The Hidden and The Sacred Chapter 11

The Hidden and The Sacred

The Hidden and The Sacred

Title : The Hidden and The Sacred

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • EXO Member
  • Lee Taemin SHINee
  • Choi Minho SHINee
  • Other

-Chapter Ten-

-***-

“…Jika kita terlambat menyelamatkannya maka kau harus bersiap mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya kepada adik tersayangmu itu!!”

-***-

Part Before : 10

Be Aware w/ typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

“Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!!!” Sehun beringas, kedua bola yang merah itu menatap Taemin penuh kebencian dan bersiap untuk membunuh.

Disisi lain, salah satu sudut bibir Taemin terangkat membentuk seringaian meremehkan yang ia tujukan kepada Sehun, “Kau tidak akan pernah berhasil, Sehun Tvez…” Decihnya meremehkan.

Mulut Sehun terkatup rapat, namja itu menggeram, membuat rahangnya terlihat semakin jelas, amarahnya yang sudah mencapai puncak ubun-ubun itu seakan tidak dapat terbendung lagi, dengan satu langkah dia berteleportasi langsung ke Taemin dan mencekik leher sosok yang memiliki kemiripan dengan Kai itu.

Taemin yang terperangah tanpa tau bahwa Sehun bisa berteleportasi pun kini kesulitan bernafas, dia memegang tangan Sehun yang mencekiknya dengan kuat dan menatap mata merah Sehun dengan matanya yang sehitam kolam renang di malam hari, mata Taemin benar-benar gelap, mata yang akan membuat siapa saja yang melihat akan merasa tidak pernah memiliki kebahagiaan dalam hidupnya, urat-urat nadi di pelipis Taemin terlihat jelas bersamaan dengan peluhnya yang mengucur deras, dia masih berusaha melepaskan cekikan Sehun yang makin lama di rasa makin menguat.

Sehun memberikan seringaian andalannya, “Kau bilang aku tidak akan pernah berhasil? Well, sepertinya kau salah besar Mr. Calvert… Aku akan membuatmu merasakan sedikit rasa sakit dulu sebelum kau menemui ajalmu sebentar lagi…” Ujar Sehun dingin dan penuh penekanan.

Suara gemeretak tulang patah itu terdengar begitu jelas, Baekhyun langsung bergidik ngeri dan bersembunyi dibalik tubuh tinggi Chanyeol ketika menyadari dari mana suara tulang patah itu berasal, Baekhyun hampir saja muntah karena melihat dengan jelas bagaimana Sehun mematahkan leher Taemin dan melepas leher itu dari tubuh sang pemilik, apalagi ketika Sehun membuang kepala Taemin sembarangan dan membuat kepala tanpa tubuh itu menggelinding dan menghiasi lantai rumah sakit dengan darah yang dialirkannya.

Kepala itu menggelinding dan berhenti ketika mengenai kaki seseorang, Baekhyun, Chanyeol, Chen, Minho dan Sehun mendongakkan kepala mereka untuk melihat orang tersebut, kelima orang itu terperangah, mata mereka membulat sempurna ketika melihat orang itu menyeringai kepada mereka, orang itu adalah Taemin.

“B-bukankah…” Kalimat Baekhyun berhenti, dia menolehkan wajahnya menatap tubuh tanpa kepala yang tadi telah di bantai oleh Sehun, bahkan tubuh tanpa kepala itu masih ada dan tergeletak di koridor ini, dia kembali mengalihkan arah tatapannya kepada sosok tadi dan kembali terperangah, bagaimana bisa ada sosok Taemin yang terlihat baik-baik saja di sudut lain?

“Kalian terkejut?” Tanyanya sarkastik, dia kemudian mengambil ‘kepalanya’ dan menjentikkan jarinya sehingga membuat kepala itu hilang, begitu pula tubuh serta bekas darahnya.

Dia memandang semua orang yang disana dengan tatapan yang amat sangat meremehkan, “Kalian tidak perlu menunjukkan kekaguman kalian kepadaku… Kalian tau? Itu tadi hanyalah secuil sihir hebatku yang tidak di miliki keturunan Ipswich yang lain, jadi aku peringatkan kalian dengan halus untuk berhat-hati karena sebentar lagi aku akan mulai menghabisi kalian satu persatu…” Taemin menjeda ucapannya sejenak kemudian mengalihkan tatapannya kepada Luhan yang masih saja meringkuk dan merintiih dengan balutan sihir hijau di seluruh tubuhnya, “Aku akan melepaskan kalian hari ini karena aku telah mendapatkan kekuatan Tao, tapi setelah itu aku akan memulai seranganku perlahan, sangat perlahan hingga kalian tidak menyadarinya…” Ujarnya dingin dan menusuk, dia melangkahkan kakinya dan menghilang begitu saja, menyisakan debu hitam yang kemudian ikut hilang tertiup angin.

Kaki Baekhyun tiba-tiba terasa lemas, dia memegangi lengan Chanyeol dan mulai merosot jatuh.

“Baekhyun!”

Bibir tipis Baekhyun bergetar, wajahnya tampak begitu pucat seperti sama sekali tidak ada aliran darah disana, Chanyeol menangkup wajah Baekhyun dengan kedua tangannya dan menatap mata kecil Baekhyun lekat-lekat, “Kau tidak apa-apa?”

“A-aku takut…” Baekhyun berujar lirih, Chanyeol langsung menghela nafas panjang dan merengkuh namja mungil itu ke dalam pelukannya.

“Jangan takut, aku akan selalu melindungimu, aku akan menjadi tameng untukmu…” Ujar Chanyeol menenangkan, Baekhyun hanya bisa menangis dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Chanyeol, dia benar-benar takut saat ini, sangat takut.

“Chanyeol, sebaiknya kau bawa saja Baekhyun ke dalam, mungkin dia akan sedikit merasa tenang” Usul Minho yang di tanggapi sebuah anggukan dari Chanyeol yang langsung membawa Baekhyun ke dalam dan diikuti oleh Chen.

Minho sendiri melangkahkan kakinya kepada Luhan dan berjongkok kepada namja bermata rusa yang belum berhenti merintih itu, “Apa aku akan baik-baik saja jika aku menyentuhmu?” Guman Minho sedikit ragu, bagaimana dia tidak ragu, sihir hijau itu masih saja melingkupi tubuh Luhan, dia sedikit terlonjak ketika Sehun tiba-tiba muncul disebelah Luhan.

Sehun langsung merengkuh Luhan ke dalam pelukannya, dia tidak tahan melihat Luhan terus saja merintih kesakitan, “Aku mohon biar aku saja yang merasakan sakitnya, jangan hyungku… Aku mohon…” Hal yang dinamakan air mata itu mengucur begitu saja, Sehun menangis.

Entah, tapi air mata Sehun yang tanpa sengaja menetes di pelipis Luhan membuat sihir hijau itu perlahan mulai memudar, namun sebenarnya tidak benar-benar memudar karena sihir itu berkumpul membentuk sebuah gumpalan yang melesak masuk ke dalam tubuh Sehun, seakan menyerangnya.

“Akkhh…” Sehun merintih, urat-urat di pelipisnya terlihat begitu jelas dan dekapannya kepada Luhan juga semakin mengerat, ada peluh yang mengalir dari kepalanya dan nafasnya mulai terengah-engah.

‘Ini… Sungguh sakit sekali… Rasanya seperti aku akan mati…’ Ujarnya dalam hati, dia tidak bisa mengatakan apapun karena dia lebih disibukkan untuk menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan rintihan yang hanya akan membuat Luhan akan khawatir kepadanya, kakaknya itu baru saja selamat.

“Sehunie…” Luhan melepaskan pelukan Sehun dan menatap adiknya itu cemas, sedangkan Sehun, dia hanya menatap Luhan dengan senyum yang dipaksakan.

“Hyung tenang saja, aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja…” Bohongnya, nafas Sehun terengah-engah, peluh juga tak kunjung berhenti mengucur dari pelipisnya.

“Sungguh?” Tanya Luhan memastikan, Sehun hanya bisa mengangguk, dia berbohong lagi tentunya karena dia mendengar suara Luhan begitu lemah. Lagi, dia sama sekali tidak ingin membuat kakak-kakaknya khawatir, cukup dengan masalah Tao, dia tidak ingin menambah beban mereka, dia malah harus membantu kakaknya untuk memusnahkan makhluk yang bernama Taemin Calvert dan Sehun yakin jika dia bisa melakukannya.

“Sehun Tvez, berhenti berbohong dan ikut aku sekarang juga!”

Suara tegas terdengar dari salah satu sudut koridor, baik Sehun, Luhan maupun Minho langsung menolehkan wajah mereka dan menatap sosok yang berjalan dengan langkah-langkah lebarnya, sosok itu –L, terlihat begitu marah, dia menggeram sehingga membuat iris matanya perlahan berubah menjadi abu-abu.

“L hyung… Kau sudah disini?”

L kembali menggeram, “Bukan saatnya kau menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu kepadaku Sehun Tvez, kau harus ikut aku sekarang juga!! Kita harus segera menyelamatkanmu!!” Ujarnya penuh penekanan, dia mencengkeram pergelangan tangan kanan Sehun memaksa namja itu untuk berdiri dan mengikutinya.

“Aku baik-baik saja, aku tidak perlu diselamatkan, yang perlu diselamatkan dan dilindungi adalah kakak-kakakku, aku bisa melindungi diriku sendiri!!”

Plakkk

Tamparan keras dari L mendarat mulus dipipi Sehun, Sehun hanya diam tanpa mengatakan apapun ketika L menamparnya, sedangkan Luhan, matanya membulat, dia langsung berdiri dan memeluk Sehun seakan ingin melindunginya dari L, “Apa yang kau lakukan?? Kenapa kau menampar Sehun? Kau keparat!!”

“Luhan!! Apa kau tidak mengerti juga?? Kau tau sendiri sihir yang Taemin mantrakan kepadamu telah beralih kepada Sehun bukan?? Apa kau tidak tau itu sihir apa?? Itu sihir kematian!! Lihat saja sekarang rambut Sehun mulai berubah warna!! Jika kita terlambat menyelamatkannya maka kau harus bersiap mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya kepada adik tersayangmu itu!!” Bentak L keras.

Luhan membelalakkan matanya kaget dan beralih menatap Sehun, benar saja, rambut Sehun mulai berubah memutih dan mata tajam itu kini berubah sayu, untuk sesaat Luhan terpaku, dia merasa dialah yang menyebabkan Sehun seperti ini, dia mengulangi kesalahannya lagi, dia membuat Sehun berkorban demi dirinya sekali lagi.

L menghela nafas panjang setelah tanpa sengaja membaca pikiran Luhan, “Bukan saatnya menyalahkan dirimu, ini semua bukan salahmu, semua ini adalah salahku yang terlambat datang kepada kalian, sekarang kalian tunggu disini, aku akan memanggil yang lain, setelah itu kita pergi ke suatu tempat untuk menyelamatkan Sehun dan Suho… Juga mencari bantuan untuk mengalahkan si keparat Taemin…” Ujarnya kemudian masuk ke dalam ruangan Suho di rawat.

“L hyung…” Suara kecil dari D.O membuat semua orang kini memfokuskan tatapan mereka kepada seseorang yang masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang masih menyisakan raut yang marah.

“L, ada apa kau kesini?”

“Jangan bertanya apapun untuk saat ini, Kris… Cukup ikuti perintahku agar Suho dan Sehun selamat, kalian sudah kehilangan satu orang dan aku yakin kalian tidak ingin kehilangan lebih banyak” Kris pun memilih diam setelah mendengar rentetan kalimat yang keluar dari mulut L.

“Tunggu, apa kau tadi menyebutkan Sehun? Memangnya kenapa dia?” Tanya Xiumin penasaran.

L menghela nafas panjang, “Dia terkena mantra kematian, apa kau sudah puas sekarang? Sekali lagi ku peringatkan untuk tidak bertanya apapun dulu, kita harus menyelamatkan mereka sebelum semuanya terlambat!” Ujar L tegas, dia menatap keturunan Ipswich satu per satu dan menghentikannya kepada Chen, “Chen, kau keluarlah dan bantu Luhan untuk membopong Sehun, aku yakin anak itu sedang tidak sadarkan diri sekarang” Perintahnya, tanpa disuruh dua kali Chen pun langsung berdiri dan melakukan perintah L tanpa mengatakan apapun.

“Sekarang Kai dan Chanyeol kalian bopong Suho kemudian ikuti aku”

Kai dan Chanyeol mengangguk, mereka membopong tubuh lemah Suho yang tak kunjung membuka matanya itu dan mengikuti langkah kaki L tanpa mengatakan apapun. Seluruh keturunan Ipswich dan Minho berjalan beriringan dibelakang L setelah sebelumnya L memantrai mereka agar tidak terlihat oleh orang-orang awam –menghindari kecurigaan, tentu saja.

“D.O, apa kau tau kita akan kemana?” Lay berjalan bersama D.O mencoba bertanya kepada namja bermata bulat itu.

D.O mengendikkan bahunya, “Aku tidak tau hyung, untuk saat ini kita cukup mengikuti L hyung saja, ouch!”

D.O dan Lay yang tidak mengetahui bahwa orang-orang di depan mereka telah berhenti berjalan karena terlalu asik berbicara sehingga keduanya menabrak, keduanya kemudian mengerutkan keningnya heran, untuk apa mereka berada di depan pintu gudang rumah sakit? Namun lagi-lagi mereka hanya bisa diam, mereka hanya perlu mengikuti L.

Pintu gudang terbuka, namun betapa terperanjatnya mereka ketika mengetahui di balik pintu gudang itu bukanlah tempat penyimpanan barang-barang tak berguna, namun sebuah kastil yang berada di tengah hutan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

“L, ini dimana? Dan ini kastil siapa?” Kris yang tidak bisa menahan rasa penasarannya akhirnya membuka mulut dan bertanya.

L membalikkan badannya menatap Kris, bukan hanya Kris sebenarnya, tapi seluruh keturunan Ipswich, “Ini adalah kastil Yakuza…”

“Yakuza? Bukankah dia adalah pemimpin para iblis?” Chen bertanya memastikan dan L mengangguk.

“Dia memang pemimpin para iblis, dan kekuatannya jauh lebih kuat dari pada Lucifer…”

“Lalu apa tujuanmu membawa kami kesini?” Lagi-lagi Kris bertanya, sebagai kakak tertua, sekaligus yang dianggap pemimpin oleh keturunan Ipswich yang lain, dia harus memastikan kalau keluarganya nanti akan baik-baik saja, walaupun dia sendiri juga tau kalau L pasti akan menyelamatkan keluarganya.

“Tujuanku membawa kalian kemari sebenarnya bukan hanya untuk menyelamatkan Suho dan Sehun, tujuanku adalah… Membuat perjanjian baru dengan Yakuza agar kalian bisa dengan mudah mengalahkan Taemin dan menghancurkannya…” L menjeda ucapannya sejenak untuk menatap satu persatu keturunan Ipswich, “Let’s make the new covenant with the king of all the demons…”

-***-

-TBC-

Iklan

29 thoughts on “The Hidden and The Sacred Chapter 11

  1. Buat perjanjian sma yakuza? ? Perjanjian yg kyk gimana? Biasanya dlam perjanjian psti ada 1 pihak yg dpat bgian gak enaknya.. Huaaaa jngan smpe sehun cs knapa2 lgi.. Itu taem jahat amat… Thor. Berarti itu tao bner2 udh gak ada ya? Huaaa author tega e
    Oke deh thor klanjutannya aku tungggu yaaa

  2. Yahh…perjanjian lgi perjanjian lgi thor tpi ini yg terhirkan perjanjianx soalx kan sama raja rajax para iblis dan q berhrp perjanjian ini bs ngidupin tao lagi biar tetep 12 ipswich biar ga’ ganjil cos kalo ganjil ga’ asik

  3. wah, makin seru aja ceritanya..
    moga aja dngan perjanjian itu, taemin bisa dikalahkan…
    jangan ada yang meninggal lagi.. jangan sehun…
    ditunggu kelanjutannya chingu.. ^^

  4. tadi tak kira si taemin bneran K.O eh ternyata dy cuma pkek sihir buat ngelabui sehun ckckc
    apa ini sehun kna sihir kematian ? u.u
    dan mreka memperbaharui perjanjian lagi ?

    oh iya author critanya kurang panjang 😀
    kkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s