Promise and Responsibility Chapter 11

PAR

Promise and Responsibility

Title : Promise and Responsibility

Author : @evilosh_hd

Genre : Brotherhood, Friendship, Action.

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Oh Sehun as Kim Sehun.
  • Luhan as Kim Luhan.
  • Suho as Kim Suho.
  • Kai as Jung Jongin.
  • Kris as Kris Wu.
  • D.O as Do Kyungsoo.
  • Another EXO’s member.

Support cast:

  • Lee DongHae (Super Junior).
  • Im YoonA (Girls Generation).
  • Lee Jinki (SHINee).
  • Taeyeong (SMROOKIES).

-***-

“Karena mereka yang polos, naïf dan berhati besar biasanya akan menjadi yang paling tersakiti di akhir.”

-***-

A/N: Please read the author note at the end~!

-***-

Perjalanan yang Kris harapkan akan cukup ceria dengan candaan dari kedua anaknya nyatanya hanya tinggal harapan saja. Saat ini Sehun dan Luhan malah saling membuang muka dan menatap ke luar tanpa ada sepatah kata pun yang keluar.

Semua menjadi terasa begitu canggung.

Kris berdeham –berniat mengalihkan kedua atensi anaknya terhadap dirinya. Sebuah senyum terukir di wajah tegasnya ketika melihat kedua anaknya meliriknya melalui ekor mata mereka masing-masing. “Ehm” Kris kembali berdeham. “Bagaimana sekolah kalian?”

“Baik-baik saja, Dad– maksudku Paman” Luhan memberikan senyuman kecil yang dapat Kris lihat melalui kaca depan mobil. Dia lega –setidaknya putra sulungnya masih bisa membuat hatinya tenang. Namun ketika dia mengalihkan perhatiannya terhadap Sehun, rasa bersalah itu kembali muncul. Sehun sama sekali tidak meresponnya –seolah pertanyaan Kris tadi hanyalah angin lalu.

Helaan nafas panjang terdengar dari pria yang masih tampan sekalipun berada diusia yang sudah diatas empat puluh tahun itu. “Bagaimana denganmu, Sehun? Kau tidak nakal ‘kan?” Kris mencoba menarik perhatian putra bungsunya.

Sehun bergeming. Matanya tetap fokus ke pemandangan pohon pinus sepanjang pejalanan pulang ke rumahnya.

“Sehun?” Kris memanggil nama Sehun sedikit parau -sangat kentara sekali ada rasa sakit yang tersirat.

Kris harus kembali menelan kekecewaan atas sifat putra bungsunya yang terlampau keras kepala. Nyatanya suara ayah kandungnya yang parau masih saja belum mampu membuat pemuda pucat itu menoleh atau bahkan hanya sekedar melirik.

“Sehun-ah, Paman Kris bertanya padamu.” Luhan mencoba merayu adiknya.

Sehun menghela nafas panjang dan malah menutup mata. Kembali berpura-pura tuli dengan semua yang menginginkannya untuk bicara.

“KIM SEHUN!-”

“Luhan!” Kris memotong ucapan Luhan dengan satu gertakan keras. Dia benci melihat kedua anaknya berdebat. Dan dia merasa bersalah karena secara tidak langsung dia adalah penyebab dari hal tersebut. “Mungkin Sehun lelah, biarkan dia beristirahat.”

Dan dengan itu perjalanan pulang kembali diselimuti keheningan yang sangat canggung.

-***-

“Jadi Oppa sudah menyuruh si Park itu untuk mendekati Sehun dan Luhan?” Yoona bertanya sembari merapatkan dirinya ke dada Donghae.

“Hmm” Donghae menjawab dengan mata tertutup.

Yoona mendengus. “Ini aneh” Gumannya kemudian.

Donghae membuka matanya dan menatap wajah cantik Yoona yang hanya berjarak beberapa senti darinya. “Apanya yang aneh?” Tanyanya sembari mencubit ujung hidung kekasihnya.

“Bagaimana mungkin Luhan dan Sehun bisa memaafkan si Park itu dengan mudah? Bahkan Oppa bilang kalau si Park itu berhasil menjadi teman mereka hanya dengan sekali meminta maaf. Kalau aku jadi mereka mungkin aku akan balas dendam dulu hingga aku puas.”

Donghae tertawa kecil sebelum memberi Yoona sebuah ciuman manis dibibirnya walaupun hanya beberapa detik. “Itu karena mereka naïf, Yoong.” Donghae kembali mencuri sebuah kecupan dari bibir Yoona sebelum kembali melanjutkan ucapannya. “Dan itu juga yang membuatku terkadang merasa kasihan dengan mereka.”

Kedua alis Yoona bertaut bingung. “Kenapa?”

Donghae menghela nafas panjang dan menatap langit-langit kamar mereka. “Karena mereka yang polos, naïf dan berhati besar biasanya akan menjadi yang paling tersakiti di akhir.”

-***-

Sehun tidak mengatakan apapun ketika kaki jenjangnya telah menginjak rumah, yang dia lakukan hanyalah langsung berjalan menuju ruangan Suho dan memeluk ayahnya yang sedang berkutat dengan berkas-berkas perusahaan yang membosankan.

Melihat kedua tangan pucat yang melingkari tubuhnya membuat Suho tersenyum dan mengusak rambut putra bungsunya yang sedang menyandarkan dagunya ke bahunya. Suho tentu saja sangat hafal dengan Sehun dan ini adalah yang pasti dia lakukan ketika ada sesuatu yang mengganggu pikirannya ataupun sedang merajuk seperti kali ini.

“Katakan pada Appa, apa yang membuat anak Appa ini merajuk?”

Sehun menggelengkan kepalanya. “Tidak ada.”

“Dan kau pikir Appa akan percaya dengan hal itu?” Senyum Suho melebar, dia melepas pelukan Sehun dan mendudukkan putranya itu di kursi yang ada disampingnya. “Sekarang katakan pada Appa, apa yang sebenarnya terjadi?”

Sehun kembali menggeleng dan itu artinya pertanda bagi Suho untuk tidak lagi mengajukan pertanyaan yang sama. Biarlah Sehun sendiri yang nanti bercerita kepadanya. Sehun sendiri hanya menghela nafas panjangnya sembari menggenggam tangan Suho kuat.

Appa…

“Hmm?”

“Aku ingin tidur dipelukkan Appa.

“Eh? Kena-”

“Aku hanya merindukannya” Sehun dengan cepat memotong ucapan Suho. “Aku merindukan Appa yang mengelus kepalaku hingga aku terlelap. Itu membuatku merasa mempunyai seorang ibu.” Ujarnya pelan.

Suho memandang wajah Sehun penuh kasih sayang sebelum menarik putranya itu ke dalam pelukan yang erat. Sehun mulai menangis –entah apa yang membuatnya seperti itu -dan Suho membiarkannya. Dia membiarkan putranya mengeluarkan apapun yang membebani hatinya hingga membuat air mata itu keluar turun. Suho menciumi kepala Sehun beberapa kali dan terus mengucapkan kalimat ‘Tidak apa-apa’.

Ketika tangisan Sehun mulai mereda, Suho membawa anaknya itu ke ranjang dan membaringkannya. Sehun menggunakan paha Suho sebagai bantal dan mulai memejamkan mata, sedangkan Suho sendiri menyanyikan lagu yang selalu ia lantunkan ketika menidurkan Sehun –Tian Mi Mi. Mendengar deru nafas Sehun yang mulai teratur membuat Suho menyimpulkan bahwasannya putra bungsunya itu telah terlelap. Suho mengecup singkat kening Sehun sebelum dengan hati-hati membenarkan posisi tidurnya dan menyelimutinya.

Suho baru saja akan kembali mengurusi pekerjaannya sebelum langkahnya terhenti karena igauan Sehun yang membuat hatinya luluh.

“Saranghae, Suho Appa”

-***-

Antara sedih, bahagia dan terharu, Kris sendiri tidak mengerti bagaimana harus bersikap saat ini. Melihat bagaimana Sehun memperlakukan Suho, Kris bisa menyimpulkan bahwa sahabatnya itu merawat kedua putranya dengan sangat baik. Kris memang melihat seluruh adegan antara Sehun dan Suho tadi –tidak sengaja tentunya. Pada awalnya Kris hanya berniat mengikuti putra bungsunya untuk bicara. Namun yang didapatinya hanyalah pemandangan yang jujur membuat Kris cemburu. Sehun anak kandungnya namun sepertinya ikatan antara dia dengan Sehun sangat tidak ada apa-apanya dibanding dengan Suho.

Kris tidak membenci Suho karena telah ‘mencuri’ kasih sayang putra bungsunya. Sama sekali tidak. Hanya saja Kris ingin mendapatkan perlakuan yang sama dari Sehun. Betapa ingin Kris merengkuh putra bungsu yang bahkan belum mampu untuk mengingat apapun ketika dia menitipkannya kepada Suho. Betapa ingin dia mendengar Sehun memanggilnya ’Daddy’ sama seperti Luhan. Dan masih begitu banyak keinginan lainnya yang hanya ia pendam saat ini.

Kris menghela nafas panjang. Mungkin dia masih akan melanjutkan lamunannya jika saja ponsel miliknya tidak bergetar mengganggu.

Kris langsung mengangkatnya tanpa melihat. “Hello?”

‘Tuan Wu, aku tidak tau kau begitu ceroboh dengan menjemput kedua putra kesayanganmu di sekolah’

“What?! Who’s-”

‘I’m sure you know me Mr. Wu, you know me very well until you didn’t realize that I’m closer than you think’ (Aku yakin kau pasti mengetahuiku tuan Wu, kau sangat mengenalku hingga kau tidak sadar jika aku lebih dekat dari yang kau pikirkan)

Kris bisa mendengarkan kekehan dari sebrang dan itu membuat darahnya mendidih. “Don’t you even dare to lay your fucking hands on my sons, you jerk!” (Jangan kau berani menyentuh anak-anakku dengan tangan kotormu, bajingan!”)

‘Too late Mr. Wu, I already have a plan to ruin everything that you love. Just wait until the time is right and the news that you already broke down spreading all around the world…’ (Terlambat Tuan Wu, aku sudah mempunyai rencana untuk menghancurkan segala yang kau cintai. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat dan berita akan kehancuranmu akan menyebar keseluruh dunia…”

-***-

-TBC-

A/N:

This chapter is short, isn’t it? Maafkan saya yang hiatus terlalu lama, saya tidak bermaksud begitu tentu saja. Hanya saja kehidupan perkuliahan yang saya kira akan sedikit tenang ternyata hanya berubah jadi khayalan saja. Mahasiswa tanpa tugas itu mitos. Tapi tapi tapi tapi…. Dengan di updatenya fic ini artinya saya perlahan-lahan akan kembali bukan? Meskipun ga akan bisa seperti dulu. At least saya ga akan discontinued ff disini. Saya akan namatin semuanya –tenang saja. Tapi harap sabar jika saya update-nya sangat amat ngaret. Terima kasih juga yang rajin nagihin di line, bbm, facebook, twitter, whatsapp dan akun saya yang lain, kalian nagihnya bener-bener kaya rentenir dan saya terharu :”””. Itu artinya karya saya dihargai dan dinanti. Ailapyu all :*. Untuk keseluruhan readers yang nunggu kelanjutannya saya sekali lagi minta maaf dan terima kasih karena kesetiaannya(?) nunggu.

Well, salah satu alasan saya hiatus selama itu adalah tahun 2014 yang memang bukan tahun yang indah untuk EXO dan sekarang mereka harus mengalami hal yang sama untuk ketiga kalinya. No more HunHan and I really broke down. But! Gimanapun EXO nantinya saya masih bakal disini, masih mendukung mereka dengan sepenuh hati!!!. Buat Kris, Luhan dan Tao, terimakasih pernah menjadi bagian dari grup dan sekarang telah menemukan jalannya masing-masing, semoga sukses! Tambahan buat Kris, please, jangan akting nangis lagi, akting nangis lu macem nangisnya Junmyeon waktu pertama kali menang di acara musik, bener-bener emm… I can’t find the right word to describe. Hihihi :v. Cukup sekali di pilm perdanamu aja ya abang Yipan, selanjutnya elu akting jadi handsome mafia macem di Lao Pao Er aja, itu keyeeeennnn!!!! (/*-*)/

And buat EXO yang sekarang, terima kasih udah tersenyum dan kuat. Terutama buat mamah Junmyeon, U da real MVP mah :”””. Makasih udah jaga anak-anakmu dengan baik dan kuat buat mereka. Dan buat bias tersayang Thehunie, kamu jangan nakal-nakal lagi ya, Nak… Kasihan mamah Junmyeon yang selalu dibikin repot sama tingkahmu yang nakal-nakal unyu gemesin :””. Buat OTP kesayangan HunHan yang terpisah oleh jarak, lawsuit dan kekejaman mak tiri SM, I always love u n’ always cherish the beautiful memories which u left to us, meskipun kalian hanya tinggal kenangan tapi gue bakalan bikin kalian tetep hidup dengan melestarikan FF HunHan. (Speaking of it, saya punya akun di fanfiction.net dan di tempat itu saya posting FF yaoi saya, klik disini 😀 Well, I’m not straight anymore, I’m hardcore fujhossi now! Fujo is life ya know~!. Bhaq :v )

Udah ah cuap-cuapnya. See you at the next chapter~!

Love ya :*

And yeah! CALL ME BABY IS FREAKING AMAZING!!!

Iklan

15 thoughts on “Promise and Responsibility Chapter 11

  1. Kyyyyaaaaa…..waktu liat postingan di line klo unni update ff…saya langsung buka akun wp saya..kkkk

    Syg pendek tp ini awal yg bgus…ttp semangat unni…

    Eh ya unni blg g discontinue ff disini lha truz dmna donk…

  2. Akhirnya update juga.. Setelah sekian lama nunggu.. Aku kira bakal di gantungin haha.. Ternyata engga.. Fighting buat ff2 nya yg lain!!^^

  3. Wuaahhhhh,,, finally,, stlah nunggu akhir nya ada klanjutan nya juga.. wkwkwkwk mahasiswa mmng gitu thor slalu bnyak tugas.. klau gak bnyak tugas psti bnyak kegiatan.. thor dri awal agak pnsaran nih sm yoona n donghae, mrka sbnernya siapa sih, dan donghae yg nyuruh chanyeol buat deketin hunhan yaa,, sbnernya mrka brdua itu di pihak siapa thor, apaa jngan2 mrka itu jahat ya..
    and chukkae mr. wu anda tlah berhasil mmbawa anak anda kdlam bhaya. wkwkwk
    pnsaran deh itu sma yg nelpon kris..
    and rada kasian juga sih sma kris, sehun cuek nya pake bnget sih sma kris. dan care bnget sma suho.
    oke deh thor, klanjutannya aku tunggu ya, klnjutan ff yg lain juga.. dan maaf bru smpet comen hhee 😄

  4. Author nim gomawo…gomawo…..jeongmal gomawo….setelah sekian lama ni ff gk dilanjut akhirnya dilanjut juga ….. aku dri dulu selalu nungguin ini ff……yah meskipun ini menurutku agak kependekan tpi gpplah yg penting ff nya dilanjutin.

  5. KYYYYAAAAA….. authornim yang satu ini pagi-pagi udah bikin Happy aja… janagn lam-lama ya…. kangen Kris dad soalnya… thank you

  6. Ah…akhirnya update juga biar saya bacax telat…
    Thank’s buat dedek acha sdah lanjut ffx..
    Wah makin seru aja nih cerita…
    Sdah dek acha saya tunggu lanjutanx..

  7. Cyaaaa.. Seneng. Akhirnya. Eonn sma aq jg drop liat tao.. Tapi yeah.. Mau gmna lagi.. Fighting ya eonn… We are one we are exo 😀

  8. akhirnyaaa acha kembaliii !!!
    udh lama ga berdrama ria dgn kehidupan dramanya exo di blog ini ~
    oke, chapter ini terlalu singkat untuk para penikmat karyamu chaa **,~
    keep writing!!

  9. Udah lama nunggu kelnjutan ff-nya.. Akhirnya dialnjut jg..
    Tenang acha q bakal nunggu ff kelanjutan ff mu,,, n selalu dukung EXO walau cuman ber-9,, tanpa mereka bertiga (kris,luhan,tao) exo ga’ bakal ada,, jd mereka ga’ bakal q lupain,,,
    next chap ditunggu walau agak lama.. Hehe 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s