[One-Shoot] – 100

100

100

Title : 100

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Friendship.

Lenght : One-Shoot.

Cast :

  • All EXO Member (KrisHo centered).

-***-

“When destiny forgets to tie some people in blood relation, it corrects it’s mistake by making them true friend…”

-***-

A/N:

I just strongly recommended to you to read this fiction, don’t ask me why but just read this entire story instead, and u’ll found out the reason(s).

-***-

-South Korea, 06 April 2012.

Tidak ada yang tau jika boyband yang berisi dua belas member yang nantinya akan debut pada tanggal 8 April itu akan menjadi trend baru di dunia Korean Wave, kedua belas member yang masih malu-malu memperkenalkan diri mereka di public itu hari ini melakukan debut showcase mereka, dua belas orang yang nantinya di bagi menjadi dua team yang akan berpromosi di dua negara yang berbeda, China dan Korea, walaupun mereka menjadi dua team dan terdiri atas orang-orang yang mempunyai kewarganegaraan yang berbeda, namun jika kedua belas orang itu sedang bersama, mereka akan menjadi sebuah keluarga besar yang bernaung di bawah nama ‘EXO’.

Hari itu sebelum naik ke panggung showcase mereka, sang leader, Kris dan Suho memberikan kata-kata penyemangat dan menenangkan anggotanya agar tidak gugup, sebagai sosok yang berperan sebagai ‘ayah dan ibu’ di team, mereka mempunyai tekanan yang lebih besar di banding yang lain dan tentu saja mereka lebih mengkhawatirkan anggota mereka di banding dengan diri mereka sendiri.

Suho tampak menggigit bibir bawahnya ketika waktu untuk tampil mereka tinggal lima belas menit lagi, tidak bisa ia pungkiri jika dia benar-benar gugup, apalagi statusnya sebagai leader dari team yang akan berpromosi di Korea, dia takut jika nanti anggotanya nanti akan melakukan kesalahan, di tambah dengan showcase mereka kali ini yang ada Korea membuatnya mempunyai tanggung jawab untuk berbicara lebih banyak ketika talk-session nanti.

Suho sedikit berjingkit ketika merasakan sebuah tangan menepuk bahunya dan membuatnya menoleh, “Yifan? Ada apa?”

Kris tersenyum lembut kepada Suho dan sedikit mengacak rambutnya –tapi tetap berhati-hati agar tidak merusak tatanannya-, “Biasakan untuk memanggilku Kris, apa kau lupa jika hari ini kita akan melakukan debut showcase, Junmyeonie?”

“Tch” Suho berdecih sambil tersenyum kecil, “Kau juga sebaiknya berhenti memanggilku dengan ‘Junmyeonie’, Kris-ssi”

Kris sedikit mengerucutkan bibirnya, “Bagaimana kalau aku tidak mau? Aku lebih suka memanggilmu ‘Junmyeonie’ karena menurutku itu terdengar lebih cute” Ujarnya menggoda Suho.

“Sialan, kau!” Suho sedikit memukul Kris dan Kris berpura-pura mengatakan bahwa pukulan Suho itu sakit, membuat Suho terkekeh kecil dengan tingkah laku teman Kanada-nya itu.

Seulas senyuman tipis terukir di wajah tampan Kris melihat Suho yang terkekeh, “Bagaimana, apa kau sudah tidak gugup lagi?” Kris bertanya.

Suho membulatkan matanya ketika baru menyadari jika sahabatnya itu menggodanya agar kegugupannya hilang, Suho pun tersenyum manis dan mengangguk, “Mm, gomawo…”

Kris kembali tersenyum, dia menepuk-nepuk bahu Suho lagi, dia kemudian menolehkan wajahnya dan mendapati Chanyeol yang tertidur pulas di depan meja rias, dia menggelengkan kepalanya kemudian berjalan mendekati Chanyeol dan membangunkannya pelan.

“Chanyeol, Chanyeol! Bangunlah, sebentar lagi kita akan tampil!” Kris sedikit meninggikan suaranya, dan berhasil, Chanyeol membuka bola matanya dan seperti orang kelagapan karena baru menyadari dia melakukan kesalahan.

“Oh?? Ya ampun, bagaimana ini? Yifan hyung, apa aku telat? Apa aku mengacaukan debut kita?”

Kris terkekeh, dia menggeleng kemudian menarik namja yang tingginya hampir sama dengan dirinya itu agar berdiri, dia mengamati penampilan Chanyeol dari atas sampai bawah kemudian sedikit menata rambut Chanyeol yang memang terlihat sedikit kacau karena dia tertidur tadi, setelah di rasa cukup, Kris pun menepuk bahu Chanyeol dan memberikan jempolnya untuk Chanyeol, “Good, kau sudah lebih baik sekarang, bersiaplah sebentar lagi kita tampil!”

“Ne, hyung!!”

Debut Showcase itu berlangsung dengan sukses, kedua belas member yang berada di bawah nama EXO itu kini sedang bersama-sama di dalam dorm EXO-K setelah perusahaan mereka mengajak mereka untuk makan malam, kedua belas orang itu duduk melingkar di ruang tamu dengan lilin yang ada di tengah-tengah dan lampu yang di matikan, mereka saling memegang tangan satu sama lain dengan erat, berharap genggaman itu bisa mengeratkan persahabatan yang terjalin antara mereka sejak sebelum debut bisa terus selamanya.

“Tadi kita telah melaksanakan debut showcase kita di Korea dan besok adalah debut showcase kita di China, negara asal empat member kita, sekalipun kita berasal dari negara yang berbeda dan sedikit mengalami kesulitan bahasa di awal pertemuan kita, tapi aku sangat berharap kerja sama tim kita akan terus lebih baik ke depannya dan kita akan terus bersama selamanya di bawah nama EXO, saling menyayangi satu sama lain bukan hanya sebagai teman atau orang yang berada dalam tim yang sama, tapi saling menyayangi satu sama lain layaknya saudara dan keluarga… EXO saranghaja!”

Suho menggenggam tangan Kris dan Lay yang ada di kanan-kirinya setelah menyelesaikan kalimatnya, begitupun yang lain, mereka saling menggenggam dan mengeratkan tangan satu sama lain, memperat hati mereka untuk menganggap satu sama lain sebagai sahabat, saudara dan keluarga, dan beberapa tetes air mata yang mengalir malam itu bukanlah air mata kesedihan, melainkan air mata yang mengalir karena rasa syukur, syukur atas terkabulkannya apa yang mereka harapkan selama ini.

-***-

-South Korea & China, 08 April 2012.

Grup kembar itu melakukan debut bersamaan di negara yang berbeda, EXO-K yang melakukan debutnya di negara asal mereka, Korea Selatan, sedangkan EXO-M yang melakukan debut mereka di negara asal empat member mereka, China.

Hari ini, mereka kembali meneteskan air mata bahagia sekaligus syukur di belakang panggung, segala air mata, tawa, serta keringat yang mereka habiskan selama ini tidak sia-sia, akhirnya mereka bisa merasakan bagaimana rasanya debut, berdiri di atas panggung dengan fans yang mengelu-elukan nama mereka, sungguh membuat segala lelah mereka akhirnya sirna.

-***-

-07 May 2012

Hari ini member EXO-K di undang sebagai bintang tamu di Sukira, radio milik sunbae se-label mereka, Super Junior. Member EXO-K terlihat begitu senang dan ceria karena kedua DJ, -Ryeowook dan Sungmin- yang terus mengajak mereka bercanda.

“Suho-ssi” Tiba-tiba Sungmin memanggil Suho dan membuat Suho sedikit kaget.

“N-ne?”

“EXO-M leader itu Kris, ‘kan?”

“Ne? Waeyo?”

“Kris-ssi mengirimkan pesan, bisakah kau membacakannya?” Pinta Sungmin yang langsung di sambut senyuman sumringah dari Suho.

“Ne” Suho pun langsung mendekatkan dirinya ke layar monitor yang ada di depan Kai dan membaca pesan yang di kirimkan oleh sahabatnya itu, “A-yo!” Suho sedikit terkikik membaca awal pesan yang dikirimkan Kris, di tambah dia bukanlah seorang yang pantas mengucapkan kata ‘A-yo’ –karena posisinya di team adalah vocal, bukan rapper- tidak seperti Chanyeol.

Setelah menahan tawanya beberapa saat, Suho pun melanjutkan kegiatannya membaca pesan yang dikirimkan oleh Kris, “A-yo! Saya adalah EXO-M leader, Kris, apakah memberku di sana melakukannya (siaran radio) dengan baik? Disisni M member mendengarkan dan mengawasi kalian, fighting!”

Suho makin tersenyum setelah membaca pesan singkat dari sahabatnya itu, ada rasa bangga sekaligus bahagia dalam hatinya saat ini, terlebih ketika Ryeowook dan Sungmin terus memberikan pujian kepada sahabatnya itu, bukan hanya kepada sahabatnya sebenarnya, tapi member M yang lain.

‘Aku benar-benar menyayangimu, terima kasih Kris…’

-***-

Suho sangat merindukan membernya yang melakukan promosi di China, tiap hari dia dan Kris akan saling berhubungan untuk menceritakan apa saja yang di lakukan tim mereka masing-masing, seperti hari ini, Suho berada di veranda dormnya untuk menelpon sahabat Kanadanya itu.

“Bagaimana kegiatanmu hari ini, Kris?”

“Cukup menyenangkan, yeah, walaupun kami jadi kekurangan tidur, tapi kau tenang saja, kami baik-baik saja, oh iya, ku dengar demo lagu kita untuk comeback depan bocor ya?”

“Mm, demonya bocor, dan kemungkinan perusahaan akan mengundur jadwal comeback kita nantinya”

Kris terdengar menghela nafas panjang dari sebrang, “Ya sudahlah, lagi pula ada sisi positifnya kalau comeback kita di undur, anak-anak akan mendapat waktu yang lebih banyak untuk istirahat, aku kasihan dengan mereka yang terus berlatih, terutama Yixing, Jongin dan Sehunie…”

“Kau benar, menjadi seseorang yang berada di posisi dancer memang mempunyai beban dua kali lipat dalam perform, oh iya, ngomong-ngomong kapan kau kembali ke Korea? Bukankah kita harus berlatih bersama untuk persiapan MAMA 2012?”

“Youngman hyung mengatakan kita akan kembali dua hari lagi… Ah… Aku benar-benar merindukan K member”

Suho sedikit terkekeh, “Ya sudah kalau begitu, lebih baik kau sekarang istirahat, kau ada acara lagi ‘kan setelah ini?”

“Mm, kalau begitu aku tutup teleponnya, bye!”

“Mm…”

-***-

-South Korea, 21 May 2013.

Suho terlihat begitu lesu dengan wajah yang sedikit pucat, latihan untuk comeback mereka minggu depan memang sedikit menguras tenaganya, apalagi dia mendapatkan part sliding yang membuat kakinya sedikit banyak mendapatkan luka saat latihan.

Kris yang melihat sahabatnya yang kelelahan itu berinisiatif memberikan botol air minum yang di terima Suho dengan senyum yang sedikit dipaksakannya, Kris sangat tau itu, dia pun mendudukkan dirinya di samping Suho dan menghela nafas panjang.

“Apa lututmu baik-baik saja?”

Suho mengangguk pelan, “Mm, aku baik-baik saja, kau tidak perlu mengkhawatirkanku”

Kris menegapkan tubuhnya dan merangkul Suho dari samping, “Kau tidak pandai berbohong kepadaku Suho, kalau kau tidak baik-baik saja sebaiknya kita istirahat saja dulu, lagi pula dongsaeng-dongsaeng yang lain juga sepertinya sama lelahnya dengan dirimu…”

Suho tersenyum tipis, “Kau sangat pengertian, Kris…”

Kris meonoleh menatap Suho, “Kau baru tau kalau aku ini adalah orang yang pengertian? Kemana saja kau selama ini?”

Akhirnya tawa Suho lepas, dia memukul Kris pelan dan Kris pun ikut tertawa bersamanya, persahabatan antara dua leader itu memang sangat indah.

“Ah!” Kris tiba-tiba menghentikan tawanya karena teringat sesuatu.

Suho menautkan alisnya bingung, “Ada apa?”

Kris tidak menjawab pertanyaan Suho, dia hanya menepuk tangannya mengisyaratkan membernya yang lain untuk berkumpul di depannya, para member pun menurut dan duduk di depan leader mereka.

“Ada apa, hyung?” Baekhyun, member yang hobi memakai eyeliner itu bertanya.

“Aku baru ingat jika manager hyung mengatakan kepadaku untuk menggunakan angka untuk kostum comeback kita nanti”

“Angka? Semacam kostum pemain sepak bola, begitu?” Kali ini Chen yang bertanya dan Kris menjawabnya dengan sebuah anggukan.

“Yep, tapi angkanya harus sama, manager mengatakan kalau kita bisa menggunakan angka favorite kita saat kita merilis album repackaged, tapi untuk Wolf kita akan menggunakan angka yang sama, apa kalian punya ide angka berapa yang akan kita gunakan?”

Seluruh member terlihat berfikir, begitu pula Kris.

“Bagaimana dengan 1? Itu maksudnya kita adalah boyband nomer 1!” Tao bersemangat memberikan usulnya.

“Tidak buruk, tapi aku rasa kurang unik” Luhan menanggapi, dia kemudian menatap Kris hendak memberi usul, “Bagaimana kalau 7?”

“7? Kenapa 7? Xiumin bertanya sekaligus mewakili yang lain.

“Entahlah, aku hanya menyukai nomerr 7”

“Bilang saja kau ingin menyamakan nomer kostum kita seperti nomer punggung David Beckam hyung” Cibir D.O yang hanya di tanggapi kekehan kecil dari Luhan.

“Ah! Bagaimana kalau 88?” Kris memberi usulan yang sedikit membuat membernya tersentak.

“88? Kenapa kau memilih 88?” Suho bertanya.

“8 adalah angka yang tidak pernah putus dan aku pernah ingat Mama mengatakan kalau 8 adalah keberuntungan, dan maksudku menggunakan dua angka 8 adalah karena tiap satu angka 8 mempunyai arti masing-masing, angka 8 pertama berarti persahabatan kita tidak akan pernah putus dan angka 8 kedua berarti keberuntungan, bagaimana?”

Senyuman malaikat terukir di wajah Suho, dia memberikan jempolnya kepada Kris tanda bahwa dia menyetujuinya, begitupun member lain, mereka juga menyetujui usul Kris.

11:30 PM.

Malam itu Suho pulang lebih dahulu ke dorm karena Kris memaksanya, Kris tau kalau sahabatnya itu sedang tidak baik-baik saja, dan Suho pun lebih memilih untuk menuruti perkataan Kris dari pada berdebat dengannya.

Sampai di dorm, Suho langsung menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dengan air hangat, berharap lelahnya sedikit hilang setelah dia mandi, Suho sedikit terperanjat ketika keluar dari kamar mandi dorm dalam keadaan gelap, dia kembali menilik ke dalam kamar mandi namun lampu kamar mandi menyala, dengan perasaan takut Suho berjalan sedikit berjinjit menuju kamarnya.

“AAAAAAA!!!!” Suho berteriak ketika di balik pintunya dia mendapati sosok tinggi dengan kue dan lilin di tangannya, tunggu, kue dan lilin? Suho yang tadi menutup mata kini mencoba membuka matanya perlahan dan ekspresinya langsung berubah kesal ketika mendapati Kris sedang menahan tawanya.

“Ya!! Kau menakutiku Wu Yi Fan!!” Teriaknya yang malah membuat Kris terbahak.

“Hahaha, mian, tapi aku hanya ingin memberikan kejutan untukmu, aku benar-benar tidak bermaksud menakutimu, Saengil Chukkae Junmyeonie~” Jelasnya masih berusaha menahan tawa.

Suho pun tersenyum ketika mendengar Kris memanggilnya dengan nama aslinya sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya, dia menatap kue yang di bawa Kris sebelum kembali menatap namja tinggi itu, “Gomawo”

Suho pun mengalihkan tatapannya ke arah jam dinding dan senyumannya makin lebar, “Kau tau Kris, kau memberikanku ucapan selamat ulang tahun tepat pada jam dua belas malam”

Kris pun mengikuti arah pandangan Suho dan ikut tersenyum, “Aw, itu hal yang sangat membanggakan!” Serunya kemudian kembali menatap Suho, “Mengucapkan selamat ulang tahun kepada seorang sahabat tepat pada pergantian hari mungkin akan menjadi salah satu hal yang tidak akan pernah ku lupakan, oh iya, cepat kau tiup lilinnya!”

Suho kembali tersenyum dan menuruti perintah Kris, dia membuat permintaan terlebih dahulu sebelumnya kemudian meniup lilinnya, Suho sedikit mengerutkan keningnya ketika Kris meletakkan kuenya di meja, dia hanya mengamati pergerakan Kris yang tiba-tiba memeluknya erat, “Saengil chukkae, nae chingu!”

Suho pun membalas pelukan Kris dengan erat, entah apa yang membuat air matanya mengalir malam itu, yang jelas dia sangat bahagia karena tuhan telah sangat berbaik hati memberikan dirinya seorang sahabat sekaligus patner yang selalu mengerti dan menyayangi dirinya.

“Huaaaaa!!! Suho hyung!! Saengil chukkae!!” Teriakan dari para member yang tiba-tiba masuk dan membuat rusuh dorm membuat pelukan antara Suho dan Kris terlepas, para member kemudian memeluk Suho satu persatu dan mengadakan pesta kecil-kecilan untuk leader mereka.

-***-

-30 May 2013.

Hari ini merupakan hari pertama EXO akan melakukan promosi sebagai satu team dengan dua belas member, mereka mengawali comeback mereka di M! Countdown yang di sambut dengan antusias yang tidak main-main dari fans yang lelah menunggu mereka comeback lebih dari satu tahun.

Mereka kemudian melanjutkan promosi mereka dengan menjadi bintang tamu Sukira yang kali ini hanya memiliki satu DJ, -Ryeowook, popularitas mereka yang bisa dibilang melejit mulai dari ketika mereka mengumumkan comeback terbukti dengan membuat server Sukira down karena terlalu banyak fans yang melakukan live-streaming sehingga banyak orang yang menyebutnya ‘EXO-effect’, sebagian yang lain lebih suka menyebutnya dengan ‘EXO-syndrome’.

Suho sangat merasakan perbedaan ketika dia mengunjungi Sukira pertama kali dengan sekarang, bersama dengan seluruh membernya, dia merasa… Lebih hangat? Entahlah, yang jelas dia merasa sangat bahagia bisa bersama dengan seluruh membernya, apalagi ketika dia di daulat untuk menuliskan surat untuk membernya yang sukses membuat si kecil Sehun menangis, dia benar-benar bisa merasakan kasih sayang yang besar disana, maknae-nya itu memang orang yang sulit mengekspresikan dirinya, bukan hanya Sehun sebenarnya, tapi Luhan, Xiumin, Kai, D.O dan Kris juga masuk ke dalam list member EXO yang sulit mengekspresikan apa yang ada di dalam hati mereka, tapi meskipun begitu, Suho sangat tau jika orang-orang itu adalah orang-orang yang memiliki kasih sayang yang begitu tulus untuk yang lain.

-***-

-14 June 2013.

“Suho!! Suho!! Dimana Suho??” Kris tergesa-gesa mencari keberadaan Suho, dia sudah mencari di ruang tunggu namun sahabatnya itu belum juga di temukannya.

“Kris, aku tadi melihatnya ke kamar mandi!” Ujar Lay yang langsung di sahuti ucapan terima kasih dari Kris yang kemudian melesat mencari Suho.

“Suho!! Suho!!”

Suho menolehkan wajahnya ketika mendengar suara baritone Kris memanggil namanya, dia bisa melihat Kris yang tergesa-gesa masuk dan berlari menghampirinya.

“Ada apa, Kris?”

“Suho!! Kita dinominasikan untuk posisi satu minggu ini!!” Ujarnya antusias, Suho pun membulatkan matanya tidak percaya.

“Kau serius??”

Kris mengangguk cepat, “Mm, dan lawan kita adalah Cho Young Pil sunbaenim”

Seketika ekspresi Suho langsung berubah lemas, dia menundukkan wajahnya dan menghela nafas panjang, “Lawan kita sangat berat…”

Kris segera merangkul sahabatnya dan memaksanya untuk menatap wajahnya, “Mana sahabatku yang pantang menyerah dan selalu berfikir positif, huh? Kau bukan Suho, kau pasti Kim Junmyeon, Suho yang aku kenal tidak seperti ini” Ujar Kris sedikit mencibir.

Suho tersenyum mendengar cibiran Kris yang di tujukan untuknya, sesaat kemudian dia mengangkat kedua tangannya dan mengepalkannya kuat, “Kau benar, Kris! Aku tidak seharusnya pesimis, fighting!!”

Kris tersenyum lebar dan mengeratkan rangkulannya kepada Suho, “Itu baru sahabatku!”

“Dan posisi satu untuk minggu ini adalah…”

Semuanya terasa begitu lambat ketika angka-angka itu sedang berkalkulatif dan membuat jantung para member EXO berdebar tak karuan.

“EXO!!! Chukkahamida!!”

Antara percaya dan tidak, para member EXO bingung bagaimana harus berekspresi, sebagian dari mereka masih mengangakan mulutnya tidak percaya, sebagian lagi tersenyum bahagia dengan air mata yang menggenang haru, dan untuk leader Suho, dia yang bertugas untuk mengucapkan pidato kemenangan juga bingung bagaimana harus berekspresi, dia ingin menangis namun dia memaksakan diri untuk tersenyum, dan akhirnya menyebabkan wajahnya terlihat aneh, para fans yang awalnya menangis juga bingung bagaimana harus berekspresi sekarang, mereka terharu sekaligus ingin mentertawakan Suho yang terlihat aneh.

Sedangkan para member EXO yang menyadari betapa Suho terlihat aneh dengan tangisannya perlahan berbisik di telinga Suho.

“Hyung, jangan menangis, kau terlihat sangat jelek” –Tao.

“Hyung, aku mohon hentikan tangisanmu, kau benar-benar terlihat jelek” –Baekhyun.

“Hyung, aku tau kau terharu dengan kemenangan ini tapi hentikanlah tangisanmu yang bahkan tidak mengeluarkan air mata sama sekali itu” –Chanyeol.

“Hyung, aku benar-benar ingin menyembunyikan wajahmu” –Chen.

“Kau menangis atau tertawa?” –Luhan.

“Suho hyung benar-benar membuatku malu” –Sehun.

-***-

-06 July 2013.

Happy Camp merupakan acara yang wajib di datangi EXO ketika mereka melakukan promosi, begitupun kali ini, dan di acara ini adalah pertama kalinya mereka mengetahui sisi lain dari ‘Papa’ mereka –Kris- yang ternyata konyol dan mungkin bisa dibilang bodoh, di acara ini juga peran Kris sebagai Papa dan Suho sebagai Mama begitu terlihat, kedua orang sahabat itu memang benar-benar orang tua kedua bagi member EXO, terutama bagi Tao yang benar-benar menyandarkan dirinya kepada kedua orang terdekatnya itu.

-***-

-16 July 2013.

EXO kembali bertolak ke China untuk melakukan promosi di sana, kali ini mereka menjadi bintang tamu dari acara ‘Tencent Celebrity Interview’ yang seakan meresmikan kalau Kris dan Suho adalah orang tua bagi para member.

Dan di acara ini pula untuk pertama kalinya Kris melakukan aegyo yang membuat para member terkikik geli karena mereka belum terbiasa dengan Kris yang cute –yang menurut mereka menjijikan-.

-***-

EXO yang mendapatkan popularitas sangat tinggi semenjak melakukan promosi sebagai satu team berisi dua belas orang, mereka berncana untuk merilis versi repackaged untuk album pertama mereka dengan lagu andalan bertajuk ‘Growl’ setelah promosi ‘Wolf’ berakhir.

Dan malam itu para member yang telah menyelesaikan sesi latihan mereka kembali berkumpul untuk membahas kostum mereka yang jelas akan mengalami perubahan karena mereka mempromosikan lagu yang berbeda kali ini, dan seperti apa yang sudah Kris ungkapkan dulu, mereka akan memiliki kostum dengan angka favorite mereka, namun bukan di awal promosi, melainkan di akhir promosi ataupun ketika mereka merilis album special natal mereka.

Para member telah mengisi angka favorite mereka di sebuah kertas dan hanya menyisakan Kris yang belum menyebutkan angka favoritenya.

“Kenapa kau belum menulis angka favoritemu?” Suho bertanya, Kris tidak menjawab, dia hanya mengambil kertas yang ada di tangan Suho dan mengamatinya.

“Angka favoritemu satu?” Tanyanya.

Suho mengangguk, “Mm, wae? Apakah itu angka favoritemu juga? Kalau itu angka favoritemu aku akan merubah angka favoriteku menjadi angka lain” Ujar Suho tanpa beban.

Suho bersiap mengganti angka favoritenya namun Kris segera mencegahnya, “Tidak perlu, aku sudah menentukan nomor punggungku”

“Benarkah? Berapa?”

“00”

“Hah? Kau serius?”

Kris mengangguk pasti, “Tentu saja”

“Tapi kenapa 00?” Suho masih bingung dengan pilihan Kris yang bisa dibilang tidak biasa itu, dari sekian banyak angka kenapa dia memilih 00?

“Karena jika aku berdiri di sebelahmu maka kita akan membentuk angka 100 yang melambangkan kesempurnaan, aku tau grup kita memang bukanlah grup yang sempurna tapi kita adalah grup yang mencoba untuk sempurna, karena itu aku memilih angka 00 karena agar setiap kita bersama kita akan selalu ingat untuk berusaha membawa tim kita menjadi tim yang sempurna” Jelasnya.

Lagi, Kris membuat Suho tersenyum penuh kekaguman dan tanpa sadar dia meraih Kris dan memeluknya, “Aku menyayangimu, Kris…”

“Aku tau…”

-***-

Growl, lagu yang resmi di rilis tanggal 5 Augustus 2013 itu seakan menjadi perantara yang membawa EXO berada di puncak kejayaannya, walaupun EXO masih tergolong rookie di dunia K-Pop, namun dengan popularitas yang tidak main-main bahkan berhasil menorehkan rekor baru yakni menjual lebih satu juta kopi full-length album pertama mereka benar-benar membuat mereka menjadi artis yang sangat di perhitungkan, bahkan mereka berhasil meraih total 14 kemenangan di acara music dengan lagu ‘Growl’ selama tiga minggu berturut-turut.

Setiap acara yang menghadirkan EXO sebagai bintang tamu mereka, mereka selalu membuat rekor baru dengan naiknya rating atau yang lain, sebut saja ‘Weekly Idol’, ‘Running Man’, ‘Beatles Code’ dan masih banyak lagi, mereka juga sangat sering menyebabkan server down ketika sedang menjadi bintang tamu di radio.

Hal lain yang membuktikan popularitas yang tidak main-main adalah di batalkannya acara fan-signing di Daejon di karenakan fans yang terlalu ‘antusias’ dengan kehadiran EXO yang menyebabkan adanya beberapa hal yang tidak di inginkan terjadi, EXO-Syndrome, EXO-Effect, atau EXO-Fever – beigitu orang-orang menyebutnya- memang sedang benar-benar melanda dunia K-Pop pada saat itu.

-***-

Kris berjalan sendiri menuju ruang latihan dance, dia melihat kedua maknaenya, juga Lay dan Luhan sedang berlatih keras melatih gerakan dance mereka yang rencananya akan mereka tampilkan ketika MAMA 2013, mereka bertiga benar-benar terlihat lelah, peluh yang membasahi badan mereka menjadi bukti bahwa mereka sangat bekerja keras.

Guratan-guratan kelelahan itu tetap tidak menghentikan mereka berempat, mereka terus berlatih menyempurnakan gerakan mereka karena mereka memang yang berada di garis depan ketika dance, ketika lagu berhenti, Kai dan Lay sontak langsung terjatuh dengan nafas yang terengah-engah, hati Kris mencelos ketika mendapati Kai terlihat begitu pucat dan hampir kehilangan kesadaran, dia segera berlari keluar menuju ruangan managernya yang terlihat sibuk berbicara dengan noona yang bertanggung jawab sebagai stylish.

“Youngman hyung! Kai sakit!!” Serunya khawatir, managernya langsung bangkit kemudian segera mengambil air putih serta beberapa obat dan di berikannya kepada Kris.

“Mungkin Kai kelelahan, suruh dia istirahat saja nanti juga akan baikan” Youngman menepuk bahu Kris yang masih tidak bergeming dari tempat berdirinya.

“Hyung… Apa kita tidak sebaiknya membawa Jongin ke rumah sakit? Dia benar-benar terlihat pucat hyung…”

Youngman menghela nafas panjang, jika Kris sudah menyebutkan nama membernya dengan nama aslinya maka itu artinya dia benar-benar khawatir, Youngman menghela nafas panjang, “Aku juga ingin melakukannya Kris, tapi kau tau perusahaan tidak akan mengizinkannya, lebih baik nanti aku akan memanggilkan dokter ke dorm kalian, sekarang cukup kau memberikan obat ini saja”

Kris mengeratkan rahangnya, dia benar-benar kesal dengan peraturan perusahaan yang seolah menganggap remeh kesehatan membernya, walaupun perusahaannya itu memang sekarang sudah ‘baik’, tapi mereka masih menganggap sebelah mata akan kesehatan artis-artis yang ada di bawah naungan mereka, apalagi melihat popularitas grupnya yang hanya dengan sekali kedip bisa mengumpulkan pundi-pundi uang masuk ke dalam kantong perusahaan, sudah bisa di pastikan jika perusahaan akan –sangat- jarang memberikan mereka hari libur, namun dia tidak bisa melakukan apapun, dia hanya melangkahkan kakinya dengan gontai kembali ke ruang latihan dan mendapati semua membernya sudah ada di sana.

“Kris hyung, kau dari mana saja?” Baekhyun bertanya, Kris tidak menjawab pertanyaannya malah mendudukkan dirinya di samping Kai dan langsung meletakkan telapak tangannya di dahi Kai.

“Gwenchana?” Tanyanya lembut.

Kai mengangguk pelan, “Gwenchana hyung, ini sudah tugasku…” Ujarnya masih sangat lemas, hati Kris kembali merasakan sakit ketika melihat bibir Kai yang pucat, dia menyerahkan botol air minum dan obat yang tadi di berikan managernya.

“Minumlah setelah itu istirahat…”

“Tapi hyung-”

“Kim Jongin, turuti apa kataku, aku tidak ingin sakitmu makin parah dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita akan latihan dan men-skip bagianmu, yang harus kau fokuskan saat ini adalah kesehatanmu, bukan yang lain!”

Kai menghela nafas panjang dan memilih untuk menurut, setelah meminum obat yang di berikan Kris, dia kemudian mengistirahatkan dirinya di sofa yang ada di ruang latihan, Kris menghela nafas panjang dan hanya mengawasi Kai hingga tak sadar jika Suho sudah duduk di sebelahnya.

“Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” Tanyanya.

Kris menoleh dan menggeleng pelan, “Tidak ada, ayo lanjutkan latihan” Kris beranjak dari tempat duduknya bersiap untuk latihan, tapi panggilan Suho kepadanya membuatnya menoleh kepada sahabatnya itu lagi.

“Ada apa?”

“Kau ingatkan besok kita ke Amsterdam untuk menghadiri acara di sana?”

Kris mengerutkan keningnya terlihat berfikir, “Ah! EMA Awards?” Tanyanya dan yang dibalas anggukan dan senyuman manis dari Suho, Suho kemudian ikut bangkit dari tempat duduknya dan mendekatkan dirinya kepada Kris.

“Apa kita bisa menang besok? Saingan kita terlalu berat”

Kris mengacak rambut Suho dan tersenyum tipis, “Apa kau meragukan fans kita? Mereka pasti akan selalu membuat kita bangga…” Kris menjeda ucapannya sejenak memandang langit-langit ruang latihannya sejenak sebelum mengalihkan tatapannya kepada member yang sedang serius latihan, “Ahhh… Pernahkan aku mengatakan aku sangat beruntung memiliki mereka?”

“Mereka? Mereka siapa maksudmu?”

Kris menoleh, “Tentu saja mereka…” Ujar Kris mengalihkan tatapannya kepada para member lagi, “Dan para fans…” Kris kembali menjeda ucapannya dan kali ini dia menatap Suho, “Dan juga dirimu yang merupakan sahabat terbaikku”

Tersenyum, tangan kecil Suho tanpa sadar merengkuh Kris dan memeluknya, “Aku juga sangat beruntung memilikimu… Terima kasih telah menjadi sandaranku ketika mengalami waktu sulit, Yifan…”

“Kau juga Junmyeonie… Kau selalu menjadi seseorang yang mendengarkan seluruh keluh kesah yang tidak mampu aku ceritakan kepada member lain, terima kasih… Aku sungguh-sungguh berterima kasih…”

-***-

-14 November 2013.

Terbesit perasaan bangga yang hinggap di hati Kris ketika melihat keempat rekannya menjadi MC untuk MelOn Music Award, terutama sahabatnya, Suho, dia tau kalau sahabatnya itu yang memiliki tekanan paling tinggi karena dia adalah leader, dan ketika mereka diumumkan sebagai pemenang Daesang untuk kategori “Song Of The Year” kedua belas orang itu pun naik untuk menerima penghargaan mereka.

Tao, member yang mempunyai hati paling sensitive diantara member lain tidak mampu lagi menahan tangisnya, dia mengucapkan pidato kemenangan dengan air mata yang mengucur, membuat Luhan yang sudah berusaha keras menahan air matanya pada akhirnya ikut menangis, dan pada akhirnya, seluruh air mata kebahagiaan dari kedua belas orang itu tumpah bersama senior mereka, SHINee yang juga mendapatkan Daesang “Artist Of The Year” malam ini.

Persahabatan itu memang nyata, terlihat jelas dari banyaknya air mata kebahagiaan yang mengalir dan saling memberi ucapan selamat satu sama lain dalam pelukan yang hangat dan erat, mereka ingin selamanya seperti ini, bersama berbagi air mata kebahagiaan dan melupakan segala hal berat yang mereka lewati.

‘Aku menangis karena aku tidak pernah menyangka akan mendapatkan Daesang, kita ini orang China, sebenarnya datang ke Korea dan melakukan promosi di sini sungguh sangat sulit…’ [Tao – EXO’s Showtime episode 4].

-***-

-Hong Kong, 22 November 2013.

“Kyungsoo, kau tidak apa-apa?” Kris khwatir melihat D.O yang terus saja meringis sambil memegangi kakinya setelah perform, ada insiden kecil yang membuat kakinya tidak sengaja terkilir memang.

Kris memegang bahu D.O dan menatap dongsaengnya lekat, “Aku akan meminta Youngman hyung untuk membawamu ke rumah sakit”

“Tapi hyung, acaranya belum berakhir…”

Kris menggeram, “Kyungsoo, apa kau pikir acara ini lebih penting dari pada kesehatanmu? Kita ini masih punya member lain, fans juga pasti akan mengerti dengan ketidak hadiranmu karena hal ini”

D.O menunduk dan akhirnya memilih menuruti apa kata leadernya, dia pun melihat Kris yang pergi untuk mencari managernya, tidak lama kemudian, Kris kembali dengan manager yang selalu dekat dengannya itu, Kris dan managernya kemudian memapah D.O dan menyerahkan D.O kepada staff agar membawanya ke rumah sakit di Hong Kong untuk mendapat perawatan.

Kris kemudian kembali dengan langkah gontai, dia mendudukkan dirinya di ruang tunggu untuk member EXO, dia sedikit menundukkan kepalanya dan mengacak rambutnya keras.

“Kris…”

Kris menoleh melihat siapa yang memanggilnya, “Ahreum noona? Ada apa?”

Ahreum mendudukkan dirinya di dekat Kris dan menatap Kris lembut, “Ada apa? Seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu…” Ahreum tersenyum lembut, dia sedikit merapikan rambut Kris yang terlihat berantakan, Ahreum memang salah satu stylish EXO.

“Gwenchana noona, aku tidak apa-apa”

“Kau bohong, Kris, bukan sekali-dua kali aku mendapatimu seperti ini, kau kenapa sebenarnya? Kau… Tidak berniat untuk meninggalkan EXO ‘kan?” Tanyanya hati-hati.

Kris kembali tersenyum, dia menggeleng pelan, “Aniyo… Aku sudah mengatakan aku tidak apa-apa noona, sudah ya, aku kembali ke member lain, mereka pasti mencariku” Ujarnya kemudian segera meninggalkan Ahreum yang masih menatap kepergian Kris dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Album Of The Year…”

Tao menangkupkan kedua tangannya berdoa, dia benar-benar berharap jika grupnya bisa memenangkan kategori ini.

“EXO!!!”

Para member EXO refleks berdiri, mereka berjalan perlahan menuju atas panggung setelah para artis lain memberikan mereka ucapan selamat, Baekhyun sangat terlihat menahan air matanya, dia sangat bahagia, begitupun member lain, di setiap mata mereka ada genangan yang melesak ingin keluar namun mereka berusaha menghilangkannya dengan cara mereka masing-masing.

Suho maju untuk memberikan pidato penerimaan, “…Saat ini… Sekarang jam berapa?” Dia menjeda pidatonya untuk melihat jam tangannya sejenak sebelum melanjutkannya lagi, “22 November 2013 11.43 PM 34 detik waktu Korea, kami menikmati saat ini, kita tidak akan pernah melupakan saat ini dan akan selalu menjadi EXO yang terus bekerja keras! Terima kasih, aku mencintai kalian! Saranghaja!”

Katakanlah Kris cengeng, karena saat Suho memberikan pidatonya, namja jangkung itu terus menunduk terharu, dan Chanyeol yang ada di belakang mereka langsung memeluk keduanya ketika Suho selesai memberikan pidatonya dan menyembunyikan wajah Suho di dada bidangnya.

Mereka bahagia… Sangat bahagia… Dan seperti apa yang Suho katakan tadi… Biarlah mereka menikmati waktu mereka berada di atas panggung saat ini dengan penghargaan yang ada di tangan mereka, biarlah air mata bahagia mereka mengalir untuk menggantikan peluh kerja keras atas apa usaha dan latihan mereka selama ini.

-***-

EXO mempunyai acara mereka sendiri, “EXO’s Showtime” yang sudah bisa dipastikan mendapat respon yang sangat antusias dari fans, terbukti dengan rating acara yang selalu menjadi nomor satu di setiap hari kamis sore walaupun untuk ukuran TV kabel, dan mungkin acara ini merupakan acara yang secara khusus akan menjadi acara yang tidak akan terlupakan bagi Kris karena di acara ini image-nya yang terkenal akan ‘Cold City Guy’ berubah menjadi ‘Sloopy Guy’ berterimakasih kepada ‘Chicken isn’t my style’, ‘Excuse me oongya oongya’ dan ‘Galaxy’.

Hari ini member China melakukan syuting dengan Baekhyun dan D.O di Namsan Tower, mereka kemudian melakukan hal wajib yang harus dilakukan ketika mengunjungi Namsan, ‘menggantungkan padlock’, mereka menggangtungkan padlock mereka tinggi-tinggi berharap padlock itu akan mengunci apa yang mereka tuliskan di sana selamanya.

Kris tersenyum puas dengan apa yang di tuliskannya di padlock tersebut, sebelum pergi melanjutkan tour-nya dengan Baekhyun dan D.O yang kemudian di lanjutkan esoknya dengan makan bersama di China Town dengan seluruh member.

‘EXO Forever Together… Heart’ [Kris’ padlock]

Untuk para member…

‘Aku sangat menyukai hari ini dan aku sangat bahagia, berjalan-jalan dengan para member dan makan Hot Pot bersama…’ – Tao

‘Sungguh… Itu adalah hal yang benar-benar terbaik! Terbaik!’ – Lay.

‘Aku rasa… Karena aku ada disini dengan member Korea, hal itu membuat segala kerinduanku menghilang… Ya… Aku rasa itu sedikit terobati…’ – Luhan.

‘Aku ingin berterimakasih kepada seluruh memberku… Dan yah… Saranghaja!’ – Kris. [Broadcasted on 9th January 2014 – EXO’s Showtime episode 7].

-***-

EXO, grup 12 member yang berhasil merajai dunia K-Pop tahun 2013 dengan hit song mereka –Growl-, berhasil menyabet banyak penghargaan di banyak kategori, bahkan hampir di setiap acara penghargaan, mereka berhasil menyabet ‘Daesang’ yang seakan mengukuhkan mereka bahwa mereka adalah ‘rajanya’.

– 27 Desember 2013 – KBS Song Music Festival ‘Song Of The Year’

Mereka memenangkannya dengan lebih dari 40% voting dan menjadi unbeatable group malam itu.

– 16 Januari 2014 – Golden Disk Award ‘Disk Daesang’

Acara penghargaan yang bisa di bilang ‘Grammy Award’ versi Korea… Mereka memenangkan penghargaan tertinggi itu, penghargaan yang sepertinya sangat sulit di raih untuk grup yang bahkan belum genap berusia dua tahun, namun mereka… Mereka membuktikannya, mereka membuktikan kalau mereka mampu meraihnya.

-23 Januari 2014 – 23rd Seoul Music Award ‘Daesang’

Tidak akan ada yang lupa bagaimana kedua belas orang itu merayakan kemenangan mereka dengan saling berpelukan mengitari meja bundar yang di sediakan untuk mereka, kemeja merah checkred dengan nomor punggung yang tertulis di belakangnya berserta nama mereka sungguh membuat para fans merasakan kehangatan dan tanpa sadar menyungging senyum bahagia.

  • 12 Februari 2014 – Gaon Chart K-Pop Award ‘Best Album Of The Year 3rd + 4th Quarter’

Mereka seakan mengukuhkan bahwa mereka adalah raja album dengan penjualan yang tidak main-main dengan menguasai dua kuarter terakhir pada tahun 2013, kuarter ketiga mereka kuasai dengan ‘Growl’ dan kuarter keempat mereka kuasai dengan ‘Miracles in December’.

-***-

Mereka menjalani syuting terakhir acara ‘Showtime’ mereka di pantai Incheon, mereka berniat membuat leader M mereka untuk masuk ke dalam laut, Kris yang awalnya terus saja berusaha menghindar akhirnya luluh ketika melihat tatapan melas sahabatnya –Suho- yang membuatnya membeku untuk beberapa saat dan akhirnya mengiyakan.

Akhirnya setelah meneriakkan slogan mereka Kris berlari masuk kedalam laut sembari memikirkan membernya, Suho pun langsung memberinya jempol sebagai bentuk kekagumannya kepada sahabatnya itu.

Kris menenggelamkan dirinya hingga sebatas pinggang dan meneriakkan slogan grup mereka sebelum kembali dan langsung berlari ke dalam pelukan Suho dan memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat. [EXO’ Showtime final episode, broadcasted on 13th February 2014]

“Gomawo, Kris… Gomawo…”

Kris tersenyum tipis, “Apapun untuk kalian…”

-***-

Kris menatap Lay yang terlihat pucat, dia tau sahabatnya itu mengidap hemophilia dan langsung duduk di sampingnya, “Yixing, kau tidak apa-apa?”

Lay menoleh, dia sangat mengerti jika Kris memanggilnya dengan nama aslinya maka namja jangkung itu sedang mengkhawatirkannya, dan jangan salahkan Lay jika namja berlesung pipi itu tidak bisa berbohong kepada Kris, tatapan matanya yang sayu dan bibirnya yang pucat langsung membuat Kris panik.

“Aku hanya kelelahan… Dan pinggulku sakit… Aku tidak sengaja terluka saat latihan”

Kris memegangi keningnya, dia kemudian meninggalkan Yixing sejenak sebelum kembali dengan membawa botol air minum dan beberapa vitamin untuk temannya itu, “Minumlah, nanti aku akan mengatakan kepada Youngman hyung untuk membawamu ke rumah sakit”

“Tidak perlu, Kris… Aku rasa aku hanya butuh istirahat, aku tidak ingin membuat perusahaan repot jika mereka tau aku sakit”

“YIXING!!” Kris membentak Lay yang langsung membulatkan matanya kaget, “Apa membawamu ke rumah sakit adalah hal yang merepotkan bagi mereka? Kau itu manusia!! Bukan robot! Kalau kau terus memaksakan dirimu untuk latihan maka kau itu akan sakit!! Dan berhentilah bersikap kau baik-baik saja di bawah naungan mereka!” Kris mendesis tajam.

Lay menggenggam tangan Kris pelan, “Aku sungguh tidak apa-apa, Kris… Dan aku rasa tidak sebaiknya kau berkata begitu, ya walaupun begini tapi kita harus tetap berterima kasih kepada mereka, karena mereka yang bisa membuat kita bisa seperti ini, seandainya perusahaan tidak membuat kita, aku kita tidak mungkin bisa meraih prestasi dan popularitas yang tidak main-main…”

Kris menghembuskan nafasnya kasar, “Terserah kau saja, yang jelas jangan lupa meminum obatmu dan istirahat nanti”

“Aye-aye, Duizhang!”

-***-

Kris batuk-batuk dan kembali memuntahkan darah akibat batuknya di westafel, dia menekan keran dan membasuh mukanya dengan air yang mengucur dari keran tersebut, dia menatap bayangan wajahnya yang terpantul dari kaca dan memegangi dadanya.

“Sampai kapan aku seperti ini…” Dia berujar pelan, dia sedikit terlonjak ketika pintu toilet di buka dan menampilkan sosok yang sangat di kenalnya.

“Papa? Apa yang kau lakukan disini?”

Kris membalikan badannya dan tersenyum, “Hanya membersihkan wajahku, oh iya, Sehun-ah, bukankah tadi kau ke gedung SM? Kenapa kau sekarang ada di dorm?”

Sehun menghela nafas panjangnya, “Aku capek hyung… Persiapan comeback, konser, juga fanmeeting di Jepang benar-benar membuat tenagaku terkuras” Sehun cemberut, bibirnya yang mengerucut lucu dan di sertai dengan kedua tangan yang di lipat di depan dada itu membuat Kris gemas pada maknae di grupnya itu.

Kris menegapkan badannya dan memeluk Sehun erat, Sehun pun membalas pelukan Kris menyandarkan kepalanya di bahu hyungnya itu, “Aigoo… Sepertinya anak Papa sangat kelelahan, apa kira-kira Choco bubble tea kesukaan anak Papa ini bisa mengembalikan di senyum tampannya?”

Sehun pun melepas pelukannya dan menatap Kris dengan mata yang berbinar, “Jinjja?? Hyung akan membelikanku choco bubble tea?”

Kris mengangguk pasti, “Apa aku pernah membohongimu?”

Sehun menggeleng cepat, dia tersenyum begitu lebar hingga membuat matanya juga ikut tersenyum membentuk bulan sabit, “Aniyo, kau yang terbaik hyung!! Kau selalu mengerti aku dan selalu membelikanku makanan yang aku sukai dan enak-enak!!”

Kris terkekeh pelan mendengar jawaban polos dari Sehun, dia kembali memeluk Sehun dan mengelus rambutnya perlahan, “Karena kau adalah dongsaengku yang sangat berharga Sehunie… Hyung sangat menyayangimu…”

“Aku juga sangat menyayangimu, hyung!!”

-***-

Kris masuk ke ruang latihan dan hanya mendapati Chanyeol, Luhan dan Tao, dia mengedarkan pandangannya ke sekiling ruangan.

“Kemana yang lain?”

Chanyeol mengendikkan bahunya pertanda tidak tau, “Mungkin belum datang” Jawabnya pada akhirnya.

Kris pun hanya mengangguk sebentar kemudian mendudukkan dirinya di samping Luhan yang sedang fokus bermain rubik, Kris mengamati Luhan yang amat serius memutar-mutar rubik yang malah membuatnya pusing sendiri.

“Aku tidak pernah bisa menguasai permainan itu” Ujarnya pelan, Luhan pun mendongak dan tertawa.

“Kau hanya perlu menghafal rumusnya Wu otak besar!”

Kris hanya memutar bola matanya malas, dia kemudian beralih ke speaker dan memasangkan handphonnya di sana, memutar sebuah lagu berjudul ‘Teach Me How To Doggie’ dan mulai melakukan free-style dance yang absurd dan diikuti oleh Tao dan Chanyeol, mereka berakhir melakukan rap dan free-style dance absurd bersama diringi dengan tawa yang tidak berhenti keluar dari mulut mereka, oh jangan lupakan Luhan yang sepertinya ikut terkontaminasi dan akhirnya ikut melakukan hal absurd dengan membernya yang lain.

-***-

Kris menatap membernya yang terlihat sangat lelah dengan perasaan iba, dia kemudian segera meraih jaketnya bermaksud pergi ke suatu tempat.

“Kris, kau mau kemana?” Suho bertanya sedikit berteriak.

“Menemui seseorang!” Jawabnya kemudian melenggang pergi.

Kris pergi ke kantor kejaksaan dan menemui seseorang yang di kenalnya –pengacara Hangeng-, dia mengenal pria tersebut karena beberapa alasan pribadi yang hanya di ketahui oleh mereka berdua.

Melihat kedatangan Kris, pria paruh baya itu menyambutnya dengan senyuman hangat, “Apa yang membuatmu kesini, Nak?”

“Aku ingin mengajukan gugatan ke perusahaan”

Pria paruh baya itu membulatkan kedua matanya saat mendengarkan jawaban Kris, “Kau duduklah dulu dan ceritakan kepadaku pelan-pelan kenapa kau tiba-tiba ingin menggungat perusahaanmu”

Kris pun duduk di sofa yang ada, “Aku menggugat perusahaanku hanya untuk memperbarui kontrak karena banyak poin yang aku rasa tidak adil, terutama menyangkut kesehatan memberku…”

Pria paruh baya itu menghela nafas panjang, “Selalu isu ini… Ternyata mereka belum benar-benar belajar dari pengamalan…” Pria paruh baya itu menjeda ucapannya sejenak untuk menatap Kris lekat, “Kau hanya ingin memperbaruinya? Bukan mengakhirinya?”

Kris mengangguk, “Aku tidak mungkin meninggalkan sahabatku…”

“Baiklah, aku akan mengurusnya, oh iya, ku dengar kau besok mengadakan comeback showcase di Jamsil?”

Kris kembali mengangguk, dan kali ini pria paruh baya itu kembali mengerutkan keningnya bingung, “Kenapa kau ingin mengajukan gugatan jika kau baru merilis album baru? Dan bukankah ku dengar kau juga akan mengadakan konser?”

“Aku berencana menggugat setelah konser, bukan saat ini…” Jelas Kris yang lagi-lagi di balas oleh anggukan mengerti dari pengacara Hangeng.

“Baiklah kalau begitu, sebaiknya kau sekarang kembali ke perusahaan, mereka pasti akan mencarimu…”

-***-

-15 April 2014.

Kris lebih banyak menundukkan wajahnya ketika talk-session, dia masih menimang-nimang apakah keputusannya untuk menggugat perusahannya merupakan keputusan yang tepat? Namun dia kembali berpikir, jika dia tidak segera bertindak, maka perusahaan akan terus menekan grupnya.

Dia menatap satu per satu membernya dari ujung, dia kemudian menghentikan tatapannya kepada Suho yang tampak sumringah ketika menjawab pertanyaan dari Jo Hyunmo –MC comeback showcase- mereka malam itu, perlahan hati Kris kembali merasa sakit, dia tau senyuman yang saat ini terukir di wajah membernya sebagian besar hanya untuk menyembunyikan betapa lelahnya mereka, dia menghela nafas panjang dan menatap ke depan, menatap para fans yang mengelu-elukan nama mereka dan membawa banner yang menunjukkan betapa mereka mencintai grupnya.

Kris kembali terenyuh, ‘Apa keputusanku ini adalah keputusan yang tepat?’ Dia kembali membatin.

-***-

Mungkin Kris harus banyak berterimakasih atas insiden kapal Sewol yang sedikit-banyak bisa membuat membernya beristirahat, dia kembali merenungkan apakah sebaiknya dia membatalkan gugatannya atau tetap melanjutkan hal tersebut? Dia pun banyak menghabiskan hari-harinya dengan merenung, sesekali Suho datang kepadanya dan menanyakan apa dia baik-baik saja dan Kris pun tentu menjawab bahwa dia baik-baik saja dan hanya sedang merindukan ibunya.

Kris sangat tau trik itu akan berhasil mengelabui Suho karena Suho sangat mengerti jika Kris sangat menyayangi ibunya, dia bersyukur memiliki sahabat seperti Suho, namun dia juga takut pada saat yang sama, bagaimana reaksi Suho nanti jika dia mengetahui bahwa dirinya telah mengisi surat gugatan untuk perusahaannya?

-***-

-19 April 2014.

“Kau benar-benar baik-baik saja, Tao? Kau semakin pucat…” Kris mengungkapkan kekhawatirannya, Tao memang sedang tidak sehat, namun karena ini siaran pertama mereka, Tao terus saja memaksa untuk ikut tampil.

“Aku baik-baik saja, jangan khawatir denganku… Ini adalah pekerjaanku dan aku harus professional dengan hal itu” Ujarnya tegas.

Kris menghela nafas panjang, tidak mampu lagi membantah karena Tao memang sangat keras kepala, disisi lain dia juga meruntuki perusahaannya yang seakan memandang kesehatan membernya itu sebelah mata, dan hal ini tanpa sadar membuat Kris makin yakin atas keputusannya untuk mengisi gugatan, dia melakukan ini bukan hanya untuk dirinya, namun juga membernya, dia ingin perusahaan memperlakukan membernya sebagai manusia, bukan hanya sebagai mesin penghasil uang.

-***-

-Shanghai, 11 Mei 2014.

Tampaknya Kris yang akhir-akhir ini sering merenung membuat timbulnya kekhawatiran tersendiri bagi Suho, di comeback showcase mereka kali ini yang diadakan di Shanghai, Suho terus saja berada di samping Kris bahkan memaksa Kris melakukan aegyo dengannya, Kris yang melihat sifat manja sahabatnya itu hanya heran dan memilih untuk menuruti Suho dan hal itu sebenarnya membuat hati Kris makin berkecamuk, dia sangat takut menyakiti hati sahabat polosnya itu.

Di akhir showcase, Kris berdiri di panggung sambil memandangi lautan fans yang mengelu-elukan dirinya dan membernya, membuatnya teringat akan pesan yang di terimanya kemarin dari pengacara Hangeng, jika berita tentang penggugatan itu telah dirilis, maka sudah di pastikan Kris akan vakum sementara dari grupnya.

Kris menatap mereka kemudian memejamkan matanya sejenak, seakan ingin menyimpan memori indah yang entah kapan bisa di rasakannya lagi, dan ketika ia membuka matanya, dia melambaikan tangannya kepada para fans yang tanpa sadar membuat air matanya mengalir.

‘Aku minta maaf…’

Disaat para membernya kembali ke Korea, Kris memilih untuk tetap berada di China dengan alasan dia ingin bertemu dengan teman-teman lamanya, dia tidak berbohong karena dia memang bertemu dengan beberapa sahabatnya, juga… Dia harus memeriksakan kesehatannya yang belum sempat ia cek lagi karena kesibukan yang ada, Kris tau dia kesehatannya memang tidak terlalu bagus dan berpotensi untuk terkena penyakit ‘Myocarditis’, maka dari itu, sebelum penyakit ini menyerangnya terlalu jauh dan membuatnya benar-benar menjadi pengidapnya, dia memilih untuk mencegahnya.

Dia… Dia tidak ingin membernya tau dan takut hal yang terjadi pada dirinya saat ini terjadi pada member lain, dia takut, sangat takut.

-***-

-14 Mei 2014.

Situs sina membuat heboh dengan pemberitaan mengenai Kris yang akan mengakhiri kontraknya dengan SM, banyak fans yang memilih untuk tidak percaya karena situs itu memang sering di ragukan ke akuratan beritanya, namun beberapa jam kemudian, kejaksaan Seoul merilis berita yang berhasil menguncangkan para fans, mereka benar-benar menerima pengajuan gugatan kepada SM atas nama ‘Wu Yi Fan’.

Kris yang berada di Beijing sempat kaget karena dia tidak menyangka bahwa beritanya akan keluar hari ini langsung menelpon pengacaranya di Seoul.

“Kenapa bisa beritanya di rilis hari ini? Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku akan menggugatnya setelah konser?”

‘Aku juga tidak tahu-menahu soal itu, Nak… Sepertinya ada perusahaan yang mengetahui tentang hal ini dan sengaja melakukannya, dan Kris… Kau tidak mempunyai pilihan lain selain tetap berada di tempatmu saat ini dan menghindari interaksi dengan siapapun, terutama orang perusahaanmu’

“Tapi kenapa? Aku masih harus menyelesaikan tanggung jawabku untuk menghadiri konser!!”

‘Apa kau masih belum juga mengenal Korea? Sekalipun kau kembali tapi publik tidak akan bisa menerimamu dengan begitu saja, kau akan mendapat kecaman dari berbagai pihak, apalagi kantor kejaksaan bahkan sudah merilis surat gugatanmu, tidak ada hal lain yang bisa kau lakukan sekarang selain menunggu…’

Kris menghela nafasanya kasar, tanpa mengatakan apapun dia langsung menutup sambungan telponnya dan mengacak rambutnya kasar, “Arrgghhh!!!”

“Hyung… Kau sudah tau beritanya?” Baekhyun bertanya kepada Suho yang sedari tadi hanya diam di ruang tamu dorm mereka, Suho hanya diam dan Baekhyun pun tau kalau leadernya sudah seperti ini maka artinya Suho sedang marah.

Suho kemudian beranjak dari tempat duduknya menuju dapur yang hanya diikuti padangan bingung member EXO yang lain.

PRAANGGG

Mereka bisa mendengar jelas suara benda pecah yang sengaja di jatuhkan di sana, Tao yang sudah tidak mampu menahan air matanya akhirnya menangis dan berlari menuju dapur untuk melihat keadaan Suho, dia melihat Suho yang berpegangan pada kulkas dengan nafas yang terengah-engah dengan wajah yang memerah.

Tao segera memeluk Suho yang akhirnya tidak bisa lagi membendung air matanya dan akhirnya menangis bersama, Tao.

“Katakan kepadaku kalau semua ini bohong, Tao-yah… Kris tidak mungkin melakukan itu…” Suara Suho bergetar, Tao pun makin mengeratkan pelukannya kepada Suho.

“Uljima hyung… Uljima…” Tao tidak bisa mengatakan apapun selain berusaha menenangkan Suho dan menghentikan tangisannya.

Sedangkan member lain yang berada di ruang tamu hanya bisa termenung dengan pikiran mereka masing-masing, bingung dengan situasi yang ada dan tanpa sadar beberapa dari mereka menitikkan air mata.

-***-

-15 Mei 2014.

‘Overdose’ menempati tempat pertama di M! Countdown hari itu tapi hal itu masih belum bisa membuat Suho bahagia, dia sangat terlihat memaksakan senyumnya ketika menerima trophy dan saat mengucapkan pidatonya dia berusaha dengan sangat kuat agar suaranya tidak bergetar.

“Aku benar-benar mencintai member EXO dengan tulus, motto kita adalah ‘We Are One’, dan seperti motto kita, kita akan menjadi EXO yang hanya akan memikirkan EXO dan fans dari pada diri kita sendiri, kita akan selalu bekerja keras, we are one! Aku mencintai kalian!”

Suho melakukan encore stage-nya sendiri karena kelima member K lain masih terlalu shock dengan pemberitaan yang ada dan lebih memilih untuk berada di dorm, dan saat Suho meninggalkan panggung, dia masih sempat berujar “Kita akan selalu ‘we are one’…”

Di belakang panggung, Suho ternyata sudah di tunggu oleh reporter dari Osen, sebenarnya dia ingin menghindari media sekarang, tapi apa boleh buat, sebagai leader dia yang harus berbicara tentang masalah ini.

“Kita sempat bercakap-cakap antar member dan kita sama sekali tidak mengerti dengan tindakan Kris, semua orang seperti berada di luar pengawasan dan mempunyai perasaan yang campur aduk, aku rasa apa yang di lakukan Kris merupakan hal yang tidak bertanggung jawab dan menunjukkan bahwa dia tidak memikirkan tentang EXO sama sekali, member kita dan perusahaan sama sekali tidak mempunyai isu, apa yang harus Kris lakukan sekarang adalah membatalkan gugatan dan meminta maaf kepada fans dan member”

Setelah mengakhiri sesi wawancaranya, Suho langsung jatuh terduduk dan menangis, dia menyembunyikan wajahnya di balik kedua tangannya sambil terisak, tidak mempedulikan manager dan para staylish yang menatapnya iba.

Kris menghela nafas panjang setelah membaca berita tentang statement Suho, apa yang ia takutkan akhirnya terjadi, kejadian dimana Suho tersakiti olehnya merupakan sesuatu yang sangat ia hindari, namun dia tidak bisa melakukan apapun selain menunggu, dia juga tidak bisa melakukan apa yang di inginkan Suho kepadanya dan tanpa terasa hal itu membuatnya meneteskan air mata.

“Mianhae Junmyeonie…”

-***-

-16 Mei 2014.

Kris sendiri begitu bingung dengan pemberitaan yang ada, dia membaca seluruh berita, komentar dan statement-statement yang ada di media social, dia juga membaca beberapa postingan fans yang sepertinya sangat frustasi dengan keputusan –yang menurut ia sendiri- mendadak, tidak tahan melihat fansnya seperti itu dan terus saja menanyakan kabar dan keberadaannya, dia mengambil sebuah kertas dan menuliskan sesuatu di atasnya, dia mengalami sedikit keraguan ketika menuliskan namanya di akhir, haruskah dia memakai nama panggungnya? Atau lebih baik menggunakan nama aslinya?

Pada akhirnya dia lebih memilih untuk menuliskan nama aslinya, dia memotret tulisannya tersebut dan mempostingnya di akun jejaring social miliknya, weibo dan instagram.

‘Aku baik-baik saja, aku mengharapkan yang terbaik untuk kalian dan hal itu akan lebih baik untuk kalian. Terima kasih kepada kalian yang mendukungku, terima kasih telah menyuarakan dukungan kalian. Wu Yi Fan akan selalu disini! 2014.5.16’ [140516 – Kris’ weibo & instagram update]

Dan hanya Kris yang mengetahui tulisannya ini bermakna ganda, sebagai pesan untuk para fans… Dan sebagai pesan tersembunyi untuk para membernya.

-***-

Member EXO yang lain terpaksa membenahi beberapa koreo mereka untuk konser karena permasalahan Kris, mereka bekerja keras dua kali lipat dari sebelumnya tanpa mengatakan apapun, bahkan beagle-line juga hanya melakukan latihan tanpa adanya celotehan-celotehan atau humor yang biasanya mereka lontarkan.

Perasaan mereka campur aduk, sedih, bingung, marah menjadi satu dalam hati mereka, ingin rasanya mereka istirahat sejenak dari dunia hiburan untuk menenangkan hati mereka namun mereka memikirkan para fans yang masih setia mendukung mereka, mereka tidak boleh egois.

17 Mei 2014, Tao akhirnya memutuskan untuk mengupdate weibo-nya, ‘Mendengarkan musik kita, aku jadi berfikir bagaimana EXO dulu, semua itu sudah menjadi masa lalu, sudah menjadi kenangan yang indah, kita tidak boleh menyerah hanya karena satu orang meninggalkan kita, sebenarnya kita akan bekerja lebih keras dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya, aku sudah sangat bersyukur pada saat ini, karena itu akan bekerja dua kali lebih keras untuk latihan, aku percaya tidak akan ada yang bisa membuat kita terjatuh, jadi aku harap kalian semua kuat… Jangan menangis… Berjanjilah padaku! Mari kita hadapi bersama, EXO saranghaja!’

Air mata mengiringi setiap kata yang ia tuliskan tadi, dia mengatakan kepada fans untuk tidak menangis tapi nyatanya dia sendiri menangis saat ini, bahkan membuat Lay yang berada di sampingnya juga tidak tahan lagi untuk tidak menumpahkan air mata mereka, kedua member China yang dekat dengan sosok Duizhang mereka di masa lalu itu sudah tidak mampu lagi membendung hal yang di namakan air mata.

Tao tidak tau jika tulisannya tadi membuat air mata sosok tinggi yang masih bersembunyi di Beijing itu mengalir, hatinya mencelos dan terasa begitu sakit membaca setiap kata yang di tuliskan adik kecilnya itu.

“Dui Bu Qi, Tao… Gege memang bukan kakak yang baik untukmu…”

-***-

Perusahaan melakukan ‘penjagaan’ dua kali lipat kepada sebelas member EXO yang tersisa, mereka tidak ingin kejadia yang sama terulang dan makin menurunkan harga saham mereka, para member pun mulai membiasakan diri mereka hanya bersebelas, mereka selalu berusaha menutupi seluruh kesedihan mereka dengan senyuman, tapi tidak jarang fans mendapati ada air mata yang sengaja di tahan oleh mereka.

Chanyeol, sang Happy Virus itu bahkan berkali-kali tertangkap terbengong dengan air mata yang menggenang di kedua matanya ketika mendapatkan penghargaan tempat pertama di acara music, dia yang terkenal sebagai member yang tidak pernah bersedih pada nyatanya tertangkap sering menangis sekarang, dia merindukan Laxy hyungnya, tapi dia tidak tau dia harus berbuat apa.

Dia ingin mendengarkan penjelasan langsung dari Kris, dia tau Laxy hyungnya bukanlah orang yang seperti itu, dia sudah mengenal Kris lebih dari lima tahun dan selama ini dia selalu menjadi hyung yang baik untuk dirinya dan yang lain, tapi kenapa sekarang…

Chanyeol menundukkan kepalanya di kamar, bulir-bulir air mata itu mengalir tanpa bisa di tahannya, wajah dan hidungnya memerah, rasa sakit, marah, kecewa dan bingung bercampur di dalam hatinya saat ini, tapi satu hal yang makin membuat cairan bening itu mengalir… Dia-

“Kris hyung… Bogoshipo…”

Merindukan hyungnya.

-***-

-22 Mei 2014.

00:00 AM.

Suho termenung di kamarnya sambil menatap jam dinding yang tepat pukul dua belas malam, otaknya memutar kembali memori satu tahun lalu Kris memberinya kejutan kecil dan mengucapkan selamat ulang tahun untuknya, tanpa sadar butiran bening itu mengalir kembali, dia mencengkram dadanya kuat mengingat patnernya itu tidak lagi berada di sampingnya.

Isakan kecil Suho tanpa sadar membuat Chen terbangun dan menatap hyungnya itu iba, dia berjalan mendekati Suho dan segera merengkuhnya dalam, “Uljima hyung… Uljima…” Suara Chen bergetar, dia makin mengeratkan pelukannya kepada Suho dan tanpa ia sadari dia ikut menangis bersama leadernya.

“Aku… Aku tidak bisa mengerti tentang makna kebahagiaan Jongdae-yah… Kebahagiaan itu seakan hilang setelah sahabatku meninggalkanku…”

“Hyung… Bintang tidak bisa bersinar tanpa adanya kegelapan… Aku rasa saat ini adalah kegelapan yang nantinya akan membantu kita bersinar lebih terang lagi… Uljima hyung… Hari ini hari ulang tahunmu dan kau harus tersenyum, ne?” Chen melepaskan pelukannya kepada Suho dan mengangkat wajah leadernya itu, dia mengusap air mata leadernya itu penuh kasih sayang.

“Saengil chukkae, Suho hyung… Terima kasih telah menjadi leader yang terbaik untuk kami…”

23 Mei 2014, hari pertama konser solo EXO yang bertajuk ‘The Lost Planet’ sukses di gelar, member memberikan kejutan untuk Suho yang berulang tahun dan Suho pun tidak bisa menahan air matanya, dia kembali menangis.

“Akhir-akhir ini aku bingung dan mencari tau apa itu kebahagiaan… Dan ternyata semua terjawab disini, inilah kebahagiaan… Saat dimana EXO dan fans menjadi satu, akan sangat menyenangkan jika kita bisa bersama selamanya…”

Bersama selamanya… Seperti apa yang di tulis oleh Kris di padlocknya dulu.

Disisi lain, Kris yang dari awal mengikuti jalannya konser melalui weibonya hanya bisa menghela nafas panjang dan sesekali menitikkan air matanya, apalagi ketika membaca surprise party untuk sahabat mungilnya itu, dia merasa benar-benar terenyuh.

“Mereka melakukannya dengan sangat baik, mereka adalah orang-orang hebat dan aku sangat mengenal mereka… Aku seharusnya tidak perlu mengkhawtirkan mereka…” Gumannya dengan senyuman tipis yang menghiasi wajah tampannya.

25 Mei 2014, hari ketiga sekaligus terakhir konser pertama mereka di Seoul, mereka melakukan konfrensi pers sebelum memulai konser hari terakhir mereka, dan disinilah pertama kalinya mereka berbicara mengenai isu yang melibatkan Kris, dan Chen… Dia memberikan komentar yang tanpa sadar membuat para membernya perlahan bangkit kembali dari keterpurukan tersembunyi mereka.

“Aku tidak yakin kalian pernah mendengar istilah ini atau tidak, ‘Tanah menjadi lebih keras setelah hujan’, setelah isu ini terjadi… Seluruh member telah menjadi lebih kuat dari sebelumnya…” – Chen.

Dan setelah mengakhiri konser mereka hari itu, biarlah lelah mereka hilang dengan menikmati makan bersama di sebuah restoran daging, biarlah mereka menjadi egois dan melupakan masalah yang menimpa mereka dan biarlah seluruh air mata yang beberapa hari ini mereka tumpahkan tergantikan dengan raut wajah penuh kebahagiaan dan kelegaan.

-***-

-28 Mei 2014.

“Kevin, apa kau menerima tawaran director Xiu Jinglei untuk bermain di filmnya, sayang?” Ibu Kris bertanya dengan serius kepada anaknya, yang di tanya hanya menghela nafas panjang dan mengendikkan bahunya.

“Aku masih belum tau, Ma… Jika aku menerima tawarannya bukankah sama saja aku menghianati memberku? Aku tidak ingin membuat mereka makin sakit hati karenaku, aku menyayangi mereka…”

Ibu Kris mengusap rambut anaknya penuh kasih sayang, “Jika mereka menganggapmu menghianati mereka biarkan saja sayang, suatu saat mereka akan menyadari jika kau melakukan ini untuk mereka… Kau sudah berkorban untuk mereka agar mereka di perlakukan dengan baik oleh perusahaan…”

Kris terdiam sesaat, “Yang aku takutkan hanyalah mereka makin membenciku…” Ujarnya lirih.

“Mereka menyayangimu, Kevin…”

Kris mendongak dan menatap ibunya bingung.

Ibu Kris tersenyum lembut dan kembali mengelus rambut Kris penuh kasih sayang, “Seseorang tidak akan merasa terhianati jika tidak ada rasa sayang di hati mereka untuk seseorang, jika membermu merasa terhianati… Itu artinya mereka menyayangimu, begitupun dirimu, kau terlalu menyayangi mereka hingga mengorbankan semua yang telah kau raih dan membiarkan namamu tercoreng karenanya…”

Kris hanya diam dan membiarkan ibunya terus mengelus rambutnya penuh kasih sayang, sedangkan sang ibu, dia terus menatap Kris penuh kasih dan sesekali mengecup puncak kepalanya, “Kevin, pernahkah Mama mengatakan jika Mama sangat bangga kepadamu? Biarlah orang-orang diluar sana menilaimu seperti apa, yang jelas kau akan selalu menjadi putra kesayangan Mama, I love you, Son…”

Kris tersenyum dan memeluk ibunya sayang, “Love you too, Mama…”

Ibu Kris mengecup puncak kepala anaknya penuh kasih sayang, “Tentang tawaran director Xiu Jinglei kau pikirkan nanti saja, sekarang lebih baik kita ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisimu”

Setelah mengecek kondisinya di Beijing Hospital, Kris terdiam di kamarnya dan sesekali memainkan ponselnya, setelah berperang cukup lama, dia akhirnya memberanikan diri untuk menghubungi seseorang yang sangat di kenal dan dekat dengannya.

‘Yeoboseyo? Siapa ini?’ Suara dari sebrang terdengar, membuat Kris tanpa sadar menelan ludahnya kasar.

“Y-yeoboseyo? Youngman hyung… Ini aku…” Kris sedikit terbata.

‘K…Kris?’

“Umh, ini aku…”

‘Ya!!! Kau kemana saja??? Kau tidak tau bagaimana kami bingung mencarimu? Apa kau tidak tau member yang lain jadi dua kali harus bekerja keras karena tindakanmu? Ya Tuhan… Sebenarnya kenapa kau melakukan ini semua?? Kau tidak memikirkan perasaan membermu? Mereka sangat terpukul!!’

Kris menghela nafas panjang, “Maaf, hyung…”

‘Mwo?? Maaf??? Setelah lebih dari dua minggu menghilang dan mengacaukan semuanya kau hanya mengatakan maaf? Sebenarnya apa yang ada dalam otakmu??’

“Hyung… Tolong dengarkan penjelasanku dulu dan kau boleh memarahiku semaumu setelahnya…” Kris mencoba ‘menenangkan’ managernya, dia kemudian menjelaskan segala detail kenapa dia melakukan penggugatan, kondisinya dan keterkejutannya tentang berita yang tiba-tiba bocor tanpa sepengetahuannya.

Terdengar helaan nafas panjang dari Youngman setelah mendengar penjelasan Kris, ‘Aku akan bicara kepada Suho’

“A-Apa? Hyung, aku mohon jangan lakukan itu!!”

‘Dan membiarkanmu terus di benci oleh membermu sendiri? Mereka berhak tau alasan yang sebenarnya, Kris!! Kau melakukan ini demi mereka, bukan untuk dirimu sendiri!!’ Youngman terdengar begitu kesal.

“Tapi hyung-”

‘Aku tutup teleponnya’ Ujarnya kemudian menutup sambungan secara sepihak.

-***-

Youngman benar-benar berbicara kepada Suho setelahnya, berbicara mengenai alasan Kris dan segala hal yang Kris ceritakan tadi, tanpa sadar ada air mata yang merembes dari kedua bola matanya mendengar rentetan kalimat yang keluar dari mulut managernya, dia menunduk dan mengepalkan tangannya kuat.

“Suho, aku rasa membencinya setelah apa yang ia lakukan untuk kalian bukanlah tindakan yang tepat, dia menyayangimu, menyayangi seluruh membermu tanpa terkcuali… Rasa sayangnya yang terlalu besar membuatnya bertindak bodoh, apa kau masih mau menutup mata dan telingamu?”

“Wu Yi Fan bodoh, kenapa dia mengorbankan dirinya seperti itu? Seharusnya dia tetap berada disini dan kita akan menghadapinya bersama-sama… Dasar galaxy bodoh… Kau benar-benar bodoh, Wu Yi Fan…” Suho terisak, dia membenamkan wajahnya di kedua telapak tangan menyembunyikan wajahnya yang di penuhi air mata.

Youngman lagi-lagi menghela nafas panjang, dia menepuk punggung Suho berkali-kali berharap bisa menenangkan pria mungil itu, “Aku akan memberikanmu nomor Kris yang baru, kau menghubunginya atau tidak itu terserah padamu, yang jelas aku mohon kau jangan membencinya…”

-***-

Suho menatap layar ponselnya dan menghela nafas berkali-kali, setelah berdebat dengan hatinya sendiri setelah beberapa saat, akhirnya pria mungil itu menekan tombol hijau untuk menghubungi seseorang yang ia rindukan.

‘Hello?’

Suho menahan nafasnya ketika mendengar suara baritone tersebut, air matanya mendesak ingin keluar dan tenggorokannya terasa tercekat, sebuah isakan lolos dari bibirnya karena air mata itu tidak mampu lagi ia bendung lebih lama.

‘Hello? Who is this? Are you crying?’ Kris terdengar panik dari sebrang.

“Yifan…” Sebuah kata keluar beserta isakan dari Suho.

‘Junmyeonie? Apakah ini kau?’

“Mm, ini aku… Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja?” Suho mendengar isakan kecil dari sebrang, dia yakin jika sahabatnya itu juga menangis sama seperti dirinya saat ini.

‘Aku merindukan kalian…’

“Aku juga sangat merindukanmu, bodoh! Kenapa kau tiba-tiba melakukan hal itu tanpa mengatakan apapun kepada kami?”

‘Maaf, aku memang sangat bodoh…’ Suho bisa mendengar kekehan sekaligus isakan Kris.

Suho pun ikut terkekeh kecil, namun air mata itu juga masih saja setia mengalir dari kedua sudut matanya, “Kau memang bodoh, Wu Yi Fan, kau sahabatku yang paling bodoh, bagaimana mungkin seseorang mengorbankan dirinya seperti itu demi grupnya? Dasar!” Suho kembali mendengar kekehan Kris.

‘Bagaimana anak-anak sekarang? Apa perusahaan sudah lebih memperhatikan kesehatan mereka?’

“Mm, terima kasih kepadamu…”

‘Syukurlah, setidaknya mereka akan mendapatkan perawatan yang lebih baik ketika sakit, aku tidak perlu khawatir lagi kalau begitu…’

“Ya!! Untuk apa kau mengkhawatirkan kami? Kau yang harusnya di khawatirkan!! Bagaimana dengan keadaanmu?”

‘Aku akan baik-baik saja selama member yang lain baik-baik saja’

“Tch, kau ini… Oh iya, apa kau benar-benar berencana untuk meninggalkan team?”

‘Aku tidak pernah punya rencana meninggalkan kalian, hanya saja… Seluruh keadaan ini seakan tidak memberiku pilihan, dan kau tau tentang mediasiku dengan perusahaan tanggal 8 Juli nanti ‘kan? Pengacaraku mengatakan, jika dia belum mendapatkan keadilan yang layak maka lebih baik aku mengakhiri kontrak dengan perusahaan’

Suho menghela nafas panjang, “ Carilah kebahagiaanmu sendiri, Kris…”

‘Apa?’

“Kau sudah banyak berkorban untuk kami, sekarang sudah waktunya kau mencari kebahagiaanmu sendiri… Aku dan member yang tersisa disini sudah baik-baik saja, aku yakin perusahaan akan melakukan apapun agar hal seperti kemarin tidak terulang kembali… Sekarang giliranmu, kau harus bahagia Kris, berjanjilah padaku!”

‘Tapi-’

“Yifan, tidak apa-apa… Aku akan berbicara kepada para member, lagi pula mereka tidak akan bisa membencimu, bagaimana mungkin mereka membenci Galaxy hyung yang selalu membuat mereka tertawa hingga menangis? Mereka menyayangimu, bodoh! Sangat menyayangimu!” Suho kembali menangis, suaranya bergetar dan isakan jelas keluar dari bibirnya.

‘Ya! Berhentilah menangis, kau membuatku ikut menangis bodoh!!’ Kris juga terisak mengikuti Suho.

“Kau yang bodoh, Yifan! Aku tidak menangis, aku hanya terkena flu! Sudahlah, aku dengar kau mendapatkan tawaran untuk bermain film, terimalah tawaran itu dan buktikan kepadaku kalau kau akan menjadi actor yang hebat seperti apa yang selalu kau cita-citakan dulu! Dan buatlah aku bangga dengan mempunyai sahabat actor yang nantinya akan menjadi actor yang sangat di perhitungkan di dunia hiburan! Jiayou!!”

‘Junmyeonie…’

“Sudah, aku mau istirahat, kau juga perbanyaklah istirahat, annyeong!” Suho mematikan sambungan teleponnya, dia masih menangis namun setidaknya dia telah merasa lega setelah mengetahui kabar sahabatnya itu.

-***-

Suho berbicara kepada seluruh membernya mengenai Kris dan percakapannya dengan pria jangkung itu beberapa hari lalu, seperti yang sudah ia prediksikan, ada beberapa membernya yang belum bisa menerima sepenuhnya tentang keputusan Kris sekalipun Suho sudah membeberkan alasan yang sebenarnya, terutama Tao, dongsaengnya yang paling sensitive. Suho mengerti itu, Tao sangat menyayangi Kris, keputusan Kris yang mendadak kemarin tentu membuat luka yang dalam di hatinya.

-***-

-18 Juni 2014

Dunia hiburan Korea dihebohkan dengan terkuaknya hubungan antara Baekhyun dan Taeyeon, berbagai macam reaksi termasuk dukungan bahkan kecaman mereka tujukan untuk pasangan ini. Baekhyun yang terkenal sebagai member yang ceria dan bahkan tidak bisa diam kini hanya bisa menutup mulutnya, tidak tau bagaimana harus bersikap karena kecaman-kecaman yang di terimanya.

Kris yang mengetahui hal ini segera menghubungi membernya itu, dia memang telah memiliki seluruh nomor member EXO setelah berhubungan kembali dengan Suho beberapa waktu lalu.

“Yoboseyo? Baekhyun, kau tidak apa-apa?”

Kris hanya mendengar isakan kecil dari sebrang dan membuatnya menghela nafas panjang, “Baekhyun… Semua memang sulit pada awalnya, namun perlahan-lahan mereka akan bisa menerima semuanya… Mereka yang benar-benar mencintaimu tidak akan meninggalkanmu, Baek… Saat ini mungkin mereka masih shock, tapi seiring berjalannya waktu percayalah, mereka akan kembali mendukungmu dan memberikanmu senyuman kasih sayang, lagi pula kau tidak sendiri… Kau masih memiliki para member yang selalu ada di sampingmu, aku juga akan selalu mendukungmu walaupun saat ini aku masih belum bisa bersama kalian… Percayalah, Baek…”

Baekhyun makin terisak, namun setidaknya ada bagian dalam hatinya yang lega setelah mendengar penuturan Kris, ‘Gomawoyo, hyung…’

-***-

-23 Juni 2014.

Syuting hari pertama film Kris, ‘Somewhere Only We Know’ di Prague, Republik Ceko berakhir dengan sukses, dia tidak lupa mengabari Suho dan Suho meresponnya dengan sangat baik, tak lupa dia berdoa agar film sahabatnya itu akan sukses, Kris juga tidak melupakan untuk bertanya keadaan membernya, terutama Baekhyun yang baru saja mendapatkan skandal, Suho hanya mengatakan kalau Baekhyun kini menjadi lebih diam, selebihnya mereka baik-baik saja.

-***-

-26 Juni 2014.

“Hyung, apa kau benar-benar akan keluar dari team?”

‘Aku masih belum tau, Sehunie…’

“Aku benar-benar merindukanmu, hyung…”

‘Aku juga, aku selalu merindukan Sehunieku yang dengan manjanya memintaku untuk membelikannya Choco Bubble Tea favoritenya’

Wajah Sehun mulai memerah menahan air mata, dia teringat kenangannya bersama Kris yang selalu membelikannya bubble tea dan makanan yang di sukainya, Kris adalah orang yang paling mengetahui kalau dia sangat menyukai cokelat, Kris bahkan pernah mengatakan kepadanya jika cokelat selalu mengingatkan Kris kepada Sehun.

“Tidak bisakah kau kembali, hyung?”

Kris diam sejenak, dia sendiri tidak tau apakah dia bisa kembali ke dalam teamnya atau tidak, ‘Aku tidak tau Sehunie… Tapi seandainya aku tidak bisa kembali, berjanjilah pada hyung jika kau tidak akan menggantikan posisi hyung dengan orang lain, arrachi?’

Akhirnya air mata yang di tahan Sehun tumpah, dia menganggukkan kepalanya walau dia tau Kris tidak akan melihatnya, “Mm, tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi hyung di hatiku, kau selalu menjadi Papa untukku, saranghaeyo hyung…”

‘Nado Sehunie… Hyung juga sangat menyayangimu…’

Sehun memutuskan sambungan teleponnya kemudian merubah username instagramnya menjadi ‘oohsehun’ dan menuliskan bionya menjadi ‘EXO11’, alasannya melakukan itu adalah, dia menegaskan bahwa tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi Galaxy hyungnya baik di EXO maupun di hatinya.

-***-

-08 Juli 2014.

Mediasi yang sama sekali tidak membuahkan hasil seakan mengisyaratkan bahwa Kris memang benar-benar tidak bisa kembali, Kris pun segera menghubungi Suho untuk membicarakan hal tersebut.

“Suho, sepertinya aku benar-benar tidak bisa kembali…” Kris bisa mendengar Suho menghela nafas panjangnya.

‘Jika kau memang tidak bisa kembali tidak masalah, Kris… Kami akan selalu mendukungmu dan aku juga tau kalau kau akan melakukan yang sama, bukankah kau pernah mengatakan kalau seandainya kau tidak menjadi member EXO maka kau akan menjadi fans mereka?’

Kris tersenyum tipis mendengar penuturan Suho, “Kau benar… Aku akan menjadi EXO Ultimate Fans sampai akhir hayatku karena aku tau member EXO adalah orang-orang yang hebat!”

‘Kau harus…’ Ujar Suho yang kemudian menciptakan keheningan sejenak antara mereka.

“Junmyeonie…”

‘Mm?’

“Maaf aku tidak bisa berada di sampingmu dan membuat angka kita menjadi 100… Tapi kau tau, angka 100 jika kedua nol-nya menghilang maka itu akan menyisakan angka 1, aku harap EXO juga seperti itu, aku harap EXO selalu menjadi grup yang nomor 1… Berjanjilah padaku Junmyeonie… Berjanjilah untuk membawa EXO menjadi grup yang nomor 1…”

Kris bisa mendengar isakan Suho yang sangat jelas, mau tidak mau air matanya juga ikut merembes melalui sudut-sudut matanya mendengar tangisan sahabatnya yang terdengar begitu pilu.

“Junmyeonie…”

‘Aku berjanji, Yifan! Aku berjanji kepadamu! Aku akan membawa EXO ke panggung dunia dan kau juga harus melakukannya, kau harus menjadi actor kelas dunia yang hebat! Dan aku berharap nanti kita bisa berdiri di panggung dunia yang sama!’

“Aku berjanji, Junmyeonie… Aku berjanji kepadamu…”

-***-

-END-

A/N:

Ini fanfiction, itu artinya ini adalah cerita buatan fans, tapi saya membuat cerita ini dengan mengambil beberapa kejadian yang benar-benar terjadi dan fakta-fakta yang ada, bukan bermaksud ‘membersihkan’ nama Kris, tapi tujuan saya membuat FF ini hanyalah agar tidak ada lagi fanwar yang ternyata masih saja mainstream sampe sekarang -_-“

Kita sebagai fans ga ada yang tau apa yang ada di balik layar, dan karakter Kris disini saya tulis sesuai dengan apa yang para stylish dan staff SM katakan, yang sering staff diary-nya EXO pasti tau, dan kenapa saya hanya menuliskan hanya sampai pada tanggal 8 Juli? Alasannya adalah karena di hari itu kayaknya udah jelas akhirnya nanti kaya apa, iya ga? Oleh karena itu, kali buat yang ngaku EXO-L (Cieeee udah ada official fandom name-nya xD), mari kita bersama-sama dukung kedua belah pihak apapun yang terjadi (9’-‘)9. #Semangat45 #TolongAbaikanIni #Makasih.

EXO Foreve12 Togethe12!!! Saranghaja!!

Iklan

24 thoughts on “[One-Shoot] – 100

  1. clap clap clap
    congratulation !!
    u’ve made me cry in the middle of night, cha 😥
    i have nothing to say about this
    actually, i can accept his decision but still … i still want and hope the best for them
    although they can’t be together as EXO, they are still brothers, family right?
    EXO SARANGHAJA

  2. kangen exo yang 12… sampe nangis bacanya,terharu sama kata” suho.. ” inilah kebahagiaan dimana exo dan fans menjadi satu”…
    exo saranghaja….. we are one!!!!

  3. Crying again and again…..seandainya kita bs tahu kenyataan alasan kris yg sebenarnya,mungkin kita ga akn segalau ini. Kita hanya bs mengira” dn berandai” apa yg sebenarnya terjadi. Exo keep fighting…Kris, l’ll always love you … ….

  4. nangis & terharu di beberapa bagian, jadi kangen sama duizhang bernomor punggung(?) 00 itu
    semoga saja semua yang terjadi itu yang terbaik dan mereka tetap menjalin hubungan baik satu sama lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s