Promise and Resposibility Chapter 10

PAR

Promise and Responsibility

Title : Promise and Responsibility

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Brotherhood, Friendship,Action.

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Oh Sehun as Kim Sehun.
  • Luhan as Kim Luhan.
  • Suho as Kim Suho.
  • Kai as Jung Jongin.
  • Kris as Kris Wu.
  • D.O as Do Kyungsoo.
  • Another EXO’s member.

Support cast:

  • Lee DongHae (Super Junior).
  • Im YoonA (Girls Generation).
  • Lee Jinki (SHINee).
  • Taeyeong (SMROOKIES).

-***-

A/N: Saya sendiri juga bingung kenapa saya cepet update epep yang ini padahal epep yang lain udah merana pengen di sentuh/?

Haha, anyway, saya cuma nurutin para readers untuk meneruskan epep ini karena epep ini paling tinggi rikuesannya buat di lanjutin, jadi yeah, here it is…

Oh iya, betewe hari ini ultah saya #sekedarpromosi #tapiwajibdiinget, jadi tolong kasih saya kado member EXO 12-12nya di bungkus terus di paketin ke rumah saya, tq.

Hahaha

But, be aware with typo(s) –”

Part before : 9

Happy reading :*

-***-

“Ya!! Kenapa kau masuk?? Luka jahitanmu bahkan belum kering dengan sempurna!! Memar di wajahmu juga masih belum hilang sepenuhnya!! Bagaimana kalau luka itu terbuka lagi?” Luhan memborbardir Sehun dengan berbagai macam ocehannya, Sehun hanya menanggapinya dengan menutup telinga.

“Ya!! Kim Sehun, kau ini-”

“Ahh hyung… Berhenti memarahiku, kau benar-benar seperti ahjumma” Potong Sehun cepat, dia mendengus, “Paman Kris memperbolehkanku masuk sekolah, dia sendiri yang tadi mengantarkanku kesini, dan hyung tenang saja, paman Kris mengatakan kalau dia akan menjagaku”

Mata Luhan membulat, “T-Tunggu, kau bilang Dad –ah, maksudku paman Kris mengantarkanmu ke sekolah? Apa dia tadi mengatakan sesuatu padamu?” Tanyanya penasaran.

Sehun memutar bola matanya mengingat, “Aku rasa tidak, paman Kris hanya memintaku bercerita tentang bagaimana hidupku selama ini…” Jawab Sehun.

“Oh…”

Jongin menghela nafas kecil, “Aku tidak mengerti dengan apa yang kalian bicarakan…” Gumannya sambil menatap kedua saudara itu bergantian.

Kedua kakak-adik itu pun menoleh dan baru mengingat kalau ada Jongin di samping mereka, Luhan langsung tersenyum kikuk, “Haha…” Luhan tertawa canggung, dia menepuk bahu Jongin dan menatapnya dengan tatapan yang membuat alis Jongin bertaut.

“Sudahlah, lupakan saja, oh iya, apa kau tidak masuk ke kelas?” Luhan mencoba mengalihkan perhatian, Jongin melihat ponselnya dan mengangguk.

“Mm, sebaiknya aku masuk ke kelas” Dia kemudian menatap Sehun yang hanya menatap ponsel Jongin dengan kening mengerut, “Kim Sehun, apa kau mau ke kelas bersamaku? Kelas kita ‘kan bersebelahan” Tawar Jongin.

Sehun mengerjapkan matanya beberapa kali dan menggeleng kecil, “Aniya, kau duluan saja, ada yang masih harus ku bicarakan dengan Luhan hyung” Tolak Sehun halus.

“Yasudah kalau begitu, aku ke kelas dulu” Ujarnya kemudian menepuk bahu Sehun dan membungkuk pada Luhan sejenak sebelum pergi.

Sehun mengawasi kepergian Jongin yang perlahan menghilang diantara banyaknya siswa yang berlalu lalang di koridor.

“Sehun-ah…”

Sehun menolehkan wajahnya ketika mendengar Luhan memanggil namanya, dia mengangkat alisnya dan memasang wajah ‘ada apa?’

Luhan menghela nafas kecil, “Kenapa kau memandangi Jongin seperti itu?”

Kali ini Sehun yang menghela nafas panjang, dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, “Hhhhh… Tidak ada hyung, ayo antarkan aku ke kelas, kau tau ‘kan para penggemarku pasti akan mengelili dan menghalangi jalanku, bagaimana kalau tanpa sengaja jahitan lukaku terbuka karena ulah mereka?”

Luhan berdecih, “Memangnya aku bodyguard pribadimu, heuh?”

Sehun menggeleng kecil dan mengerucutkan bibirnya imut, “Ani, Luhan hyung adalah kakak Kim Sehun yang paling hebat!!” Sehun berujar kekanakan, dia bahkan memberikan dua jempol tangannya kepada Luhan yang kini tertawa melihat tingkah kekanakan adiknya.

Luhan mengacak rambut Sehun gemas, “Arasseo, aku akan mengantarkan dan melindungimu dari serangan para penggemarmu yang semakin anarkis saja setiap harinya”

-***-

“Aku tau kau yang merencanakan penyerangan terhadap Kim Sehun, tuan Park…” Seorang laki-laki berkata dingin kepada Chanyeol yang kini hanya bisa menunduk.

Laki-laki itu memandangi Chanyeol yang masih setia menutup mulutnya, kedua tangannya yang bertaut dan peluh yang perlahan menetes di keningnya menunjukkan bahwa namja tinggi itu sedang gugup dan takut.

Laki-laki tadi menyeringai kecil, “Tuan Park, kau tidak perlu takut seperti itu, aku tidak akan mempermasalahkan hal yang telah berlalu…”

Chanyeol mendongakkan wajahnya menatap laki-laki yang sedari tadi bisa dibilang mengintrogasi dirinya, manik matanya menatap tepat kepada manik mata laki-laki tersebut, mata yang biasanya terasa teduh itu kini berubah tajam.

“Tuan Park…” Lagi-lagi laki-laki itu memanggil nama Chanyeol dengan sangat dingin.

“N-Ne?”

Laki-laki tadi kembali menyeringai kecil, “Tuan Park, karena kau yang merencanakan penyerangan terhadap Kim Sehun dan bisa di bilang itu lumayan berhasil, maka sekarang aku memberikan misi untukmu…” Ujarnya kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Chanyeol dan membisikkan sesuatu di sana.

Mata Chanyeol membulat lebar, namun dia hanya bisa diam.

-***-

Bel istirahat berdering dan para siswa mulai berhamburan keluar kelas, kebanyakan dari mereka berjalan menuju kantin untuk memberi makan cacing-cacing di perut mereka yang sudah merengek lapar, namun berbeda dengan Sehun, dia menuju kantin hanya untuk menemui kakaknya.

Sehun mengedarkan pandangannya dan tersenyum tipis ketika melihat kakaknya melambaikan tangan dan menyuruhnya untuk duduk di sampingnya, Sehun menurut.

“Kau ingin makan apa?” Tanya Luhan pelan.

Sehun menggeleng kecil, “Tidak ada hyung, aku tidak lapar”

“Yasudah, kalau begitu aku akan membelikan bubble tea saja untukmu, kau tunggu disini” Luhan pun beranjak dari tempat duduknya untuk membelikan Sehun bubble tea, bertepatan dengan itu, seorang pemuda jangkung duduk di depan meja Sehun dan memberikan Sehun senyum bodohnya.

Sehun mengerutkan kening bingung, “Senyummu terlihat begitu bodoh, Park Chanyeol” Ujar Sehun frontal, namun Chanyeol hanya menanggapinya dengan senyum lima jari yang malah membuat Sehun bergidik ngeri.

“Sebenarnya apa maumu? Kenapa kau tiba-tiba menghampiriku dan memberiku senyuman paling idiot yang pernah aku lihat selama aku hidup?”

Chanyeol masih tersenyum, pemuda jangkung itu seperti sama sekali tidak merasa terluka mendengar rentetan kalimat tajam yang keluar dari mulut seorang Kim Sehun, “Aku tidak mempunyai tujuan apa-apa, aku hanya ingin meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukan pembullyan terhadap siapapun lagi di sekolah ini”.

“Hah?” Luhan yang baru kembali dari membelikan bubble tea untuk Sehun langsung menatap Chanyeol dengan mata membulat tidak percaya, dia mendudukkan dirinya di samping Sehun dan memberikan bubble tea untuk adiknya dan kemudian kembali menatap Chanyeol, “Kau serius?”

Chanyeol mengangguk mantap, “Mm, aku serius, apalagi setelah aku mengetahui kalau Luhan sunbae dan Sehun adalah putra dari tuan Kim Suho aku rasa aku harus menghentikan apa yang aku lakukan dulu, aku menyadari kalau aku tidak ada apa-apanya dengan kalian berdua”

“Tck” Sehun berdecak, dia melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Chanyeol sinis, “Lalu seandainya kau tidak mengetahui siapa ayah kami kau pasti masih melakukan penindasan ‘kan?”

Chanyeol menggeleng cepat, “Tidak, bukan begitu, aku sendiri sadar kalau selama ini kelakuanku memang agak brutal, oleh sebab itu aku ingin berubah dan memulainya dari awal, dan sebagai pembuktian bahwa aku benar-benar berubah, aku bersedia menjadi pengawal pribadi kalian!” Ucapnya tegas.

Luhan tersenyum kecil, “Tidak perlu, kami sudah mempunyai banyak pengawal dan aku sudah cukup percaya dengan kesungguhanmu”

“Tapi sunbae-”

“Sudahlah, tidak perlu repot-repot menjadi pengawalku dan Luhan hyung, cukup buktikan kau tidak akan menindas murid lain lagi bagiku itu sudah cukup” Sehun memotong cepat ucapan Chanyeol.

Chanyeol mengalihkan tatapannya kepada Sehun, terlihat ada raut kekecewaan di sana dan kali ini Chanyeol menatap Sehun dengan tatapan memelas, “Ayolah~ Aku benar-benar ingin selalu berada di dekat kalian…”

Sehun memutar bola matanya malas, dia sedikit bergidik melihat Chanyeol yang kini melakukan aegyo bbuing-bbuing demi merayunya, oh ayolah… Seorang preman sekolah sekarang melakukan aegyo dan di depan para murid lain tanpa merasa malu, kemana Park Chanyeol yang terkenal beringas dulu?”

Lain Sehun lain Luhan, namja bermata rusa itu malah terkikik geli melihat tingkah konyol Chanyeol, dia bahkan memegangi perutnya karena terlalu banyak tertawa dan akhirnya menghentikan tawanya dengan menepuk bahu Chanyeol, “Chanyeol-ssi, sudah cukup hentikan aegyo-mu itu, kalau kau ingin selalu bersama kami cukup menjadi teman kami, tidak perlu menjadi pengawal”

Kedua bola mata Chanyeol seketika berbinar cerah, “Benarkah? Bolehkah aku menjadi teman sunbae dan Sehun?”

Luhan mengangguk, “Dan cukup panggil aku hyung, aku sedikit risih jika ada yang memanggilku dengan embel-embel sunbae”

“Siap hyung!!” Chanyeol berpose hormat, sekali lagi tingkahnya ini membuat Sehun memutar bola matanya malas.

Chanyeol masih memasang senyum lima jarinya kemudian pamit meninggalkan kedua kakak beradik yang masih heran dengan perubahan Chanyeol namun dengan reaksi yang berbeda, Luhan yang kembali tertawa, sedangkan Sehun yang masih setia dengan ekspresi datarnya.

-***-

Chanyeol berjalan menuju gedung sekolah yang masih dalam tahap pembangunan, disana sudah ada seseorang yang menunggunya dan memberikan senyuman –yang lebih terlihat sebagai seringaian- ketika melihat kedatangan Chanyeol.

“Bagaimana tugas pertamamu tuan Park?” Tanyanya tanpa basa-basi.

“Aku sudah berhasil mendekati mereka”

Seseorang itu kembali menyeringai, “Bagus, sekarang kau hanya tinggal melaksanakan tugasmu sembari menunggu aku memberikan perintah selanjutnya, kau tau apa resikonya jika melanggar bukan?” Ujarnya dingin dan sarat akan ancaman.

“Aku mengerti…” Chanyeol berujar pasrah, dia terlalu takut dengan ancaman seseorang yang ada di depannya ini.

“Bagus, kau memang orang yang bisa diandalkan”

-***-

Yoona berkutat dengan beberapa berkas yang ada di mejanya hingga tidak menyadari jika Donghae datang dan mendudukkan dirinya di sofa, wajah cantiknya terlihat begitu serius mengamati apa yang ada di dalam berkas-berkas tersebut.

“Yoong…”

Yoona menghentikan aktivitasnya dan melihat Donghae yang kini tersenyum kepadanya, “Oppa, sejak kapan kau ada disini?”

“Baru saja” Donghae beranjak dari tempat duduknya dan mendekati Yoona yang hanya mengamati pergerakan Donghae, Donghae duduk di meja Yoona dan mengacak rambut Yoona gemas, “Jangan bekerja terlalu keras, aku tidak ingin melihatmu sakit” Ujar Donghae pelan, dia mencubit hidung Yoona dan hanya dibalas dengusan kecil dari wanita cantik tersebut.

“Kau tau aku ingin segera mengakhiri semua ini… Aku tidak bisa menyia-nyiakan waktuku terlebih setelah mengetahui bahwa yang aku cari nyatanya ada di dekatku, aku harus menyusun strategi dengan sangat matang jika aku ingin menang di perang ini…”

Donghae tersenyum lembut, dia kembali mengacak-acak rambut Yoona gemas, “Kita akan memenangkannya Yoong, aku berjanji, dan berhentilah menyusun strategi sendiri, apa kau lupa jika kau memilikiku?”

Yoona berdecih, namun rona merah yang ada dipipinya tidak bisa di sembunyikan, Yoona menatap Donghae dan memberikan senyum termanisnya sebelum memeluk namja-nya itu, “Thank you, Aiden!”

-***-

Kyungsoo merasa bosan karena sedari tadi dia hanya berbaring di atas kasur lipatnya, namja mungil itu akhirnya memutuskan untuk bangkit dan menuju tumpukan kardus yang ada di sudut ruangan, dia mengambil salah satu kardus dan mulai membongkar isinya.

Gerakan tangannya berhenti ketika melihat sesuatu yang dicarinya telah ia temukan, tangan mungilnya mengambil benda itu dan menatapnya dalam, kedua sudut bibirnya sedikit tertarik membentuk sebuah senyuman, namun bukan senyuman yang menyiratkan kebahagiaan, tapi menyiratkan rasa sakit yang dalam.

Air mata perlahan menggenang di pelupuk mata bulat Kyungsoo namun enggan untuk mengalir, Kyungsoo pun segera mengusap air matanya itu dan mencoba memaksakan senyumnya, Kyungsoo kembali menatap benda itu, sebuah foto di mana ia sedang berada di gendongan ayahnya dan keduanya terlihat sangat bahagia, terbukti dengan senyum lebar yang yang menghiasi wajah ayah dan anak itu.

“Appa… Salahkah aku jika aku mempunyai dendam kepada pembunuhmu?” Bibir Kyungsoo bergetar, air mata itu kembali menggenang dan kali ini air mata itu lolos begitu saja dari mata bulat Kyungsoo.

-***-

Bel pulang sekolah berbunyi saat jam menunjukkan pukul 16:00 KST, Luhan langsung menghampiri kelas Sehun karena Kris mengiriminya pesan untuk menjaga adiknya dan dirinya juga sudah menunggu di gerbang sekolah untuk menjemput mereka, Luhan sangat bahagia dengan hal itu, sangat bahagia karena mimpinya untuk di jemput ayah kandungnya di sekolah akan terwujud sebentar lagi.

“Sehunie!” Luhan melambaikan tangannya ketika melihat sosok menjulang adiknya di antara murid-murid lain, Sehun menoleh dan tersenyum tipis.

Luhan menghampiri adiknya dan langsung menarik tangan Sehun tanpa mengatakan apapun, Sehun sama sekali tidak protes karena Sehun memang sudah terbiasa dengan perlakuan Luhan yang seperti ini kepadanya.

Sehun membulatkan matanya ketika melihat mobil yang sangat di kenalnya ada di depan gerbang, apalagi ketika melihat sosok tinggi menjulang yang memakai kaca mata hitam keluar dari mobil tersebut dan melemparkan senyum manis kepadanya –tentu untuk kakaknya juga, untuk sejenak dia mematung.

Luhan membalikkan badannya menghadap Sehun, dia menatap Sehun dengan alis bertaut, “Ada apa, Sehunie?”

Sehun hanya diam, dia hanya mengamati sosok tinggi itu –Kris, yang berjalan lurus ke arahnya dan Luhan.

Hey kids, aku datang menjemput kalian” Ujar Kris yang juga dengan cool-nya melepas kaca mata hitam yang menutupi mata elangnya.

Sehun masih membeku, Kris pun sedikit terkekeh melihat anak bungsunya dan langsung mengacak rambut jamur Sehun gemas, “Kenapa kau menatapku seperti itu, Sehunie?”

Sehun menatap Kris datar, “Appa mati-matian menyembunyikan identitas kami dan sekarang kau malah melakukan hal yang berpotensi untuk menguak siapa kami sebenarnya” Sehun berkata lirih.

‘Maaf, tapi aku hanya ingin melakukan hal kecil yang seharusnya dilakukan seorang ayah kepada anaknya…’, Kris membatin.

Kris menghela nafas kecil dan tersenyum tipis, “Identitas kalian tidak akan terbongkar dan kalian akan aman, kau tidak perlu khawatir…”

Sehun malah menatap Kris dengan tajam, “Aku tidak mempermaslahkan jika identitasku dan kakakku terbongkar, yang aku permasalahkan adalah… Bagaimana mungkin kau menghianati sahabatmu dengan melakukan hal ini? Kau pasti sangat tau kalau Appa berusaha menyembunyikan kami bukan? Kenapa kau malah membuka jalan untuk musuh-musuh Appa menemukan aku dan Luhan? Itu sama saja kau menghianatinya!!!”

“Sehun-ah” Luhan mencengkram lengan baju Sehun, Sehun mengalihkan tatapannya kepada Luhan yang kini menatapnya tajam, “Jangan menuduh paman Kris sembarangan, kau itu tidak tau apa-apa!”

Sehun terhenyak, seumur hidupnya ini adalah pertama kalinya Luhan membentaknya, “H-hyung… Kenapa kau membentakku?”

Luhan masih menatap Sehun kesal, “Sehun-ah, kau itu tidak tau kalau-”

“Luhan, cukup” Kris memotong kalimat Luhan, dia menghela nafas panjangnya, “Oke, aku mengakui tindakan cerobohku dan aku berjanji aku tidak akan mengulanginya, akan ku pastikan identitas kalian tidak akan terbongkar, aku juga akan menambahkan pengawalan dua kali lipat kepada kalian, sudah cukup?” Kris mencoba melerai perdebatan kecil antara Luhan dan Sehun, namun kedua anaknya itu hanya diam dan malah saling membuang muka satu sama lain.

Kris memijat keningnya yang tiba-tiba terasa berkedut, dia menyadari bahwa kedua anaknya itu mewarisi sifat keras kepalanya, dalam hati dia meruntuki dirinya sendiri karena menurunkan sifat itu, kenapa bukan sifat Seohyun yang suka mengalah saja yang di wariskan kepada keduanya?

Kris berinisiatif untuk menggenggam kedua tangan anaknya dan langsung menyeret mereka ke mobil walaupun ada sedikit perlawanan kecil dari mereka, setelah berhasil membuat kedua anaknya masuk ke dalam mobil, Kris pun menghela nafas lega dan menyuruh supir pribadinya untuk segera menuju rumah bukit.

Tanpa kertiga orang itu sadari, sebenarnya sedari tadi ada yang mengawasi mereka ketika mereka bercakap-cakap di sekolah, orang itu menyembunyikan dirinya di balik pohon dan keluar ketika melihat ketiga orang itu telah pergi, dia menyeringai lebar.

“Sepertinya aku tidak perlu bersusah payah lagi, kau telah menggali kuburanmu sekaligus kedua anakmu sendiri, Mr. Wu…”

-***-

-TBC-

Iklan

27 thoughts on “Promise and Resposibility Chapter 10

  1. Pertama saya ucapkn saengil chukae uri acha semoga kreasi ffx lbih bangus dan hebat lagi dan semoga pjng umur.
    Kedua, itu siapa yg bicara sma tuyeol tp lo’ diliat dr mata teduhx pasti donghae ya…? Donghae kok jahat sih..thor?
    Itu lagi kyungsoo dendam sm siapa jgn bilang ama kris family ya…awas lo’ sampai iya q gantung author entar….

  2. wah.. seangil chukha hamnida chingu… semoga sukses selalu…
    itu siapa yang memperalat chanyeol, jangan-jangan donghae??
    aish, makin penasaran aja..
    ditunggu next chapternya chingu… ^^

  3. Yuhuuu saengil chukkae thor.. makin smngat nulis ffnya yaa.. ntar sya kirimin 11 paket member exo ke author krna yg satunya yaitu sehun buat saya.. hehehe

    sumpah itu siapa sih yg mau berniat mencelakai sehun dn keluarganya.
    terlalu bnget
    trus itu yg nyuruh chanyeol siapa thor?
    trus yg bnuh appa nya kyungsoo siapa.
    ff author pnuh dngan misteri .. oke deh thor kkanjutannya saya tunggu

  4. Happy birthday author wish you all the best y….tu musuh2 ny msh pd sembunyi2 jd penasaran siapa sebenarnya mereka dn apa tujuan mereka sbnrnya…d tunggu part slnjtny..fighting

  5. u.u ini epep banyak banget misterinya :’
    dan dikepalaku ada bnyak pertanyaan ..
    dari identitas yoonhae , yg nyuruh chanyeol , yg sembunyi di blakang pohon , maksud perkataan donghae tentang perang , dll 😀

    oh yaa saengil chukae hamnida author ^^ #nyanyiBarengHaeHunHan

  6. pertama qw mau ngmong…. saengil chukae …kedua qw mau ngmong ffnya seru bget.. qw penasaran yang kasih misi sma chanyoel itu siapa??? sebenarnya kyungsoo itu siapa???? semoga chapter selanjutnya cpet di update ya cha…….

  7. hi author acha (*aku gak tau berapa umur kamu jadi aku pangil chingu aja ya)
    aku newbie baru bca Fanfic kamu aku paling suka sama History of mama dan sekarang lagi suka sama promise and responsibility.
    (dan dua-duanya belum update lagi #nangiskejer)
    aku gak mau jadi reader yang egois dengan maksa chingu buat update secepatnya (*tapi kalau gak keberatan bisa gak secepatnya update) #ditimpuk
    eh iya belum nyebutin nama ya … hehehe 🙂 (*kemana aja)
    perkenalkan aku icah (*namanya mirip-mirip dikit *kkkkk )
    di tunggu next updatenya hehehe 🙂
    kamshamnida……

    • Hai Icaahhh *lambai – lambai*, oke, sebelumnya saya minta maap klo ga apdet di karenakan saya sibuk sekali, dan juga leptopnya lagi rusak, muupkeun yeah, diusahakan bakalan apdet kok nanti 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s