The Hidden and The Sacred Chapter 12

The Hidden and The Sacred

The Hidden and The Sacred

Title : The Hidden and The Sacred

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • EXO Member
  • Lee Taemin SHINee
  • Choi Minho SHINee
  • Kim Myungsoo [L] Infinite
  • Jung Yunho [U-Know] TVXQ as Yakuza.

-Chapter Twelve-

-***-

“Kau harus berusaha sendiri Luhan Graham… Temukan yang tersembunyi di dalam dirimu dan aku hanya akan menghilangkan mantra kematian dari kedua saudaramu…”

-***-

A/N:

Hari ini anniversary blog saya yang kedua ternyata pemirsah –” dan sangat amat bertepatan dengan lahirnya fandom name EXO yaitu ‘EXO-L’, selain itu tepat dengan 7 Years with SNSD, maksudnya apa ya? ._. #abaikan, dan yang terpenting adalah Minal Aidin wal faidzin readers :*

Hahah, maap ya saya lama update, kemaren sempet sakit, *yang temenan sama saya di BBM pasti tau*, hahaha.

Yaudah deh, happy reading :*

Be aware w/ typo(S) sayang :*

Oh iya, buat yang udah ngucapin happy birthday buat saya kemaren makasyong~ :*

-***-

“Perjanjian baru?” Ulang Kris memastikan apa yang di dengarnya tadi tidak salah, L meresponnya dengan sebuah anggukan.

Kris mengacak rambut pirangnya frustasi dan menatap L penuh dengan rasa kebingungan, “L, sebelumnya aku minta maaf, tapi dari apa yang aku tau jika kita membuat perjanjian dengan iblis atau semacamnya pasti mereka akan meminta imbalan yang bahkan terkadang tidak bisa terjangkau dengan pikiran, kau sudah sangat paham tentang hal ini ‘kan?”

Kris mengungkapkan kekhawatirannya, dia tidak ingin lagi anggota keluarganya berkurang, dari awal keturunan Ipswich adalah dua belas orang dan dia bersumpah akan melakukan apapun untuk mempertahankan mereka tetap dua belas walaupun nyatanya kini mereka hanya tinggal bersebelas –karena Tao meninggal dan akan berkurang lagi jika ‘waktu’ Kris sudah habis-, oleh karena itu dia masih sulit untuk mengikuti perintah L.

“Aku tau” Ungkap L yang sepertinya sudah sangat pasrah, dia berbalik dan menatap kastil Yakuza yang tampak sama sekali tidak terawat dengan tumbuhan jalar yang hampir menutupi seluruh bagian bangunan dan menara.

Menghela nafas panjang, kini L mengalihkan perhatiannya kepada Kris yang masih saja terlihat khawatir dan L sangat mengerti itu, “Aku sudah memikirkannya matang-matang, kau tidak perlu khawatir berlebihan Kris, serahkan saja semua padaku dan tugasmu hanyalah menjaga saudara-saudaramu…”

“L…”

Tersenyum tipis, L menepuk bahu Kris dan melenggangkan kakinya masuk ke dalam kastil, keturunan Ipswich masih terpaku di tempatnya masing-masing seandainya L tidak menyadarkan mereka untuk mengikutinya ke dalam, mereka masih bingung, tapi mereka tidak bisa melakukan apapun selain menurut kepada L.

Kastil itu bisa di bilang cukup mengerikan dan sangat tidak terawat, banyak tengkorak yang tergeletak bahkan menggelinding di sepanjang koridor. Baekhyun, keturunan Ipswich yang paling benci dengan segala sesuatu yang horror, apalagi yang berhubungan dengan tengkorak, tulang dan semacamnya hanya bisa berkomat-kamit tidak jelas sembari bersembunyi di balik tubuh menjulang Chanyeol. Oh, jangan lupakan tentang fakta bahwa udara di kastil itu begitu dingin, lembab dan sama sekali tidak nyaman, hawa di kastil Yakuza sangat amat mencerminkan kematian yang terlebih dahulu di lalui dengan siksaan.

“Aku benci disini…” Baekhyun bergumam, gumaman yang masih bisa di dengar dengan jelas oleh seluruh keturunan Ipswich –juga L dan Minho, kalian tidak lupa ‘kan kalau mereka adalah makhluk-makhluk yang mempunyai indra yang lebih tajam dari manusia pada umumnya?

Chanyeol yang menjadi ‘tameng’ bagi Baekhyun membalik tubuhnya hingga dia kini berhadapan dengan saudaranya yang mungil itu, “Baek, bertahanlah sebentar, kau pasti bisa melewatinya” Chanyeol berusaha menyemangati saudara mungilnya itu.

Baekhyun mendengus kecil namun kemudian mengangguk, “I got it” Baekhyun memaksakan kedua sudut bibirnya untuk terangkat membentuk sebuah senyuman, Chanyeol tersenyum bahagia melihat saudaranya itu tersenyum –sekalipun hanya senyuman tipis-, Chanyeol pun mencubit hidung Baekhyun gemas dan menarik tangan saudaranya itu untuk mengikuti yang lain.

-***-

Kini keturunan Ipswich berada di tempat yang mereka yakini adalah aula kastil Yakuza, aula ini setidaknya lebih baik dari pada lorong-lorong serta koridor-koridor penuh tengkorak yang harus mereka lewati tadi -walaupun tetap ada tulang berserakan-, aula ini mempunyai kubah dengan ukiran All-Eye tepat di tengahnya yang menandakan bahwa kastil ini milik seorang iblis.

“Letakkan Suho dan Sehun di tengah”

Keturunan Ipswich melakukan apa yang di perintahkan L, mereka meletakkan kedua tubuh saudara mereka yang tidak sadar itu tepat di tengah aula kemudian mundur, membiarkan kedua tubuh itu perlahan-lahan di liputi oleh asap yang entah dari mana berasal.

Luhan menarik baju L beberapa kali ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, namun L hanya menoleh dan meletakkan jarinya di depan bibir –mengisyaratkan Luhan untuk diam-, Luhan mendengus, dia khawatir dengan keadaan Suho dan Sehun namun dia tidak bisa melakukan apapun, bahkan dia tidak tau kenapa tiba-tiba tubuh kedua orang itu melayang.

Tunggu, melayang?

Luhan membulatkan kedua mata rusanya, dia akan berlari untuk menarik Sehun seandainya kakinya tidak di bekukan oleh Xiumin. Tunggu, kakinya di bekukan oleh Xiumin? Apa lagi ini? Sejak kapan saudaranya yang mempunyai pipi seperti bakpao itu bisa membekukan seseorang? Dan jangan lupakan hawa dingin yang perlahan-lahan menggerayangi tubuh Luhan dan membuat pria mungil itu sedikit menggigil.

“Xi-xiumin…” Luhan menatap Xiumin tidak mengerti, sedangkan Xiumin hanya meletakkan jari telunjuknya di depan bibir sama seperti yang L lakukan tadi, lagi-lagi mengisyaratkan Luhan untuk diam.

Luhan kembali mendengus, sebenarnya dia ingin Xiumin berhenti membekukannya karena dia semakin menggigil dan dia akan menurut untuk hanya diam melihat apa yang akan terjadi kepada Sehun dan Suho. Oh, bayangkan saja betapa kedinginannya Luhan saat ini, bibir cherry-nya bahkan sekarang mulai membiru dan tubuhnya mulai bergetar, -jangan lupakan hidungnya yang mulai berair.

Luhan memeluk dirinya sendiri dan perlahan ambruk –walaupun masih dalam keadaan sadar-, dia meringkuk di lantai aula dengan mata yang setengah terpejam.

“Oh astaga…” Xiumin yang merasa bersalah langsung sigap menghentikan aktivitasnya membekukan Luhan dan menolong saudara yang seumuran dengan dirinya itu.

Lay yang melihat itu mendekat, “Biar aku yang mengurus Luhan hyung, aku rasa aku bisa sedikit menghangatkannya…”

“Baiklah”

Luhan pun berpindah tangan kepada Lay yang perlahan mulai mengeluarkan cahaya hangat dari telapak tangannya untuk menghangatkan Luhan, mata Luhan yang tadi redup perlahan mulai terbuka perlahan, manik mata rusanya bertemu dengan milik Lay yang membuatnya menyunggingkan senyuman tipis.

Thanks…”

Lay hanya membalasnya dengan sebuah senyuman dan kemudian menolong Luhan untuk berdiri lagi dan mengawasi apa yang terjadi dengan Sehun dan Suho selanjutnya.

Luhan berdiri dengan bantuan Lay yang memegangi tubuhnya –mencegahnya untuk ambruk lagi-, dan menatap kedua tubuh yang melayang itu dengan matanya yang sayu, Luhan sedikit mengerut bingung, dia tidak mengerti kenapa kedua orang itu hanya melayang dengan asap yang menyelimuti tubuh mereka dan tidak terjadi apapun?

Luhan mulai meragukan jika kastil ini adalah kastil Yakuza namun keraguannya itu segera di tepis dengan kemunculan seseorang berjubah merah-hitam dengan tudung yang menutupi kepalanya, jangan lupakan dengan tongkat dengan ukiran ular dan lagi-lagi All-Eye di ujungnya, Luhan langsung bergidik.

Sosok itu sedikit mengangkat wajahnya, menunjukkan rupanya yang tersembunyi di balik tudung lusuh yang menutupinya, Luhan bisa dengan jelas melihat sunggingan senyum licik yang terukir di wajah sosok tersebut, terlebih setelah dia membuka tudungnya, memperlihatkan wajah dan rambut ungu gelapnya secara keseluruhan dan demi Tuhan, sosok yang di perkirakan Luhan adalah Yakuza itu benar-benar tampan –dan sama sekali tidak menunjukkan bahwa sosok itu adalah sosok yang bengis seperti apa yang di dengarnya selama ini-, tanpa sadar Luhan mengangakan mulutnya dengan lebar, dia seperti mengalami mental breakdown saat ini, dan mungkin Luhan akan terus mengangakan mulutnya jika saja D.O tidak menyadarkannya dengan menyenggol Luhan dengan sikunya.

Luhan segera menutup mulutnya dan mengerjap beberapa kali, dia menolehkan wajahnya kepada D.O dan kembali mengerjap bingung, “Ada apa?”

D.O menatap Luhan dengan ekspresi datar, “Kau bisa kemasukan lalat jika kau terus menganga seperti tadi, hyung…”

Luhan mendengus, “Wajar saja aku seperti itu, aku ‘kan kaget dengan sosok Yakuza yang sangat jauh dari apa yang aku dengar selama ini!!” Luhan menyanggah dan tanpa sadar menaikkan volume suaranya yang berhasil membuat seluruh pasang mata yang ada di sana beralih fokus kepadanya.

“Lu…”

Luhan langsung menoleh kepada Kris, “Apa? Kau mau mengataiku juga??” Luhan bersunggut-sunggut, pria mungil itu masih belum sadar jika dia di perhatikan, namun sedetik kemudian dia mulai menyadari hawa aneh yang ada di sekitarnya, dia pun menatap sekeliling dan mendapati semua saudaranya menatapnya dengan ekspresi yang berbeda-beda, tapi satu hal yang Luhan tau, dia tidak bisa mengartikan apa maksud tatapan mereka.

“Luhan Graham… Orang yang selalu mengatakan apa yang ada di pikirkannya dan lebih menggunakan hatinya dalam bertindak dari pada akal sehatnya…” Kalimat dingin yang terucap dari Yakuza membuat semua orang kini mengalihkan perhatiannya kepada sosok tersebut.

Yakuza menarik salah satu sudut bibirnya dan melayang tepat ke arah Luhan, All-Eye yang ada di ujung tongkatnya berubah warna dari biru terang menjadi merah kelam seperti darah, Yakuza menapakkan kakinya ke tanah dan kembali menyeringai tepat di depan wajah Luhan, dia melirik All-Eye di tongkatnya sekilas sebelum kembali menatap Luhan, “Kau di liputi dengan darah orang-orang yang mengorbankan diri mereka untuk menyelamatkanmu, Luhan…”

Luhan terhenyak, sedikit bingung dengan pernyataan Yakuza yang belum dapat di cernanya, dia menatap Yakuza dengan kerutan di kening yang menunjukkan kebingungannya, “Maksudmu?”

Yakuza berdecih kecil, “Maksudku? Kau bertanya tentang apa maksud dari perkataanku barusan?” Yakuza menjeda kalimatnya sejenak untuk tertawa meremehkan, “Luhan… Kau itu sebenarnya polos atau bodoh? Apa kau belum sadar juga jika adikmu, Sehun, selalu menumpahkan darahnya untuk menyelamatkanmu? L. Joe yang bahkan bukan keluargamu juga ikut menukarkan nyawanya demi membuatmu hidup kembali? Dan sekarang… Meskipun Taemin Calvert mempunyai dendam khusus kepada keturunan Hill tapi dia mengincarmu, Luhan… Dia tau jika Sehun adalah yang terkuat, dia berencana menyingkirkan Sehun dengan menggunakanmu karena dia tau jika Sehun sangat menyayangimu, dengan begitu rencananya menghabisi keluarga kalian akan dengan mudah di jalankannya…”

Kedua kaki Luhan mulai lemas, dia langsung jatuh terduduk dengan air mata yang perlahan mulai mengalir di kedua pipinya, dia menatap Yakuza sendu, “Kalau begitu apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan keluargaku? Aku sama sekali tidak ingin ada darah yang menetes lagi untukku…”

Yakuza hanya menatap Luhan dengan ekspresi datar, “Kau harus berusaha sendiri Luhan Graham… Temukan yang tersembunyi di dalam dirimu dan aku hanya akan menghilangkan mantra kematian dari kedua saudaramu…”

Yakuza kemudian berbalik dan menatap kedua tubuh yang melayang itu –Suho dan Sehun-, dia mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, All-Eye yang ada di tangan kanannya kembali berubah warna menjadi hijau seperti zamrud, perlahan All-Eye mulai menyerap mantra kematian yang berupa asap merah-hitam yang keluar dari tubuh Sehun dan Suho, perlahan rambut kedua orang itu kembali berubah warna seperti yang seharusnya, Suho yang hitam gelap dan Sehun yang cokelat terang.

Kedua tubuh itu perlahan turun dan terbaring di lantai aula masih dengan mata yang tertutup, keturunan Ipswich pun mendekati kedua tubuh itu untuk memeriksa keadaan saudara mereka, sementara itu. Yakuza membalikkan tubuhnya dan menghentikan tatapannya kepada L, “Aku sudah melakukan apa maumu ‘kan? Sekarang giliranku untuk mendapatkan apa yang aku inginkan sesuai dengan isi perjanjian yang kita buat, L…”

Kris yang sedang mengelus rambut hitam Suho langsung mengalihkan perhatiannya kepada Yakuza setelah mendengar ucapannya, dia langsung berdiri dan mendekati L, “Tunggu dulu, apa maksudmu dengan perjanjian yang telah kalian buat? L, apa kau membuat perjanjian dengannya tanpa sepengetahuan kami?” Tanya Kris penuh selidik.

L menghela nafas panjang sekaligus mengangguk, “Mm, tapi kau tidak usah khawatir, kau tidak perlu mengorbankan apapun dalam perjanjian ini” Ujarnya pelan, L kemudian mengalihkan tatapannya kepada Yakuza yang seakan menunggu sesuatu, “Sebelum aku melakukan apa yang kau inginkan, bisakah kau membantu kami untuk menghabisi Taemin Calvert? Bukankah dalam perjanjian kau akan melakukan apa saja yang aku minta hingga seluruh permasalahan keturunan Ipswich berakhir?”

Yakuza memutar bola matanya malas, “Aku tidak tau, L… Taemin Calvert sebenarnya lebih dahulu datang kepadaku dan meminta kekuatan untuk mengalahkan kalian dengan syarat dia akan memberikanku jantung manusia yang masih murni setiap bulannya…”

“APA???” Bukan hanya L, tapi seluruh keturunan Ipswich juga Minho tersentak kaget dengan apa yang di katakan Yakuza tadi.

“Kau brengsek!!” Kai yang tidak bisa menahan emosinya langsung meninju Yakuza hingga iblis itu sedikit tersungkur, kedua bola mata Kai berubah menjadi sehitam kolam renang di malam hari dan tubuhnya perlahan berubah menjadi seekor serigala berbulu cokelat keemasan.

“Ggggrrrrr….” Kai mendesis dan menatap Yakuza tajam, sedangkan Yakuza masih dengan santainya berdiri kemudian sedikit melayang.

Kai melompat hendak menyerang Yakuza lagi namun iblis itu dengan sigap menghindar dengan melayang ke sisi lain, “Wow wow, calm down Mr. Hill… Don’t be too aggressive, how about if you hear my explanation first?”

“Ggrrrrr…” Kai perlahan mundur, bola matanya tidak lagi menjadi sehitam kolam renang di malam hari, namun menjadi cokelat keemasan, sama seperti warna bulunya.

Yakuza yang melihat Kai sedikit ‘tenang’ perlahan mulai turun dan kembali menapakkan kakinya di tanah, dia menghela nafas panjangnya sebelum bercerita, “Well, tiga tahun lalu Taemin Calvert datang kepadaku dan membuat perjanjian yang isinya aku akan memberikan kekuatan yang tidak pernah dimiliki penyihir manapun dengan syarat dia akan memberikanku ganti jantung manusia yang masih murni setiap bulannya, dan yeah, aku mengabulkan permintaannya dan semenjak itu dia sebulan sekali ke kastil ini untuk menyerahkan jantung manusia yang masih murni, dan tepat satu hari sebelum kedatangan L kemari untuk meminta perjanjian denganku, Taemin datang kepadaku dengan membawa jantung yang paling murni yang pernah ia berikan kepadaku, dan aku tau… Jantung itu bukanlah jantung manusia biasa, namun jantung penyihir yang masih sangat polos dan murni…”

“Penyihir?” Chen bersuara, dia sedikit kebingungan karena sepengetahuannya klan penyihir hanyalah tinggal klan Ipswich, dan jika jantung itu benar-benar milik penyihir, maka kemungkinan besar jantung itu adalah milik…

“Jantung itu milik Tao Hill…” Lanjut Yakuza.

Gotcha! Tebakan Chen sangatlah benar.

Kris langsung bereaksi ketika mendengar nama Tao di sebut, aura hitam yang tidak pernah ada di dalam dirinya perlahan mulai keluar, namun walau begitu dia tetap menahannya hingga Yakuza selesai bercerita.

“Taemin tidak mengetahui jika aku sebenarnya tau itu jantung milik siapa, aku hanya menerimanya seperti biasa dan menyuruhnya pulang, aku memasukkan jantung Tao ke dalam wadah khusus dan beberapa saat kemudian L datang kepadaku dan memintaku untuk menyelamatkan kalian…” Yakuza melirik L sekilas, “Dan dia bersedia untuk menukarkan jantungnya kepadaku untuk hal itu…”

“APA??”

“L, apa kau gila??” Kris yang berada di samping L segera membentak pamannya itu dengan keras.

L menggeleng, “Aku sama sekali tidak gila, Kris… Aku sudah memikirkan ini dengan sangat matang… Lagi pula aku sudah tua… Sudah waktunya aku menyerahkan kerajaanku kepada pewaris yang sebenarnya, yaitu kalian… Dan yang terpenting adalah… Yakuza bersedia mengembalikan jantung Tao kepada pemiliknya yang itu artinya kalian akan tetap berdua belas…”

“Tapi-”

“Kris, sudahlah…” L menepuk bahu Kris dan memotong kalimatnya, “Jangan bertingkah seakan aku akan berpisah dengan kalian sekarang, aku masih akan ada di samping kalian hingga Taemin benar-benar di musnahkan… I’ve promised and I will do that, just trust me that everything will be fine, there will no such a thing called pain and tears anymore, even I’ll leave you in future, at least I’ll be happy because I leave you all with smile not tears, and I never regret that… Have I told you before that my biggest happiness in the world is seeing the brightest smile from my twelve nephews?”

Kris terdiam, tidak mampu lagi mengucapkan kata-kata setelah mendengar rentetan kalimat yang L ucapkan, dia hanya memeluk L erat dan menumpahkan air mata yang ditahannya tadi, “I don’t know how to express my feeling right now… I just… I just feel thankful because we have an uncle like you, really…”

L menepuk-nepuk bahu Kris pelan, “I know… I really know it well…”

-***-

-TBC-

Iklan

39 thoughts on “The Hidden and The Sacred Chapter 12

  1. ternyata L nukar jantungnya buat keturunan ipswich .. hug L {}
    luhan harus nemuin yg ada didalam dirinya sendiri .. kekuatan maksudnya ?

    bisakah taemin itu berubah jadi baik ? -.- kumpul sama sodara tirinya :d
    yah walaupun itu mustahil sih 😀

  2. Pengorbanan. L baik banget berkorban demi exo biar jadi 12 lagi :’) andaikan dia bener kaya gitu.. Tp yg jadi L nya itu exo fans -EXO L- :””’)
    Taemin enyah kau dari cerita ini XD
    Bagusss thor,n tp kurang panjang hehe.. Next chapter. Slalu ku tunggu^^

  3. Aku udah lama nunggu nya eon 😦
    Eonni harus jaga kesehatannya,jadi bisa tetap nulis terus,hehe,,:D
    Selamat eonni 😀

  4. Awww,, L bner2 rela berkorban buat kris dn yg lainnya itu tao bklan hidup lgi yaa thor. Dan mksud yakuza apaan sma sesuatu yg trsembunyi dri luhan ???
    Penasarannnnnn
    Klanjutannya aku tunggu ya thor

  5. Well aku udah curiga kalau imbalan yg akan d berikan L kepada yakuza adalah dgn mengorbankan dirinya. Krn setiap isi perjanjian pasti seperti Itu,akan ada pihak yg d rugikan. Tp kok gk tega L harus mati. Pdhl bs d blg dy ky penasehat gtu.

  6. Daebaaaakkkkk!!!!
    Uuu… Uri kungfu panda… :””(
    Lanjut kaka…..
    Ditunggu kelanjutannya…
    Udah penasaran akut kak…
    Anyyeong!! I’m new readers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s