Promise and Responsibility Chapter 9

PAR

Promise and Responsibility

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Brotherhood, Friendship,Action.

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Oh Sehun as Kim Sehun.
  • Luhan as Kim Luhan.
  • Suho as Kim Suho.
  • Kai as Jung Jongin.
  • Kris as Kris Wu.
  • D.O as Do Kyungsoo.
  • Another EXO’s member.

Support cast:

  • Lee DongHae (Super Junior).
  • Im YoonA (Girls Generation).
  • Lee Jinki (SHINee).
  • Taeyeong (SMROOKIES).

-***-

‘Mungkin memang sudah saatnya mereka kembali kepada ayah mereka yang sebenarnya…’

-***-

A/N:

Halo epribadiihhh~~~ /lambai-lambai kolor Sehun/

Jadi begini, saya udah resign dari kantor, itu artinya sekarang saya nganggur, tapi bukan berarti saya bisa apdet epep karena saya mudik ke rumah nenek TT^TT, and I don’t know if I am allowed to bring my laptop or not –“

Kalo seandainya boleh bawa laptop berarti saya bisa apdet epep, tapi kalo ga boleh ya berarti saya bakal hiatus sampe abis lebaran TT^TT, minal aidin wal faidzin yah readersku tercintah~, saya minta maaaaappppp banget ama readers, saya juga ga tau kalo tiba-tiba mudik =,=

Dan saya juga ga tau epep mana yang harus di apdet dulu seandainya abis hiatus lama =,= #deritakebanyakanepep #pusingsendiri #someonecallthedoctor/?, intinya saya bener-bener minta maaf ama readers karena ini juga tanpa sepengetahuan dan perencanaan saya/? *deep bow*

Part Before : 8

Be aware w/ typo(S)

Happy Reading ^^

-***-

How are you, Son? (Bagaimana kabarmu, Nak?)

Luhan tidak menjawab, dia hanya berlari dan merengkuh ayahnya erat, seakan tak ingin lagi melepaskan orang yang paling ia rindukan itu, Kris membalas pelukan Luhan tak kalah erat, keduanya meneteskan air mata kerinduan yang telah mereka pendam selama tujuh belas tahun terakhir.

“I’m sorry If I just came by now… (Maaf, jika aku baru datang sekarang…)

Luhan menggeleng kecil dipelukan ayahnya, “It’s okay, Dad… The most important thing is you’re here right now, right beside me…(Tidak apa-apa, Dad… Hal yang terpenting adalah kau disini sekarang, tepat berada disisiku…)

Kris merengkuh Luhan semakin erat dan mengecup puncak kepala anaknya sayang, kedua sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman tipis yang menghangatkan, ia tidak ingin lagi jauh dengan kedua anaknya, dia ingin selalu ada disamping mereka dan melindungi mereka.

Disisi lain, ada pukulan kecil dihati Suho ketika melihat kedua orang itu berpelukan dengan begitu eratnya, hatinya tidak rela ketika melihat anak yang telah dibesarkannya selama tujuh belas tahun memeluk orang lain walaupun itu adalah ayah kandungnya sendiri, namun Suho sadar, dia tidak mempunyai hak itu merasa seperti itu. Sebesar apapun kasih sayangnya terhadap Sehun dan Luhan, hal itu tetap tidak mengubah kenyataan kalau kedua orang itu bukanlah anak kandungnya.

Suho melempar pandangannya ke hamparan pohon pinus untuk menyembunyikan air matanya yang mendesak keluar, tangan kanannya menggenggam tangan Sehun erat, seperti tidak ingin melepasnya kembali kepada ayah kandungnya, dia menggigit bibir bawahnya kelu, benar-benar berusaha menahan air matanya, tak tahan lagi, akhirnya Suho memejamkan matanya rapat, namun air hangat itu masih saja berhasil merembes dari sudut matanya, dengan segera Suho mengusapnya dan menghembuskan nafas panjang.

‘Mungkin memang sudah saatnya mereka kembali kepada ayah mereka yang sebenarnya…’ Batinnya perih.

“Suho…”

Suho menoleh ketika mendengar Kris memanggilnya, dipaksanya kedua sudut bibirnya membentuk senyuman ketika melihat sahabatnya itu berjalan mendekatinya, Suho pun beranjak dari duduknya dan memeluk Kris dan menepuk bahu namja itu pelan, Kris melakukan hal yang sama kepada Suho sebelum melepaskan pelukan mereka berdua.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Suho berbasa-basi.

Kris mengendikkan bahunya, “Seperti yang kau lihat sekarang ini”

Suho hanya tersenyum tipis, dia kemudian mengalihkan tatapannya kepada Sehun yang terbaring di ranjangnya dengan mata terpejam, Suho menghela nafas panjangnya sejenak, “Sehun… Dia sepertinya sangat mewarisimu…”

Kris mengikuti arah tatapan Suho, dia tersenyum dan menatap Sehun penuh kasih sayang, anak bungsunya yang bahkan belum bisa mengingat apapun saat dia memutuskan untuk menitipkannya kepada Suho kini sudah tumbuh dewasa, dia tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan sangat mirip dengan Luhan, hanya saja mungkin Luhan lebih banyak menurun dari Seohyun, sedangkan Sehun lebih banyak menurun dari Kris.

Kris mendudukkan dirinya di ranjang Sehun dan mengelus kepala anaknya pelan, ada genangan air kecil disudut mata Kris yang muncul tanpa disadarinya, saat ini ingin sekali rasanya dia melihat Sehun membuka mata dan memeluknya erat seperti apa yang ia lakukan kepada Luhan tadi, tapi dia tidak bisa, masih belum saatnya.

Kris menghela nafas panjang kemudian mengalihkan tatapannya kepada Luhan dan Suho, “Aku tidak akan tinggal disini, aku akan tinggal di rumahku di Gangnam” Ujarnya sembari tersenyum tipis.

Luhan langsung mengerutkan keningnya bingung, “Kenapa?”

Kris kembali menghela nafas panjang kemudian beranjak dari tempatnya, “Karena Daddy merasa belum saatnya Sehun mengetahui semuanya, Daddy takut dia akan shock dan susah untuk menerima kenyataan…”

“Tapi aku ingin tinggal dengan Daddy…” Rajuk Luhan hampir menangis, dia tidak ingin jauh lagi dari ayah kandungnya.

Kris berjalan mendekati Luhan dan menepuk bahu anak sulungnya itu pelan, “Luhan… Sekalipun Daddy tidak tinggal disini itu bukan berarti kau tidak bisa bertemu dengan Daddy, ‘kan? Kau bisa ke rumah Daddy kapanpun yang kau mau, Daddy akan mengirimkan orang untuk menjemputmu, untuk sekarang, tinggal lah dengan Suho, dia masih membutuhkanmu disisinya…” Jelas Kris lembut.

Luhan mengalihkan tatapannya kepada Suho yang saat ini sudah kembali duduk disamping ranjang Sehun dan mengelus kepala adiknya itu dengan penuh kasih sayang, Luhan menghela nafas panjang sebelum kembali menatap Kris, “Aku rasa Daddy benar, Appa masih membutuhkanku disini…”

Kris tersenyum tipis, dia mengelus-elus kepala Luhan, “Kau anak yang sangat baik, Luhan… Daddy bangga mempunyai anak sepertimu, sangat bangga…”

-***-

Jongin masuk kedalam ruang rawat Kyungsoo dan Sehun dengan pandangan bingung, pasalnya dia hanya mendapati kakaknya sedangkan ranjang Sehun telah kosong, tepat saat dia akan keluar mencari informasi kemana Sehun pergi, seorang dokter masuk ke dalam ruangan itu untuk mengecek keadaan Kyungsoo.

“Dokter, kemana pasien yang ada disitu?” Tanyanya sambil menunjuk tempat Sehun dirawat.

“Pasien itu telah dibawa keluarganya pulang” Jawab sang dokter yang kemudian berjalan melewati Jongin untuk memeriksa keadaan Kyungsoo.

Jongin hanya diam di tempat namun tatapannya mengikuti pergerakan dokter tadi, dia masih terlihat bingung, namun sedetik kemudian dia baru mengingat kalau mungkin saja Luhan tadi kesini dan membawa Sehun pulang. Jongin kemudian melangkahkahkan kakinya ke samping ranjang Kyungsoo dan menunggu hasil pemeriksaan dokter kepada kakaknya.

Setelah selesai memeriksa Kyungsoo, dokter tadi menatap Jongin dan tersenyum tipis, “Anda dan kakak anda besok sudah boleh pulang, anda tidak perlu khawatir dengan administrasi karena segala biaya rumah sakit anda dan kakak anda berada di bawah tanggungan Kim Corp” Ujarnya kemudian menepuk bahu Jongin dan pergi.

-***-

Sehun membuka matanya perlahan, dia berusaha untuk duduk sekalipun harus meringis menahan sakit diperutnya, dia menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri,matanya membulat lebar ketika mendapati dia sedang berada di kamarnya dan hari sudah gelap.

“Aku tidur berapa lama?” Tanyanya pada dirinya sendiri, dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal kemudian menguap.

“Sudah bangun?” Tanya Suho yang tiba-tiba masuk dan membawa segelas cokelat hangat, Sehun hanya mengangguk malas.

Suho kemudian meletakkan coklat panas itu disamping meja Sehun dan duduk di tepi ranjang anaknya, dia mengusap-usap kepala Sehun pelan, “Kau sangat membuat appa khawatir…” Ujarnya pelan.

“Mianhae appa…” Sehun meminta maaf dengan lirih, Suho hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya pelan.

“Appa, Luhan hyung dimana?”

“Aku disini…” Ujar Luhan yang tau-tau masuk dengan senyum yang sangat cerah, dia mendudukkan dirinya di ujung ranjang Sehun dan menatap adiknya ceria, Sehun mengerutkan keningnya bingung, tidak biasanya Luhan bersikap seperti ini.

“Hyung, kenapa kau terlihat begitu bahagia? Apa kau senang meilhat adikmu ini sakit?”

Luhan menjitak kepala Sehun pelan, “Mana mungkin aku senang ketika kau sakit, aku hanya bahagia karena aku bertemu seseorang…”

Sehun makin mengerutkan keningnya bingung, “Bertemu seseorang? Nugu? Pacar hyung?”

Sekali lagi Luhan menjitak kepala adiknya, Sehun hanya bisa mengusap bekas pukulan kakaknya sambil mendengus, “Tentu saja tidak, apa kau pernah melihatku menggandeng seorang yeoja, heuh?”

“Benar juga, hyung tidak pernah menggandeng seorang yeoja, jangan-jangan hyung tidak normal” Celetuk Sehun yang hanya membuat kakaknya akan menjitaknya lagi, namun kali ini Sehun berhasil mencegahnya dengan memegang tangan kakaknya, dia menjulurkan lidahnya mengejek.

“Kau ini!! Tentu saja aku normal!! Hanya saja aku masih belum berminat untuk berkencan” Luhan mendengus, dia menatap Sehun sedikit kesal namun sayang.

“Lalu siapa seseorang yang hyung maksud?” Sehun kembali bertanya.

Luhan sedikit tersentak, “Dia-”

“Bertemu denganku” Ujar Kris yang tiba-tiba masuk.

Sehun yang melihat Kris untuk pertama kali hanya bisa membulatkan matanya dan menatap Kris tidak kenal, Kris tersenyum tipis dan ikut duduk di tepi ranjang Sehun, dia mengacak rambut Sehun gemas, “Aku pamanmu, Kris Wu…” Ujarnya memperkenalkan diri.

Sehun hanya bisa diam dan mengerutkan keningnya bingung, selama ini dia tidak pernah tau jika dia mempunyai paman setampan ini, apalagi aksen koreanya yang tidak terlalu fasih membuat Sehun berkesimpulan kalau pamannya ini berasal dari luar negeri, sedangkan Suho, dia hanya menutup mulutnya rapat.

“Kau tidak perlu sekaget itu melihatku…” Ujar Kris mencairkan suasana.

“Kau orang mana?” Pertanyaan Sehun barusan membuat Kris tertawa, dia mengelus-elus kepala Sehun yang hanya diam dengan mata yang tidak pernah lepas dari dirinya.

“Aku orang Amerika, aku pemilik Marvel Corp, aku yakin kau mengetahui perusahaan itu” Ujar Kris menjelaskan siapa dirinya kepada Sehun.

“Marvel Corp? Perusahaan senjata dan teknologi itu?”

Kris hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Sehun barusan, kali ini Sehun mengalihkan tatapannya kepada Suho dengan kening mengerut, “Appa, bukankah appa bilang Marvel Corp adalah perusahaan Luhan hyung dan aku?”

Suho tersentak, “Mm… Itu…”

“Itu memang perusahaan kalian berdua” Ujar Kris. “Hanya saja sekarang masih menjadi milikku dan kalian adalah pewarisnya, bukan hanya Marvel Corp, tapi Kim Corp juga”. Lanjutnya.

Sehun kembali menatap Kris dengan kening yang makin mengerut, “Milikmu? Pewaris? Kalau memang itu milikmu kenapa kau mewariskannya kepada kami? Kau bahkan bukan ayahku, seharusnya kau mewariskannya pada anak-anakmu…” Ujar Sehun dengan wajah paling polos yang ia miliki.

“Sehun-ah!” Luhan sedikit meninggikan nada bicaranya, namun ia tau dia tidak bisa menyalahkan Sehun karena adiknya itu tidak tau apapun.

Sehun menoleh kepada kakaknya, “Wae? Apa ada yang salah dengan kata-kataku?”

“Sehun-ah, sebenarnya-”

“Luhan, apa yang diucapkan adikmu benar, kau jangan membentaknya seperti itu” Potong Kris cepat, dia kemudian mengalihkan tatapannya kepada Sehun dan tersenyum tipis, “Sudahlah, jangan pikirkan dulu hal itu, sekarang yang terpenting adalah kesembuhanmu” Kris kembali tersenyum hangat, dia mengelus pipi Sehun dengan penuh kasih sayang dan Sehun hanya diam menerima perlakuan seperti itu dari Kris.

-***-

“Mr. Wu sudah bertemu Sehun” Donghae menyeringai tipis melihat monitor yang menampilkan Kris, Sehun, Suho dan Luhan yang ada di depannya.

Yoona menggeser duduknya dan ikut mengamati apa yang ada di dalam monitor bersama Donghae, “Sepertinya waktu kita tinggal di negara ini tinggal sebentar lagi, Oppa…”

Donghae mengangguk pelan, “Mm, dan aku rasa perang besar seperti tujuh belas tahun lalu akan terulang kembali dalam waktu dekat…”

Yoona menatap Donghae dan tersenyum simpul, “Semuanya terasa seperti de javu, yang membedakan hanya tempatnya…”

Donghae kembali mengangguk dan kini dia menatap Yoona, dia mengecup sekilas bibir Yoona dan memberikan wanita itu sebuah senyuman hangat, “Setelah semua ini berakhir, kita akan bisa hidup dengan tenang, Yoongie”

-***-

Pagi itu Jongin sudah bersiap ke sekolah walaupun kondisinya masih belum benar-benar pulih, dia memasukkan buku pelajarannya ke dalam tas kemudian melihat ke arah Kyungsoo yang masih terlelap diatas kasur lipatnya, Jongin tersenyum tipis kemudian membenarkan letak selimut Kyungsoo sebelum beranjak.

“Jongin-ah…”

Suara lemah Kyungsoo menghentikan langkah Jongin dan menoleh kepada kakaknya yang kini mulai bangun perlahan, Jongin langsung membantu kakaknya untuk duduk.

“Kenapa hyung bangun? Hyung istirahat saja” Hardik Jongin lembut.

“Hyung harus membuatkanmu sarapan…” Ujar Kyungsoo lemah kemudian berusaha berdiri.

Jongin menarik tubuh Kyungsoo agar kembali duduk, dia menatap Kyungsoo tajam, “Aku bisa makan nanti di kantin sekolah, sekarang tugas hyung hanya harus tidur!” Ujarnya sedikit memberi penekanan.

“Tapi-”

“Hyung, bisa tidak hyung hanya diam dan menurutiku?” Desis Jongin kesal.

Kyungsoo pun hanya menghela nafas panjangnya dan mengangguk lemah, dia tau dia tidak akan pernah bisa menang melawan Jongin jika adiknya itu sudah seperti ini, senyum Jongin langsung merekah melihat hyungnya mengangguk, dia kemudian membaringkan Kyungsoo dan kembali menyelimuti kakaknya sebelum pergi ke sekolah.

“Aku berangkat dulu hyung…”

-***-

Jongin duduk di bangku taman sekolah sambil menatap gerbang, melihat siswa yang satu per satu melewati gerbang itu dan masuk area sekolah, dia kemudian melihat Luhan yang menatapnya dan melambaikan tangan, Jongin membalas lambaian tangan Luhan dan ikut tersenyum.

Luhan berjalan menuju Jongin dan menepuk bahu namja itu pelan ketika sudah berada di depannya, Luhan kemudian mendudukkan dirinya di samping Jongin dan ikut melihat siswa-siswa yang baru masuk sama seperti yang dilakukan Jongin tadi.

Jongin menolehkan wajahnya menatap Luhan, “Hyung, apa Sehun tidak masuk hari ini?” Tanyanya.

“Mm, aku tidak memperbolehkannya masuk sekalipun dia terus merengek, dia masih harus istirahat…” Jawab Luhan.

Jongin hanya mengangguk kecil kemudian kembali ke kegiatannya tadi, Luhan juga melakukan hal yang sama, Luhan kemudian melihat mobil Donghae yang memasuki area sekolah, Donghae memarkirkan mobilnya dan kemudian keluar, tapi tanpa sengaja dia menjatuhkan benda yang membuat Luhan menyipitkan matanya memastikan.

“Bukankah itu alat peretas?” Guman Luhan lirih.

“Eh? Apa yang hyung bilang barusan?” Tanya Jongin yang mendengar gumaman Luhan.

Luhan menatap Jongin dan tersenyum, “Bukan apa-apa, aku hanya mengatakan aku lapar…” Bohongnya.

“Oh…” Jongin hanya menganggukkan kepalanya mengerti, dia kemudian mengalihkan tatapannya lagi ke gerbang sekolah, tapi tiba-tiba matanya membulat, dia menepuk-nepuk Luhan tanpa melihatnya, Luhan pun menatap Jongin heran.

“Ada apa?”

“Luhan hyung, bukankah hyung bilang hari ini Sehun tidak masuk?” Tanya Jongin.

“Mm, wae?”

Jongin tidak menjawab, dia hanya menunjuk ke arah pintu gerbang dan Luhan mengikutinya, mata Luhan membulat lebar, “Astaga, Kim Sehun!!”

Sehun tersenyum lebar dan melambaikan tangannya kepada Jongin dan Luhan “Annyeong~”

-***-

-TBC-

Iklan

25 thoughts on “Promise and Responsibility Chapter 9

  1. aaa thro kenapa moment suho sama sehun jarang banget baru nemu, itu dalam rangka apa donghae sama yoona kerja sama mau bunuh sehun luhan aish.. jadi penasaran

    lanjut thor

  2. Astaga yoonhae itu kaxakx musuh ya lo’ diliat dr gelagatx wah pasti seru tp kenapa yoonhae jdi lawan kok ga’ dijadiin kawan aja thor….
    Wah napa sih daddy kris ga’ blang aja ke sehun lo’ dia itu daddyx kan kacian sehun ga’ tau apa2…
    Thor entar lanjutan ff hbis lbranx ff ini aja thor…dan saya jga ngucapin minal aidin walfaizin juga ya thor…selamat mudik dan hati2 dijalan.

  3. ih, sehunnya bandel banget sih…
    makin penasaran aja siapa sebenarnya
    donghae dan yoona itu…
    ditunggu kelanjutannya chingu.. ^^

  4. Donghae ama yoona itu sebenernya siapa sih thor,,, huft ini udh keskian klinya aku nanyain ,, hahah itu kok kris pake ngebohongin sehun sgala kalau dia itu pamannya sehun, bkan ayah kandungnya??
    Ckckckck itu sehun bandelnya kumat deh,, tau2 muncul disekolahan

  5. Aduhh sehun, kris itu bapak mu nak wkwk
    Yoona sama donghae, mereka siapa si sebenrnya?? Baik apa jahat sama keluarganya sehun?? Penasarannn!!!
    Di tunggu next chapter nya 😀

  6. sebenernya yoonhae itu siapa ? #OTPfavKu hahaha aku harap sih mreka baik sama HunHan .. sehun kan anaknya yoonHae masak jahat sama anak sendiri :O #efekFfHIOM

    yoonhae jadi musuh mreka yifan and fam juga gaapa sih asal ntar mreka berubah baik lagi 😀

    aku kasian sama suhoo u.u
    ntar harus kehilangam HunHan
    kuharap sih kris rela bagi anaknya satu buat suho 😀

    sehun kau keras kepala sekali uda tau sakit masih aja pergi kesekolah :s haduhhh

    eh iya ngomong2 ini ga ada romancenya kah ? hihihi

  7. penasaran sebenernya donghae sma yoona itu siapa?? jongin perhatian bgt sma kyungsoo jdi iri…
    sehun bandel di suruh istrht malah masuk sekolah..
    di tunggu next chapternya Cha…
    keep writing…

  8. Donghae itu anunya/? Igor Lewis ya?
    kudoakan pas mudik dibolehin bawa laptop biar dilanjutin terus
    maaf saya jadi sider tapi makasih udah dibolehin baca ^^

  9. Ping-balik: Promise and Resposibility Chapter 10 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s