk plagiator, sekali lagi plagiator loh ya, bukan siders, saya mah ga pernah mempersalahkan siders, seenggaknya kan mereka menghargai saya dengan baca cerita saya ^^

Saya minta maaf atas ketidaknyamanannya kemarin, ternyata kalo FF di protect ribet juga =,=

Anyway, saya ga akan lagi protect FF disini ko~  (selama ga ada yang plagiat)

Once again, I’m really sorry…

Part Before : 7

Be Aware w/ typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Wajah Sehun terlihat begitu tenang meskipun tantangan Jongdae bisa saja membuatnya mendekati kematian, kedua tangannya yang ia masukkan kedalam saku celana membuatnya makin telihat dingin, dan hal itu malah membuat Taeyeong makin khawatir karena dibalik wajah tenang nan dinginnya, Sehun bisa menjadi seseorang yang amat brutal jika menyangkut orang yang disayanginya, dan sebagai orang yang telah mengenal bahkan menjadi sahabat bagi Sehun, Taeyeong tau kalau Sehun menyayangi Kyungsoo walaupun Sehun sendiri tidak menyadarinya.

Jongdae menyunggingkan senyum melecehkan saat melihat Sehun yang masih setia mengatupkan bibirnya, “Kim Sehun, kenapa kau diam saja? Apa kau takut, heuh?”

Sehun membalas senyum melecehkan Jongdae dengan senyuman yang sama, “Kim Jongdae, aku harap kau akan suka dengan kekalahan…” Ujar Sehun menusuk.

Tangan Jongdae menggeram, bibirnya mengatup begitu rapat hingga rahangnya makin terlihat jelas, Jongdae menolehkan wajahnya ke belakang meminta balok kayu kepada salah satu anak buahnya kemudian menatap Sehun kembali.

“Aku yang akan membuatmu merasakan pahitnya kekalahan, Kim Sehun!!” Teriaknya yang langsung berlari dan berniat memukulkan balok kayunya kepada Sehun.

Dengan sigap Sehun memegang balok kayu tersebut dan memutarnya hingga membuat Jongdae terpelanting dan jatuh tersungkur, Jongdae bangkit kembali kemudian membuang balok kayunya, Jongdae memberi sebuah tonjokan yang dapat dihindari Sehun dengan baik sehingga membuat Jongdae hanya memukul udara kosong dan sedikit terhuyung.

BUGH

Sehun menendang kaki kanan Jongdae yang langsung membuat namja itu kembali jatuh, Sehun melangkahkan kakinya pelan dan mencengkram kerah baju Jongdae dan menatapnya tajam.

“Kim Jongdae, jangan main-main denganku” Desisnya tepat di depan wajah Jongdae.

“Begitupun dirimu… Kim Sehun… Serang!!!” Teriak Jongdae memberi perintah kepada anak buahnya.

Dengan segera siswa sekolah Cheongdam mengambil senjata mereka dan langsung menyerang siswa sekolah Yonsei, siswa Yonsei yang tiba-tiba diserang tanpa adanya persiapan menjadi kelabakan, ditambah dengan tidak adanya senjata membuat sekolah Cheongdam lebih mudah melumpuhkan mereka.

“Kau curang!!!” Teriak Sehun tepat di depan wajah Jongdae.

Jongdae menyeringai tipis, “Ini bukan curang, ini taktik…”

“ARRRGGGHHH”

Sehun menolehkan wajahnya ketika mendengar suara teriakan teman-temannya, dia menatap teman-temannya yang kini sudah babak belur dengan seragam sobek dan berdarah sehingga tanpa sadar membuat cengkramannya kepada Jongdae melemah, Jongdae menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan dirinya.

BUGH

Satu tinjuan diberikan Jongdae kepada Sehun, darah segar mengalir dari sudut bibir Sehun dan membuatnya menatap Jongdae tajam, mata elang Sehun kini terlihat dan bersiap untuk membunuh, namun dia tetap hati-hati dengan Jongdae karena sekalipun namja itu terlihat kurus dan kecil namun dia sangat kuat.

“Sehun-ah!! Tolong aku!!”

Teriakan Taeyeong membuat Sehun mengalihkan perhatiannya menatap teman sebangkunya itu, dilihatnya kini Taeyeong sedang meringkuk dan berusaha menutupi dirinya dari hantaman kayu yang terus diberikan dari musuhnya.

Sehun melupakan pertarungannya dengan Jongdae demi menolong Taeyeong, dia segera berlari menuju sahabatnya itu kemudian mencengkram bahu musuhnya dan membaliknya kasar.

BUGG

BUGG

Sehun berkali-kali memberikan tinjuannya kepada namja itu hingga namja itu tersungkur dengan wajah yang membiru, Sehun menendang namja itu dan beralih kepada Taeyeong saat mendengar rintihan darinya, mata Sehun membulat ketika mendapati Taeyeong kini terjatuh dengan mata yang tertutup. Sehun segera berlari dan mengecek denyut nadi Taeyeong.

‘Masih hidup’ Batin Sehun lega.

Mata tajam Sehun kemudian beralih kepada Jongdae yang kini memasukkan kedua tangannya ke saku dan memandang Sehun remeh.

“Aku akan membunuhmu!!” Teriak Sehun berapi-api.

Dengan langkah lebar Sehun melangkahkan kakinya dan segera memberi sebuah pukulan dipipi Jongdae, bukan hanya itu, namun perut serta kaki Jongdae juga tidak luput dari tinjuan dan tendangannya, namun Jongdae tidak hanya diam, dia juga melakukan hal yang sama kepada Sehun, memar dan darah menghiasi wajah keduanya.

BUGG

“Uhukk”

Tinjuan Sehun barusan membuat Jongdae tersungkur dan memuntahkan darah segar dari mulutnya, Jongdae menatap Sehun penuh kebencian. Kedua orang itu saling menatap dengan nafas yang memburu.

“Kim Sehun!!”

Sehun menoleh ketika seseorang memanggil namanya dan hal itu membuat matanya melebar, seseorang dengan baju rumah sakit datang ke tempat itu dan lebih mengejutkannya lagi tanpa Sehun ketahui orang itu telah membantu teman-temannya untuk mengalahkan anak buah Kim Jongdae.

“Jung Jongin? Apa yang kau lakukan disini? Dari mana kau tau kalau-”

“Aku akan menceritakannya kepadamu setelah kakakku selamat” Ujarnya memotong ucapan Sehun, Sehun kembali teringat kepada Kyungsoo dan menatap namja yang masih terikat di salah satu pilar gedung tersebut.

Jongin melangkahkan kakinya lebar menuju Jongdae dan mencengkram kerah bajunya kuat, dia menatap pria itu dengan penuh kebencian sehingga tidak menyadari jika tangan Jongdae merogoh saku celananya dan mengambil benda kecil tajam yang berkilat.

“Oh tidak, Jung Jongin awas!!”

Sehun yang melihatnya langsung mendorong Jongin menjauh hingga membuat namja itu tersungkur.

“Akkkhhh”

Darah segar mengalir dari perut Sehun, dia memegangi lukanya dan menatap Jongdae yang kini memandanginya dengan wajah penuh kemenangan dan hal itu membuat Sehun makin geram, tanpa memperdulikan rasa sakit yang dideritanya, Sehun langsung memborbardir Jongdae dengan kepalan tangannya yang sudah terlumuri darahnya sendiri.

BUGG

BUGG

BUGG

Pukulan bertubi-tubi yang diberikan Sehun perlahan membuat Jongdae tersungkur dengan wajah yang memar, darah segar juga mengalir di pelipis dan sudut bibirnya membuatnya tak sanggup lagi bergerak dan akhirnya pingsan. Sehun tersenyum tipis melihat lawannya jatuh, namun setelah itu Sehun juga ambruk, sudah tak lagi kuat menahan rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya, dia kehilangan banyak darah.

“KIM SEHUN!!!”

-***-

Jongin duduk di antara kasur Kyungsoo dan Sehun yang kini berada di Emergency Room, dia memandangi kedua orang itu bergantian dan perlahan membuat air matanya mengalir, kedua orang itu adalah orang yang sangat berarti di hidupnya. Kyungsoo, kakak yang selalu melakukan apapun untuk melindunginya juga menghidupinya, sedangkan Sehun, orang yang mungkin belum lama dikenalnya namun rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan dia dan kakaknya.

Pikiran Jongin melayang ke beberapa saat lalu ketika Kyungsoo sedang menyuapinya di ruang rawatnya namun tiba-tiba beberapa orang yang tidak dikenalnya masuk ke dalam ruangannya dan meminta Kyungsoo mengikuti mereka. Merasa ada seseuatu yang tidak beres membuat Jongin melepaskan selang infusnya dan memilih untuk mengikuti kakaknya dan beberapa orang tadi.

Jongin mengikuti mereka hingga berada di tempat konstruksi mall Ganghwamun dan dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kakaknya dibully, disaat dia ingin menyelamatkan kakaknya tiba-tiba Sehun dan teman-temannya datang dan membuatnya mengurungkan niatnya dan memilih untuk mengamati mereka lebih lama. Jongin pun melihat bagaimana murid-murid Cheongdam menyerang siswa Yonsei dengan membabi buta, melihat siswa Yonsei hampir kalah, akhirnya Jongin memberikan dirinya untuk keluar dan membantu mereka melawan murid Cheongdam.

Mungkin orang-orang hanya mengenal sosok Jongin sebagai siswa miskin dan lemah, namun jika rasa sayang besar dan keinginan yang kuat untuk menyelamatkan kakak dan teman-temannya telah mendominasi, dia berubah menjadi sosok Jung Jongin yang kuat dan tidak terkalahkan seberapa besarpun kekuatan yang melawannya, dan itu juga yang membuatnya bisa mengalahkan murid Cheongdam dengan mudah.

“Akkhhh…” Rintihan lirih Sehun membuyarkan lamunan Jongin dan mengalihkan perhatiannya kepada namja yang mulai membuka matanya perlahan itu.

Sehun menatap sekelilingnya perlahan, Sehun kemudian bangkit dan membelalakkan matanya lebar, “Aku di rumah sakit? Akkhh…” Ujarnya terlonjak tanpa menyadari bahwa diperutnya ada jahitan luka akibat tusukan Kim Jongdae tadi, dia kembali meringis dan memegangi lukanya.

“Pabo, tentu saja ini di rumah sakit, apa kau pikir ini gereja?” Ejek Jongin yang langsung disambut dengusan oleh Sehun.

Tiba-tiba mata Sehun kembali melebar, “Taeyeong!!” Serunya kemudian menatap Jongin meminta penjelasan.

Jongin menghembuskan nafas panjangnya, “Kau tenang saja, semua temanmu baik-baik saja dan sudah mendapatkan perawatan…”

“Bagaimana dengan Kim Jongdae?”

Kening Jongin mengerut, “Kim Jongdae? Siapa itu?”

“Dia adalah orang yang menusukku tadi, dia pemimpin sekolah Cheongdam…” Jelas Sehun.

“Oh… Dia sudah mendapat perawatan di rumah sakit khusus kepolisian karena dia di tetapkan sebagai tersangka atas penyerangan terhadapmu dan siswa Yonsei…” Ujar Jongin sambil tersenyum tipis, “Kau istirahat saja sekarang…” Lanjutnya tulus.

Sehun tersenyum tipis kemudian membaringkan tubuhnya perlahan, rasa nyeri di sekujur tubuhnya sesekali membuatnya merintih namun dia lebih memilih untuk tidak memperdulikannya, beberapa saat kemudian Sehun telah memasuki dunia mempinya dimana dia bisa menjadi apa yang diinginkannya.

-***-

“Untuk apa kau melihat profil Luhan dan Sehun? Bukankah kau sudah tau kalau semua informasi yang tertulis disitu palsu?” Tanya Yoona sambil memberikan secangkir kopi kepada Donghae yang sedang fokus dengan map yang berisi data Sehun dan Luhan.

Donghae mengangkat sedikit wajahnya, menatap Yoona kemudian tersenyum, “Hanya mengagumi betapa rapi anak buah ayah angkat mereka memalsukan identitas… Kebohongan mereka begitu rapi, aku bahkan yakin detective White House di Washington sekalipun tidak akan bisa mengidentifikasi kepalsuan profil ini… As expected, their godfather is really awesome…” Ujar Donghae sambil menyeringai kecil.

Yoona menatap Donghae dengan bibir yang sedikit mengerucut, “Ayah angkat? Mr. Kim maksudmu?” Tanyanya.

Donghae meletakkan map yang berisi profil Sehun dan Luhan di meja, dia mengangguk kecil, “Mm, bukankah aku sudah menceritakan semuanya kepadamu kemarin? Mr. Kim adalah sahabat sekaligus partner terbaik Mr. Wu…”

Yoona menyandarkan punggungnya ke sofa dan menatap langit-langit ruang tamunya, “Mm, aku tau tentang hal itu… Dan dari yang ku dengar Mr. Kim adalah orang yang benar-benar perfeksionis, dia pasti sudah memperhitungkan segalanya termasuk apa saja resiko yang bisa menimpanya, dia juga pasti memberi perlindungan terbaik kepada Sehun dan Luhan…”

Donghae menghela nafas panjang, “Memang, aku juga sempat mengalami kesulitan untuk mendekati kedua anaknya karena pengamanan yang dia berikan kepada Sehun dan Luhan sama sekali tidak main-main…” Ujar Donghae yang kemudian ikut menyandarkan punggungnya ke sofa.

Yoona menghela nafas panjangnya, dia menyandarkan kepalanya ke dada Donghae, “Oppa benar, tapi bagaimana kau bisa dekat dengan mereka pada akhirnya?”

Donghae mengelus-elus rambut Yoona, dia kembali menghembuskan nafas berat, “Kau tau siapa sebenarnya aku, Yoong… Bukankah kau juga sama denganku?” Donghae menjeda ucapannya sejenak menghela nafas, “Aku harap rencana kita berhasil dan semua ini berakhir dengan cepat, Yoong…”

-***-

“Apa kalian tuli??!! Cepat bawa Sehun pulang!!!”

Kemarahan Suho sudah tidak dapat terbendung lagi ketika mendengar laporan dari Yixing kalau Sehun sedang dirawat dirumah sakit, ruang kerjanya bahkan sudah sangat berantakan karena rasa khawatirnya yang sangat tinggi kepada anak bungsunya itu.

“Appa… Appa tenanglah… Aku akan membawa Sehunie pulang agar dia bisa dirawat di rumah” Ujar Luhan menenangkan Suho, tak lupa dia mengelus-elus pundak ayahnya berharap emosinya sedikit reda.

Suho menatap Luhan masih dengan mata yang dipenuhi kekhawatiran, “Luhan-ah, kau tau resiko jika Sehun di rawat di tempat umum seperti itu ‘kan? Aku takut anak buah Igor Lewis akan menemukannya…”

“Aku tau, bahkan sangat mengerti… Tapi aku mohon appa sekarang tenang, aku dan Yixing ahjussi akan membawanya pulang, dan aku akan menyuruh Rudolph untuk mengurus masalah data-data Sehun disana termasuk darah dan DNA-nya…”

Suho menghembuskan nafasnya panjang kemudian menepuk bahu Luhan pelan, “Aku percaya padamu…”

-***-

Dengan membawa van yang menggunakan kaca anti peluru, Sehun yang sebelumnya dibius agar tertidur dipindahkan ke dalam van oleh pria berlesung pipi yang ada di sampingnya, pria itu menggenggam tangan Sehun erat, ada rasa khawatir dalam hatinya karena dia ikut ambil bagian dalam merawat anak itu dan kakaknya mulai dari mereka kecil.

Tidak lama Luhan masuk dan menyuruh supir keluarganya untuk membawa mereka pulang ke rumah di bukit, Luhan mengelus kepala adiknya yang masih tertidur perlahan dan terus menatapi wajah tenang adiknya yang terlihat sedikit pucat dengan beberapa memar yang menghiasi wajah tampannya.

“Ahjussi, Sehunie benar-benar mewarisi hati lembut Mommy bukan?” Tanya Luhan pada Yixing.

“Bukan hanya tuan muda Sehun, tuan muda Luhan juga sama berhati lembutnya dengan nona Seohyun…” Jawab Yixing yang membuat senyuman tipis tersungging di wajah tampan Luhan.

-***-

Anak buah Suho memindahkan Sehun perlahan kedalam kamarnya yang kini sudah dilengkapi dengan beberapa peralatan rumah sakit yang digunakan untuk memulihkan Sehun nanti, tidak lupa, dokter pribadi keluarga mereka, dokter Huang –ayah dari Huang Zitao yang merupakan guru bela diri mereka- juga ada di sana.

Setelah memasangkan alat-alat tersebut pada tubuh Sehun dan menyuntikkan cairan penghilang rasa sakit, dokter Huang pun pamit undur diri karena harus bertugas.

Baik Luhan maupun Suho duduk di samping ranjang Sehun, Suho menggenggam tangan Sehun erat dan sedikit menitikkan air matanya, “Sehun-ah, semua ini sangat berat bukan? Kau tidak boleh menunjukkan kemampuan bela dirimu yang sebenarnya bahkan disaat kau terancam, dan sekarang kau terluka… Aku… Aku…” Suho tidak mampu melanjutkan kalimatnya, dia hanya menangis.

Luhan mengusap punggung ayahnya pelan, “Appa jangan menyalahkan diri appa, Sehun adalah anak yang kuat, terluka seperti ini tidak akan membuatnya menjadi pengecut, tapi akan membuatnya lebih berani…”

Suho tidak menanggapi ucapan Luhan, dia hanya tetap menggenggam tangan Sehun erat dan menangis, Luhan hanya bisa menghela nafas panjang karena tidak tau apa yang harus dia lakukan untuk menenangkan ayahnya.

Perhatian Luhan teralih ketika mendengar suara pintu terbuka, matanya membulat tidak percaya, dari balik pintu muncul pria jangkung dengan rambut blonde dan mata tajam sama seperti terakhir dia melihat tujuh belas tahun lalu, sama sekali tidak ada yang berubah dari pria jangkung itu, mungkin hanya kerutan disudut matanya saja yang menunjukkan bahwa dia kini adalah seorang pria berumur, namun wibawa dan ketegasan yang terukir diwajahnya masih tetap sama, atau mungkin bertambah kuat. Mata elang pria itu menatap sendu Luhan, menyiratkan kerinduan besar yang telah dipendamnya selama ini untuk bertemu kedua anaknya. Tanpa mereka berdua sadari, ada setetes air bening yang mengalir dari salah satu sudut mata keduanya.

“Daddy…”

-***-

-TBC-

Iklan

29 thoughts on “Promise and Responsibility Chapter 8

  1. Ahhh…daddy kris akhirx dtang juga…senangx bs ktemu hunhan stelah sekian lamax…
    Aduh..thor itu yoonhae kok statusx msih ga’ jelas sih? Mang dia itu siapa?kok nyakut2 white house sgala. Dia itu kawan pa lawan sih dsini? Pokokx chap slanjutx tlong perjels status yoonhae itu baik pa ga’ OK? Tank’s ^^

  2. Arghhhhh knapa yg namanya tbc psti ngeganggu.. Lagi enak2 nya baca juga..
    Tuhh kan mkin pnasaran sma yoona n donghae.. Mrka itu siapa sbnernya…
    Gilaa jongdae tega amat sih .. Dia kok sadis bnget.. Kyaa pnasaran. Ntar sehun luhan klau udh ktmu kris gmna..
    Oke deh thor. Klanjutannya aku tunggu ya☺☺

  3. Daddy kris semoga pulang beneran ke exo hehe *jadi sedih* 😦
    Itu si yoona sama donghae baik ga si thor?
    Aaaa penasaran sama kelanjutannya. Di tunggu ya thor^^

  4. yeah, daddy’s back.. kris’s back..
    terharu sama kelembutan hati sehun sama
    rasa sayang suho sama kedua anak angkatnya..
    He is a good father..
    ditunggu kelanjutannya chingu.. ^^

  5. kyaaa jongdae ih jahat bner ..

    duh author aku penasaran sama status yoona dan donghae mreka jahat apa baik sih ? #jadiNerka2Sndiri

    kris kembali horee 😀

    tpi kasian suho ntar kalok HunHan dibawa kriss ..
    padahalvsuho uda sayang banget sama mreka..
    biar adil suho sama kris masing2 bawa satu anak aja kkk

    ah iyaa sehun kan kaga tau siapa kris , nah ntar kalok sehun tau kris ayah kandungnya gimna reaksinya ya ? :O

  6. ga kebayang jongdae jadi kepala preman. hahaha.
    tega bingit si Author, ngubah imej alim si jongdae ~

    daddy’s home ^^ next chap juseyo ~

  7. Ping-balik: Promise and Responsibility Chapter 9 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s